Milestone Nuklir Cina: EPR dan APR1000 Pertama Di Dunia Mulai Beroperasi

Cina mencapai milestone baru dalam ekspansi kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mereka. Pada tanggal 29 Juni 2018, PLTN Taishan 1 telah terkoneksi dengan jaringan listrik dan menghasilkan listrik. PLTN ini merupakan PLTN pertama di dunia yang menggunakan teknologi European Pressurised Reactor (EPR) yang didesain oleh Framatome [1].

Baca juga:

PLTN Taishan merupakan bagian dari megaproyek PLTN Cina, yang bertujuan untuk mencapai kapasitas daya 58 GWe pada tahun 2020 dan 30 GWe lainnya dalam proses konstruksi [2]. PLTN Taishan 1 mulai dibangun pada tahun 2009, sementara unit 2 dimulai pada tahun 2010.

Gambar 1. Tampak dalam PLTN Taishan 1 (sumber: WNN)

PLTN berdaya 1.660 MWe ini dimiliki oleh Guangdong Taishan Nuclear Power Joint Venture, sebuah joint venture antara Electricite de France (EDF) dan Chinese General Nuclear (CGN). PLTN Taishan 1 dapat menyuplai listrik untuk lebih dari empat juta rumah tangga di Cina [1].

Baca juga Mengukur Dampak Lingkungan Dari Pemanfaatan Energi Nuklir

Sehari setelahnya, Cina mencapai milestone berikutnya. PLTN Sanmen 1, yang merupakan PLTN pertama di dunia yang menggunakan teknologi AP1000, telah tersambung dengan jaringan listrik [3]. AP1000 merupakan teknologi reaktor nuklir yang didesain oleh Westinghouse, dengan perbaikan pada aspek keselamatan dan ekonomis [4].

PLTN Sanmen 1 mulai dibangun pada tahun 2009. Hot testing PLTN Sanmen 1 telah selesai pada bulan Juni tahun lalu. Sementara, pemuatan susunan bahan bakar dimulai pada 25 April 2018. PLTN Sanmen 1 mencapai kekritisan pada 21 Juni 2018. Pada 27 Juni 2018, uap yang dibangkitkan melalui reaksi fisi nuklir digunakan untuk memutar turbin pembangkit listrik [3].

Tersambungnya PLTN Taishan 1 dan Sanmen 1 ke jaringan listrik merupakan prestasi bagi industri nuklir Cina. Setelah Rusia dengan teknologi VVER-1200, Cina menjadi negara kedua yang sukses mengoperasikan PLTN Generasi III+, yang merupakan generasi transisi sebelum masuk ke Generasi IV. Walau di tempat lain pembangunan EPR (Prancis dan Finlandia) dan AP1000 (Amerika Serikat) bermasalah, Cina tetap berhasil membangun dan membangkitkan listrik menggunakan kedua teknologi ini. Diharapkan, PLTN Taishan 1 dan Sanmen 1 akan memasuki tahap komersial pada akhir tahun ini [2,3].

Baca juga

Referensi:

  1. World Nuclear News. China’s Taishan 1 reactor connected to grid. (http://www.world-nuclear-news.org/NN-Chinas-Taishan-1-reactor-connected-to-grid-29061801.html). Diakses pada 5 Juli 2018.
  2. World Nuclear Association. Nuclear Power in China.(http://www.world-nuclear.org/information-library/country-profiles/countries-a-f/china-nuclear-power.aspx). Diakses pada 5 Juli 2018.
  3. AP1000 Pressurized Water Reactor. (http://www.westinghousenuclear.com/New-Plants/AP1000-PWR). Diakses pada 5 Juli 2018.
  4. World Nuclear News. First AP1000 unit begins generating power. (http://www.world-nuclear-news.org/NN-First-AP1000-unit-begins-generating-power-0207184.html)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
R. Andika Putra Dwijayanto

R. Andika Putra Dwijayanto

Alumni S1 Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada. Peneliti Fisika Reaktor dan Teknologi Keselamatan Reaktor.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar