WHO Menggolongkan Kecanduan Game sebagai Penyakit Mental (Gaming Disorder), Berikut Cara Mengatasi Kecanduan Game

World Health Organization (WHO) telah resmi menetapkan kecanduan dalam bermain game (ngegame) sebagai penyakit mental pada Senin, 18 Juni 2018. Kencaduan game dicantumkan sebagai penyakit dalam ICD-11.

Gambar 1: Gaming Disorder | Sumber: World Health Organization

International Classification of Diseases (ICD) adalah dasar untuk identifikasi tren kesehatan dan statistik global serta standar internasional untuk melaporkan penyakit dan kondisi kesehatan. ICD ini digunakan oleh praktisi medis di seluruh dunia untuk mendiagnosis kondisi dan oleh para peneliti untuk mengkategorikan kondisi.

Dalam ICD-11, gaming disorder diklasifikasikan sebagai penyakit mental. Gaming disorder ditandai dengan ketidakmampuan mengontrol game, lebih memprioritaskan game daripada aktivitas lain, dan tetap melanjutkan permainan walau memberikan efek negatif. Gaming disorder dibagi menjadi dua macam, yaitu gaming disorder caused by online game dan gaming disorder caused by offline game.

Keputusan tentang gaming disorder dimasukkan ke dalam ICD-11 didasarkan pada tinjauan bukti yang tersedia dan mencerminkan konsensus para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan wilayah geografis yang terlibat dalam proses konsultasi teknis yang dilakukan oleh WHO dalam proses pengembangan ICD-11.

Otak akan menghasilkan hormon dopamin ketika seseorang merasa bahagia. Ketika Anda kecanduan terhadap objek yang membuat Anda bahagia, itu akan merangsang otak untuk memproduksi hormon dopamin secara berlebihan. Kerja hipotalamus (bagian otak yang mengontrol emosi dan suasana hati) akan terganggu jika hormon ini berlebih. Hal itu akan berakibat pada  rasa bahagia, semangat, dan percaya diri yang berlebihan sehingga secara otomatis akan membuat tubuh Anda kecanduan dan ingin merasakannya lagi. Efek ini akan berlangsung secara berulang demi memuaskan rasa senang yang berlebih itu. Hal inilah yang terjadi pada seseorang yang kecanduan ngegame.

Gambar 2: Macam-macam Hormon Bahagia | Sumber: AtmaGo

Annals of Neurology melaporkan rata-rata anak bermain video game selama 4 jam per minggu dengan anak perempuan bermain 1,7 jam lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Peneliti menjelaskan bahwa jika Anda bermain video game lebih dari 9 jam per minggu, Anda bisa mengalami gaming disorder.

Ahli kesehatan mental dan penyalahgunaan zat untuk WHO, Vladimir Poznyak menjelaskan bahwa seseorang dikatakan terkena gaming disorder jika bermain video game dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan dan berbagi aspek kehidupan lainnya. Adapun akibat-akibat yang ditimbulkan oleh seseorang yang kecanduan game diantaranya adalah:

  1. Waktu tidur tidak teratur

Pola tidur Anda akan mengalami perubahan. Salah satu contohnya adalah Anda akan menghabiskan waktu malam Anda untuk bermain game. Itu dapat membahayakan tubuh, bahkan dapat membunuh Anda. Contoh kasusnya adalah seorang mahasiswa bernama Xu Kaixiang yang kuliah di National University of Singapore. Dia tewas di depan komputer yang biasa Dia gunakan untuk bermain game.

Gambar 3: Ilustrasi Tidur Tidak Teratur | Sumber: Kupang Tribunnews
  1. Berperilaku tidak baik

Gamer (pemain video game) akan lebih emosional saat bermain game dan  mudah marah jika harus melepaskan permainannya walau hanya sesaat. Tanpa disadari, Ia akan mengeluarkan kata-kata kasar jika permainan berjalan tidak sesuai keinginannya apalagi jika mengalami kekalahan. Selain itu, seorang psikolog, Novita Tandry mengatakan bahwa Anda dapat melakukan hal-hal negatif seperti membolos sekolah dan menggunakan kartu kredit orang tua secara diam-diam untuk membeli items yang ada di video game.

  1. Merusak penglihatan

Selama bermain video game, Anda akan menatap layar HP, tablet, laptop, atau komputer. Ini tidak baik untuk kesehatan mata Anda. Sindrom yang disebut Computer Vision Syndrom (CVS) dapat mempengaruhi kondisi orang yang menghabiskan beberapa jam untuk melihat ke arah layar. Kondisi tersebut dapat bertambah parah jika Anda bermain dengan kondisi minim cahaya. Hal ini akan membuat mata Anda menjadi tegang dan mengalami kerusakan saraf.

Gambar 4: Kerusakan Mata | Sumber: Jalan Tikus
  1. Kesulitan berinteraksi

Ketika Anda sudah nyaman dengan video game yang ada di gadget Anda, Anda cenderung lebih memilih untuk menghabiskan waktu Anda untuk bermain video game daripada berinteraksi dengan orang tua, teman-teman, dan tetangga Anda. Jika itu terjadi, Anda akan menjadi pribadi yang pasif, tidak pandai bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, kurang nyaman berbicara dengan orang lain, bahkan termasuk ke orang tua Anda sendiri.

Gambar 5: Ilustrasi Kesulitan Bersosialisasi | Sumber: Gelombang Otak

Poznyak menambahkan, mereka yang masuk kategori ini berlaku untuk mereka yang terus menerus memainkan game di smartphone atau duduk di depan monitor PC selama berjam-jam. Dia mengatakan penyakit gaming disorder ini umumnya terjadi setelah satu tahun dan harus didiagnosa oleh seorang tenaga kesehatan yang profesional.

Di sisi lain, bermain video game memiliki efek positif jika dilakukan secara normal, diantaranya:

  1. Memperoleh penghasilan

Anak-anak generasi saat ini banyak yang ingin menjadi gamer. Berdasarkan riset yang dilakukan tim tirto.id, mereka ingin menjadi gamer atas dasar profesi (52,8 persen) dan minat pribadi (38,3 persen). Ari Kurniawan, salah satu manajer tim e-sport indonesia berkata “Ada yang cuma dibayar Rp500 ribu, dan ada juga yang cuma disediakan boot camp dan makan saja, tapi ada juga yang sampai Rp15 juta per bulan.”

Gambar 6: Penghasilan Gamer | Sumber: Tirto
  1. Melatih kerja sama tim

Ada beberapa video game yang membutuhkan kerja sama tim. Contohnya adalah Mobile Legends, League of Legends, Arena of Valor, dan DOTA. Dalam permainan itu, jika tim tidak memiliki kekompakkan, kemenangan tidak akan bisa diperoleh.

  1. Menambah relasi

John Velez, peneliti dari Texas Tech University berkata “Kami menemukan bahwa saat Anda bermain game bersama seorang mitra yang baik, hal ini akan mendorong Anda untuk bersikap lebih terbuka untuk melakukan interaksi sosial.” Dengan bermain game online, Anda akan terhubung dengan orang-orang dari berbagai negara. American Psychological Association pada 2013 melaporkan lebih dari 70 persen gamer bermain dengan setidaknya satu teman dan jutaan orang yang telah bergabung di dunia maya melalui social game seperti Farmville dan World of Warcraft.

Gambar 7: Ilustrasi Networking | Sumber: WordPress

Bagaimana cara mengatasi kecanduan bermain game?

Banyak cara untuk mengatasi kecanduan dalam bermain game. Salah satunya jika sudah kecanduan akut pada game adalah dengan melakukan hipnoterapi oleh terapis. Hipnoterapi merupakan tipe terapi yang menggunakan hipnosis sehingga kesadaran seseorang pun berubah. Ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan saat menjalani hipnoterapi, diantaranya:

  1. Tahap pre-talk

Tahap pertama ialah pengumpulan informasi oleh terapis. Ia akan mencari tahu penyebab Anda bisa kecanduan bermain video game. Anda harus menjawab dengan jujur setiap pertanyaan yang diajukan oleh terapis. Tahap ini harus dilakukan dengan tepat agar terapis dengan mengetahui disease (suatu kondisi yang menyebabkan Anda trauma) dan distress (kondisi yang terjadi setelah trauma) permasalahan Anda.

  1. Analisis SWOT

SWOT merupakan kepanjangan dari Strengths, Weakness, Opportunities, Threats. Pada tahap ini, Anda akan diminta untuk mengenali diri Anda sendiri. Silahkan Anda renungkan kelebihan dan kekurangan Anda agar Anda yakin untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  1. Tahap prainduksi

Terapis mempersiapkan sugestinya untuk memengaruhi alam bawah sadar Anda. Anda harus yakin jika ingin berhasil dan lanjut ke tahap berikutnya.

  1. Tahap Induksi

Tahapan induksi akan membawa Anda dari gelombang alpha ke gelombang theta. Tahap ini akan menjadi penentu keberhasilan Anda saat menjalankan hipnoterapi. Jika Anda tidak berhasil masuk ke kondisi tersebut, Anda gagal karena sugesti sulit dimasukkan.

Gambar 8: Macam-macam Gelombang Otak Manusia | Sumber: WordPress
  1. Tahap hipnosis

Hipnosis merupakan rangsangan terhadap alam bawah sadar Anda saat Anda menjadi lebih mudah untuk diarahkan dan kehilangan kekuatan untuk bereaksi. Terapis memasukkan sugesti ke dalam alam bawah sadar Anda. Umumnya, tidak banyak sugesti yang dimasukkan oleh terapis agar sugesti dapat bekerja dengan baik.

  1. Tahap posthypnotic suggestion

Setelah hipnosis selesai, pemberian sugesti tetap dilanjutkan agar perilaku Anda terbentuk sesuai harapan. Salah satu contoh sugesti yang diberikan adalah “Mulai sekarang, Anda tidak boleh kecanduan ketika melihat video game.”

  1. Tahap termination

Terapi hipnoterapi berakhir pada tahap ini. Anda akan terbangun dengan beberapa kata seperti “Jika Anda mendengar tepuk tangan, Anda akan terbangun.”

Keberhasilan terapi ini ditentukan dua faktor, yaitu faktor endogen dan faktor eksogen.

  1. Faktor endogen ialah faktor yang berasal dari diri Anda sendiri. Contohnya adalah kejujuran Anda kepada terapis saat tahap kedua terapi.
  2. Faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar atau lingkungan sekitar. Jika Anda terpengaruh oleh ajakan teman-teman Anda untuk bermain video game setelah menjalani terapi hipnoterapi, terapi yang Anda lakukan sebelumnya akan menjadi sia-sia.

Referensi:

  • Setyvani Putri, Gloria. Selasa, 19 Juni 2018. WHO Resmi Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental, Kompas. Diakses pada Kamis, 28 Juni 2018 melalui https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental
  • World Health Organization. ICD-11: Classifying disease to map the way we live and die. Diakses pada Jum’at, 29 Juni 2018 melalui http://www.who.int/health-topics/international-classification-of-diseases
  • World Health Organization. Gaming disorder. Diakses pada Jum’at, 29 Juni 2018 melalui http://www.who.int/features/qa/gaming-disorder/en/
  • Wisnubrata. Selasa, 20 Februari 2018. Kecanduan Main Game Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa, Kompas. Diakses pada Sabtu, 30 Juni 2018 melalui https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/20/145928020/kecanduan-main-game-bisa-jadi-tanda-gangguan-jiwa
  • Juniman Tripeni, Puput. Rabu, 20 Juni 2018. Alasan WHO Tetapkan ‘Kecanduan Video Game’ Gangguan Kesehatan, CNN Indonesia. Diakses pada Minggu, 1 Juli 2018 melalui https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180620192954-255-307589/alasan-who-tetapkan-kecanduan-video-game-gangguan-kesehatan
  • Detik Health. Selasa, 7 Agustus 2012. Tanda-tanda Orang Kecanduan Game dan Internet, Detik. Diakses pada Minggu, 1 Juli 2018 melalui https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/1985220/tanda-tanda-orang-kecanduan-game-dan-internet#top
  • Detik Inet. Selasa, 10 Juli 2012. Tragis! Main Game Semalam Suntuk, Mahasiswa Tewas, Detik. Diakses pada Minggu 1 Juli 2018 melalui https://m.detik.com/inet/cyberlife/d-1961679/tragis-main-game-semalam-suntuk-mahasiswa-tewas#top
  • Nola Ahgia. Senin, 7 November 2016. Bermain Video Games, Cermati Dampak Positif dan Negatifnya, CNN Indonesia. Diakses pada Minggu, 1 Juli 2018 melalui https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161107055804-445-170729/bermain-video-games-cermati-dampak-positif-dan-negatifnya
  • Liputan6. November 2012. Kecanduan Game Bikin Anak Jadi Emosional. Diakses pada Minggu, 1 Juli 2018 melalui https://m.liputan6.com/amp/453945/kecanduan-game-bikin-anak-jadi-emosional
  • Halodoc. Maret 2018. Anak-Anak Sering Main Game? Hati-hati 7 Dampak Ini. Diakses pada Minggu, 1 Juli 2018 melalui https://www.halodoc.com/blog/anak-anak-sering-main-game-hati-hati-7-dampak-ini
  • Ananda Pradita. Rabu, 3 Januari 2018. Tak Hanya Rugi Finansial, Kecanduan Bermain Video Games Juga Berdampak Buruk pada Psikologis, Okezone. Diakses pada Minggu, 1 Juli 2018 melalui https://lifestyle.okezone.com/read/2018/01/03/196/1839376/tak-hanya-rugi-finansial-kecanduan-bermain-video-games-juga-berdampak-buruk-pada-psikologis#lastread
  • Dhani Arman. Agustus 2017. Gen Z: Aku Ingin Jadi Gamer, Tirto. Diakses pada Senin, 2 Juli 2018 melalui https://tirto.id/gen-z-aku-ingin-jadi-gamer-ctYi
  • Purwoko Aji, Satria. Maret 2018. 10 Manfaat Positif Bermain Game Bagi Kesehatan Tubuh, Jalan Tikus. Diakses pada Senin, 2 Juli 2018 melalui https://jalantikus.com/amp/tips/manfaat-bermain-game-bagi-kesehatan/
  • Vhie Iyana. Desember 2017. Gamer Masuk! 6 Hal Penting Ini Bisa Kamu Pelajari dari Bermain Game Loh!, Jalan Tikus. Diakses pada Senin, 2 Juli 2018 melalui https://jalantikus.com/amp/tips/hal-penting-dari-bermain-game/
  • Ichlasa Amalia, Ellavie. Kamis, 21 Mei 2015. Dampak Positif dan Negatif dari Bermain Game, Metro TV. Diakses pada Senin, 2 Juli 2018 melalui http://www.metrotvnews.com/amp/PNgPqR9b-dampak-positif-dan-negatif-dari-bermain-game
  • Pratiwi Rizki. September 2017. Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Menjalani Hipnoterapi, Hello Sehat. Diakses pada Senin, 2 Juli 2018 melalui https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/apa-itu-hipnoterapi/amp/
  • Anwar Firdaus. Jum’at, 16 September 2016. Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Dianjurkan untuk Anak?, Detik. Diakses pada Jum’at, 6 Juli 2018 melalui https://health.detik.com/anak-dan-remaja/3299886/berapa-lama-waktu-bermain-video-game-yang-dianjurkan-untuk-anak
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Taufiqurrahman Taufiqurrahman

Taufiqurrahman Taufiqurrahman

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina | Baca Manga dan Nonton Anime

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar