Forest Bathing dan Beraktivitas di Greenspace Ternyata Sangat Baik untuk Kesehatan

Artikel ini merupakan artikel pelengkap dari artikel berjudul “Dari Mengurangi Stress hingga Penyakit Jantung, Ini Dia Manfaat Beraktivitas diluar Ruangan dan Dekat dengan Alam

Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada tanggal 6 Juli 2018 oleh University of East Anglia mengungkapkan bahwa hidup dekat dengan alam akan memberikan manfaat yang signifikan untuk kesehatan. Berdasarkan tinjauan secara sistematis dan meta-analisis dalam penelitian membuktikan bahwa melakukan banyak kegiatan di luar akan mengurangi risiko Diabetes tipe II, penyakit jantung, kematian dini, kelahiran prematur, stress, dan tekanan darah tinggi. Hal ini didukung oleh data global yang telah melibatkan lebih dari 290 juta orang dan disimpulkan bahwa populasi dengan tingkat paparan greenspace yang lebih tinggi sangat memungkinkan untuk memiliki kesehatan yang baik secara keseluruhan. Kemudian bagaimanakah yang dimaksud dengan greenspace tersebut?

Greenspace didefinisikan sebagai lahan terbuka yang masih belum tereksploitasi dan masih bersifat natural, serta dapat pula diartikan seperti taman dan jalan di perkotaan yang masih menerapkan konsep alam hijau.

Usahakan rutin setiap minggunya pergi ke Greenspace ya Sahabat Warstek

Penulis utama Caoimhe Twohig-Bennett dari UEA Norwich Medical School, mengatakan bahwa “Menghabiskan waktu di alam tentu membuat kita merasa lebih sehat, tetapi sampai sekarang dampaknya terhadap kesejahteraan jangka panjang belum sepenuhnya dipahami. Kami mengumpulkan bukti lebih dari 140 penelitian yang melibatkan lebih dari 290 juta orang untuk melihat apakah alam benar-benar memberikan dorongan kesehatan.”

Tim peneliti menganalisis bagaimana kesehatan orang-orang dengan sedikit akses greenspace dibandingkan dengan orang-orang dengan jumlah paparan tertinggi.

“Kami menemukan bahwa menghabiskan waktu banyak di greenspace atau hidup dekat dengan alam dapat memberikan manfaat pada kesehatan yang beragam dan signifikan. Ini mengurangi risiko diabetes tipe II, penyakit kardiovaskular, kematian dini, dan kelahiran prematur, serta meningkatkan durasi tidur. Orang yang hidup lebih dekat dengan alam juga membantu dalam masalah kesehatan tekanan darah tinggi, detak jantung dan stres. Bahkan, salah satu hal yang sangat menarik yang kami temukan adalah bahwa paparan greenspace secara signifikan mengurangi tingkat kortisol saliva yang berfungsi sebagai penanda fisiologis stres. Hal ini sangat penting karena di Inggris, 11,7 juta pekerja harian menghilang setiap tahunnya karena stres, depresi atau kecemasan.”

Tim peneliti mempelajari data dari 20 negara termasuk Inggris, AS, Spanyol, Perancis, Jerman, Australia dan Jepang – di mana Shinrin yoku atau forest bathing sudah menjadi kegiatan yang populer. Apa yang dimaksud dengan forest bathing?

Forest Bathing dikenal sebagai terapi yang populer di Jepang dimana orang menghabiskan waktu di hutan baik duduk, berbaring, atau hanya berjalan-jalan.

Baca juga:
Kalau yang ini (Forest Bathing) bisa dilakukan minimal sekali dalam 2 bulan

“Meskipun kami telah melihat banyak penelitian tentang hubungan antara greenspace dan kesehatan, kami tidak tahu persis apa yang menyebabkan hubungan ini. Orang-orang yang tinggal di dekat alam kemungkinan memiliki lebih banyak kesempatan untuk aktivitas fisik dan bersosialisasi. Sementara itu, paparan beragam bakteri yang ada di daerah alami juga dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.”

“Banyak penelitian dari Jepang menunjukkan bahwa phytoncides – senyawa organik dengan sifat antibakteri – yang dikeluarkan oleh pohon dapat menjelaskan sifat-sifat kesehatan yang meningkatkan kesehatan dari terapi forest bathing

Rekan penulis studi yang juga berasal dari UEA, Prof Andy Jones mengatakan bahwa “Kita sering meraih obat ketika kita tidak sehat tetapi paparan terhadap lingkungan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan semakin dikenal sebagai pencegahan dan membantu mengobati penyakit. Studi kami menunjukkan bahwa ukuran manfaat ini cukup untuk memiliki dampak klinis yang bermakna. ”

Tim peneliti berharap bahwa temuan mereka akan mendorong dokter dan profesional perawatan kesehatan lainnya untuk merekomendasikan bahwa pasien menghabiskan lebih banyak waktu di alam dan greenspace.

Twohig-Bennett berkata: “Kami berharap bahwa penelitian ini akan menginspirasi orang untuk lebih banyak berada di luar dan merasakan manfaat kesehatan bagi diri mereka sendiri. Semoga hasil kami akan mendorong pembuat kebijakan dan perencana kota untuk berinvestasi dalam penciptaan, regenerasi, dan pemeliharaan taman dan ruang hijau, terutama di daerah pemukiman perkotaan dan komunitas yang dapat sangat bermanfaat. ”

Penelitian ini didanai oleh The Centre for Diet and Activity Research (CEDAR), yang mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi diet dan aktivitas-aktivitas fisik, mengembangkan dan membentuk intervensi, serta membantu membentuk kebijakan dan praktik kesehatan masyarakat. CEDAR distimulasi oleh tujuan keseluruhan dalam mendukung intervensi yang efektif untuk mengubah pola makan dan perilaku aktivitas fisik pada tingkat populasi.

Salah satu dari lima Pusat Keunggulan dalam Penelitian Kesehatan Publik yang didanai melalui UK Clinical Research Collaboration (UKCRC), CEDAR adalah kemitraan antara University of Cambridge, University of East Anglia, dan MRC Units di Cambridge.

Referensi

“The health benefits of the great outdoors: A systematic review and meta-analysis of greenspace exposure and health outcomes” by Caoimhe Twohig-Bennett, and Andy Jones in Environmental Research. Published July 6 2018.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *