Pizza Tungku: Pembakaran Pizza yang Sempurna dengan Fisika

Siapa yang tidak mengenal makanan cepat saji satu ini? Pizza termasuk salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Pizza identik dengan makanan sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang dalam oven dan biasanya dilumuri dengan saus tomat dan keju mozzarella. Taburan berbagai macam topping mulai dari daging, sayuran dan buah menambah citarasa makanan tradisional Italia ini.

Gambar 1. Pizza   (sumber: 123rf.com)

Nama pizza sendiri pertama dikenal pada tahun 997 M dalam bahasa latin “duodecim pizze” yang artinya “duabelas pizza” [1]. Walaupun setelah itu muncul berbagai berdebatan tentang asal kata pizza. Salah satunya adalah “pizzicare” bahasa italia kuno yang artinya “menjepit/mencomot”. Diberi nama tersebut karena mengacu pada proses pembuatan pizza yang diangkat dengan cepat dari oven bersuhu tinggi dengan bahan bakar kayu.

Gambar 2. Pizzaiolo (pembuat pizza) sedang memanggang pizza di oven berbahan bakar kayu.  Sumber: 123rf.com

 

Gambar 3. Proses pemanggangan pizzza. Sumber: 123rf.com

Pizza khas Italia memang terkenal dengan cara memasaknya yang unik, yaitu menggunakan oven yang terbuat dari batu bata dengan bahan bakar kayu. Oven tradisional dengan lubang setengah lingkaran (lihat gambar 2). Pizza yang siap dipanggang, dimasukkan ke dalam oven. Diletakkan tepat di samping kayu yang menyala (lihat gambar 3). Pizza yang dipanggang dengan cara ini ternyata dapat matang secara sempurna.

Seorang fisikawan Rusia yang tinggal di Roma telah menganalisis proses dalam pemanggangan pizza. Dia menemukan jawaban mengapa oven tradisional lebih unggul daripada oven elektrik: oven tradisional memberikan kematangan sempurna pada pizza [2]. Matang sempurna maksudnya rotinya matang dan toppingnya tidak hangus. Walaupun dipanggang dengan suhu tinggi dalam waktu singkat.

Peneliti lainnya yakni Andrey Varlamov yang juga peneliti superkonduktor di Consiglio Nazionale della Ricerche (CRN) Italia juga turut berpartisipasi dalam riset pizza. Suatu hari dia memulai percakapan dengan [Mohon maaf artikel terpotong]

Artikel dapat dibaca di Majalah Warstek Edisi #3 > Download Majalah Warstek (KLIK)

 

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Septian Ulan Dini

Septian Ulan Dini

Septian Ulan Dini, pembelajar yang saat ini sedang menempuh studi S1 di Pendidikan Fisika Unila. Bercita-cita keliling dunia dan membentuk inkubator inventor muda di Indonesia.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar