Dari Mengurangi Stress hingga Penyakit Jantung, Ini Dia Manfaat Beraktivitas diluar Ruangan dan Dekat dengan Alam

Tidak pernah terpikir sebelumnya oleh kita apa manfaat dari aktifitas dekat dengan alam dan menghabiskan waktu diluar rumah. Padahal ternyata hal tersebut merupakan salah satu aktivitas yang cukup baik untuk dilakukan, sebab memiliki manfaat yang besar. Telah diungkapkan melalui penelitian terbaru pada bulan Juli 2018 oleh University of East Anglia bahwa kegiatan diluar ruangan dan dekat dengan alam dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskuler/jantung, kematian dini/prematur, stres, dan darah tinggi. Penyakit-penyakit tersebut sangat besar terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, aktifitas dekat dengan alam merupakan salah satu pencegahan yang cukup baik yang perlu warga Indonesia lakukan. Artinya kita perlu menyisihkan waktu libur kita untuk dekat dengan alam atau berada diluar ruangan.[1]

Studi Global Burden of Disease,  kolaborasi ilmiah terbesar di dunia mengenai kesehatan masyarakat memperlihatkan tren terbaru dalam masalah-masalah penyakit, kematian dan berbagai faktor risiko lainnya yang mengakibakan buruknya kondisi kesehatan. Usia harapan hidup terus membaik bagi sebagian besar orang Indonesia, namun sejumlah penyakit masih menjadi penyebab tingginya angka kematian dini di Indonesia. Beberapa penyakit penyebab kematian dini yaitu diabetes, stroke, penyakit jantung, dan lainnya. [2] penyakit tersebut sangat berkembang signifikan di indonesia terutama diabetes yang penderitanya selalu mengalami kenaikan. berikut gambar 1 data penderita diabetes tahun 2011-2017. dari gambar tersebut sangat jelas bahwa penderita diabetes selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Gambar 1. Data penderita diabetes

Penulis utama Caoimhe Twohig-Bennett, dari UEA Norwich Medical School, mengatakan bahwa menghabiskan waktu di alam tentu membuat kita merasa lebih sehat, tetapi sampai sekarang dampak pada kesejahteraan jangka panjang belum sepenuhnya kami pahami. Kami mengumpulkan bukti dari lebih dari 140 penelitian yang melibatkan lebih dari 290 juta orang untuk melihat apakah alam benar-benar memberikan dorongan kesehatan. [1]

Tim peneliti telah mempelajari data dari 20 negara termasuk Inggris, Amerika, Spanyol, Perancis, Australia, Jerman, dan Jepang. Yang mana forest bathing (dekat dengan alam) telah menjadi praktek populer. Tim juga menganalisa perbandingan antara orang yang sedikit akses dengan alam dibanding orang yang banyak hidup dekat pada alam. Dari sini kita juga tahu bahwa contoh simpelnya kita bedakan antara kehidupan petani dengan pekerja kantoran. Dari contoh tersebut dapat dilihat fakta bahwa kehidupan petani lebih terbebas dari penyakit tersebut.[1]

Tim peneliti menyampaikan bahwa menghabiskan waktu dengan alam dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang beragam dan signifikan. Ini mengurangi risiko diabetes tipe II, penyakit kardiovaskular, kematian dini, dan kelahiran prematur, dan meningkatkan durasi tidur. Orang yang hidup lebih dekat dengan alam juga telah mengurangi tekanan darah diastolik, denyut jantung dan stres. Bahkan, salah satu hal yang sangat menarik yang kami temukan adalah bahwa dekat dengan alam secara signifikan mengurangi tingkat kortisol saliva sebagai penanda fisiologis stres. Ini sangat penting karena di Inggris, 11,7 juta hari kerja hilang setiap tahun karena stres, depresi atau kecemasan.[1]

Forest bathing atau dekat dengan alam sudah sangat populer sebagai terapi di Jepang dengan peserta menghabiskan waktu di hutan baik duduk atau berbaring, atau hanya berjalan-jalan. Studi kami menunjukkan bahwa mungkin mereka memiliki ide yang tepat. Meskipun kami telah melihat banyak penelitian tentang hubungan antara greenspace dan kesehatan, kami tidak tahu persis apa yang menyebabkan hubungan ini. “Orang-orang yang tinggal di dekat greenspace (area hijau) mungkin memiliki lebih banyak kesempatan untuk aktivitas fisik dan bersosialisasi. Sementara itu, keberadaan beragam bakteri yang ada di daerah alami juga mungkin memiliki manfaat bagi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Sebagian besar penelitian dari Jepang menunjukkan bahwa phytoncides – senyawa organik dengan sifat antibakteri yang dikeluarkan oleh pohon dapat menjelaskan sifat-sifat meningkatkan kesehatan dari forest bathing[1]

Rekan penulis studi Prof Andy Jones, juga dari UEA, mengatakan kita sering meraih obat ketika kita tidak sehat tetapi paparan lingkungan yang mempromosikan kesehatan semakin diakui baik sebagai pencegahan dan membantu mengobati penyakit. Studi kami menunjukkan bahwa ukuran manfaat ini bisa cukup untuk memiliki dampak klinis yang berarti. Tim peneliti berharap bahwa temuan mereka akan mendorong dokter dan profesional perawatan kesehatan lainnya untuk merekomendasikan bahwa pasien menghabiskan lebih banyak waktu di ruang hijau dan alam.[1]

Twohig-Bennett berkata bahwa Kami berharap  penelitian ini akan menginspirasi orang untuk lebih banyak berada di luar dan merasakan manfaat kesehatan bagi diri mereka sendiri. Semoga hasil kami akan mendorong pembuat kebijakan dan perencana kota untuk berinvestasi dalam penciptaan, regenerasi, dan pemeliharaan taman dan ruang hijau, khususnya di daerah pemukiman perkotaan.[1]

 

Referensi

[1] Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2018/07/180706102842.htm. Diakses pada 15 Juli 2018. 

[2] Tribun News. http://www.tribunnews.com/kesehatan/2017/09/15/usia-harapan-hidup-bertambah-namun-angka-kematian-penyakit-jantung-stroke-dan-diabetes-meningkat. Diakses pada 15 Juli 2018.

 

 

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Saepullah

Saepullah

Mahasiswa Akademi Teknologi Pulp dan Kertas Bandung

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar