Mengenal Teknologi “Pigging” pada Industri Pangan

Apa itu Pigging?

Pada industri pengolahan, pigging merupakan teknologi yang menggunakan proyektil khusus untuk mengembalikan limbah atau sisa cairan yang berada di dalam pipa industri. Teknologi ini telah berkembang dari awalnya untuk membersihkan pipa sisa cairan minyak, yang kemudian berkembang untuk secara otomatis dapat memindahkan cairan.

pigging

Pigging

Bagaimana Pigging Berkerja?

Pada bentuk sederhana, sistem pigging terdiri dari proyektil padat atau penyumbat (the pig) dengan diameter sedikit lebih besar daripada pipa yang membawa cairan. Proses pigging membawa pig ke pipa dan menekannya saat melewati pipa. Proses ini dapat dilakukan secara manual, tetapi lebih sering dilakukan secara otomatis. Pig dimasukkan, didiamkan dan dikembalikan menggunakan pig launchers dan pig receivers.  Setelah pigging, cairan dikumpulkan kemudian dilakukan proses lanjut. Ada berbagai cara untuk mengggerakkan pig, seperti dengan tekanan udara, karbondioksida, nitrogen, air, atau dengan produk berikutnya. [1]

HPS Pigging System in Operation

Pigging pada Produk Cokelat

Pigging sangat penting pada industri cokelat, industri cokelat terkemuka di Jerman telah menggunakan teknologi pigging tersebut. Pada prosesnya cokelat dipindahkan melalui pipa dengan suhu 45-50oC, karena tidak dapat memindahkan pada dibawah suhu tersebut. Para produsen cokelat mendapatkan keuntungan dari teknologi pigging: alat conching dan tangki penyimpanan dapat dihubungkan satu sama lain menggunakan pipa piggable. Hal tersebut juga efektif untuk dihungkan dengan tangki penyimpanan dan tempat pencetakan. Penggunaan teknologi pipa pigging dapat meningkatkan rendemen produk hingga 99%. Pigging juga memberikan manfaat lainnya seperti mengurangi waktu penggantian dan mencegah kotaminasi silang.

Pigging pada Produk Pangan dan Minuman

Produsen seperti saus, pangan siap saji minuman ringan, dan jenis makanan dan minuman lainnya, memindahkan jumlah produk besar mereka dengan sistem pigging, karena dapat meningkatkan hasil produk dan mengurangi jumlah limbah produk yang dihasilkan secara signifikan. Salah satu manfaatnya pada pengolahan makanan dan minuman dengan mengurangi air. Air merupakan input penting pada sebagian industri makanan dan minuman, misalnya, pada saat kebersihan dalam produksi, Clean in Place (CIP) adalah aspek mendasar. Perusahaan makanan dan minuman dapat mengurangai penggunaan air mereka dengan menggunakan pig, ini dapat mengurangi air secara signifikan. [2]

Di Indonesia sendiri teknologi pigging kemungkinan belum banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, baru terdapat pada industri pengolahan minyak seperti Pertamina. Hal ini mungkin karena teknologi ini awalnya untuk membersihkan pipa sisa cairan minyak.

Keuntungan dan Kekurangan

Pigging memiliki banyak keuntungan bagi perusahan yang mengolah cairan seperti yang dilihat di infografik. namun tujuan utamanya adalah menghilangkan sisa cairan yang ada dalam pipa, setelah cairan dipindahkan ke lokasi lainnya. Penggunaan teknologi ini dapat signifikan meningkatkan hasil produk dan mengurangi pemborosan air, serta meminimalkan limbah. Industri menggunakan pigging untuk membersihkan bagian pipa, memindahkan cairan, mengurangi cairan pembersih, mengurangi penggunaan air, dan menghemat waktu. Pigging juga meningkatkan efisiensi proses, dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh. Dengan kata lain, pigging akan membantu perusahaan mempertahankan sustainabilitasnya, karena sistem pigging mengurangi limbah dan biaya pembuangan terkait, mereka juga membantu meningkatkan kelestarian lingkungan.

Meskipun keuntungan dari pigging secara besar-besaran lebih besar daripada kerugiannya, seperti yang ditunjukkan oleh infografik, masih ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan sistem pigging. Misalnya, beberapa jenis pigging (seperti ice pigging) menggunakan sejumlah energi dan air lebih besar dibandingkan dengan metode pigging proses konvensional. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa beberapa pig dirancang dengan magnet padat dan profil eksternal yang kompleks, yang dapat pecah dan hancur, sehingga dapat menyebabkan risiko kontaminasi dan keamanan yang signifikan. Sehingga pada penerapan pigging perlu pengetahuan, keahlian, dan keterampilan . Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih perusahaan pigging yang berpengalaman dan mapan [3].

Berapa Harganya

Dilansir dari hps-pigging.com, belum ada harga tertentu untuk pigging tersebut, seperti single-pig system, double-pig system, tank drop off, either manual, semi atau fully automate. Hal ini dikarenakan belum adanya pigging standar dalam merancang dan menerapkan sistem tersebut [4]

Referensi:

[1] Pigging – What Pigging Is and How It Works. (https://www.hps-pigging.com/about-hps/what-is-pigging/), diakses 30 Juni 2018

[2]  Pigging technology in the chocolate industry. (https://www.piggingsystems.com/en/industries/chocolate-industry/), diakses 30 Juni 2018

[3] Advantages and Disadvantages of Pigging – Infographic. (https://www.hps-pigging.com/advantages-and-disadvantages-of-pigging-infographic/), diakses 5 Juli 2018

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Muhammad Isa Dwijatmoko

Muhammad Isa Dwijatmoko

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor. Penulis dapat dihubungi di muhammadisa8@gmail.com .

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar