Asupan Pangan yang Tepat Sebelum Menonton Konser Musik (dari Konser Dangdut hingga Boyband)

Musik menjadi salah satu hiburan yang digemari oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Banyaknya konser musik, seperti jazz, pop, rock, dangdut, dan lainnya yang diadakan menjadi salah satu bukti bagaimana musik sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. Harga tiket yang cukup mahal bukan menjadi halangan untuk bertemu dengan idola, dan menikmati alunan musik dan lagu idola tersebut selama kurang lebih 2-5 jam. Persiapan yang ekstra perlu dilakukan oleh penonton agar dapat tetap fit mulai dari mengantri masuk, hingga konser berakhir, salah satunya dengan mempersiapkan asupan gizi yang tepat. Jangan sampai Anda sebagai penonton gagal memanfaatkan momen berharga dengan idola Anda karena Anda kurang fit selama konser berlangsung.

Akhir-akhir ini, tepatnya tanggal 15 Juli 2018 lalu, salah satu boyband ternama asal Korea Selatan, Wanna One, mengadakan konser One: The World di International Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Banyak penggemar dari berbagai daerah hadir di Tangerang untuk menyaksikan boyband K-pop ini tampil. Sayangnya, meriahnya konser ini terpaksa harus dihentikan sementara karena penonton di area VIP (area berdiri) tidak tertib, menyebabkan beberapa penonton jatuh pingsan [1]. Pingsan dapat terjadi akibat kurangnya aliran darah menuju otak, sehingga menyebabkan kurangnya suplai oksigen menuju otak. Berdiri terlalu lama selama konser juga dapat menyebabkan pengumpulan darah di bagian bawah tubuh akibat dari gaya gravitasi, sehingga darah sulit mengalir ke otak [2]. Dehidrasi, penyakit kardiovaskular, anemia, dan penyakit paru-paru juga dapat menjadi penyebab pingsan.

Untuk mengatasi pingsan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Selain duduk beristirahat untuk meningkatkan suplai darah dan oksigen ke otak, diperlukan juga makanan yang bergizi dan minum yang banyak untuk menghindari rendahnya gula darah dan dehidrasi [2]. Pada saat konser, selain menjaga kondisi tubuh tetap fit, penonton juga perlu mencegah keluar masuk area konser karena ingin pergi ke toilet. Jenis dan jumlah makanan dan minuman yang kurang tepat dapat membuat Anda sering ingin buang air besar atau kecil. Lalu, makanan dan minuman apa saja yang disarankan untuk persiapan menjelang dan selama konser?

Penonton akan membutuhkan asupan gula yang cukup tinggi sebagai sumber energi kontinyu selama konser berlangsung. Sumber energi dari pangan berbahan dasar tepung terigu seperti crackers dan roti merupakan contoh camilan yang tepat karena lebih mudah dicerna dan praktis menghasilkan karbohidrat. Crackers per 100 gramnya mampu memberikan energi yang didominasi oleh karbohidrat sebesar 510 kkal, sementara roti berbahan dasar tepung terigu dapat menyuplai 274 kkal per 100 gram [3]. Selain itu, crackers dan roti akan lebih praktis untuk dibawa dan dikonsumsi dibandingkan nasi putih.

Roti dan crackers sebagai sumber energi praktis

Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan yang dapat disebabkan oleh penyakit diare, pendarahan, demam, suhu lingkungan yang tinggi, serta aktivitas yang ekstrim [4]. Selama konser, tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk ikut melompat, mengikuti irama musik di panggung. Kondisi yang ramai penonton juga dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi lebih tinggi. Hal ini dapat memicu berkurangnya cairan tubuh Anda, salah satunya melalui keringat, yang menyebabkan Anda dehidrasi. Untuk mengembalikan cairan tubuh Anda tanpa menyebabkan seringnya berkemih adalah dengan minuman elektrolit. Elektrolit merupakan mineral bermuatan listrik yang ada pada tubuh manusia, seperti natrium, kalium, klorin, magnesium, kalsium, dan bikarbonat [5].

Secara alami, elektrolit dapat diperoleh dari air kelapa. Air kelapa mengandung natrium, kalium, glukosa, dan klorin [6]. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air kelapa mampu mengembalikan elektrolit tubuh atau rehidrasi setelah beraktivitas seperti olahraga [6,7]. Natrium merupakan elektrolit penting dalam proses rehidrasi, sebab natrium banyak dikeluarkan melalui keringat selama beraktivitas. Minuman yang mengandung natrium sebanyak 50 mmol/liter merupakan minuman elektrolit yang efektif, namun kebanyakan sport drinks hanya mengandung natrium sebanyak 10-25 mmol/liter, bahkan kurang [6]. Meskipun kandungan natrium pada air kelapa hanya 5 mmol/liter, air kelapa masih mampu menjadi salah satu alternatif minuman elektrolit alami yang baik untuk mengatasi dehidrasi [6]. Selain air kelapa, sudah banyak sekali produk-produk minuman isotonik dalam kemasan yang mengandung elektrolit untuk memenuhi kebutuhan elektrolit tubuh setelah beraktivitas.

Air kelapa sebagai elektrolit alami untuk mengatasi dehidrasi

Selain mengonsumsi makanan dan minuman yang disarankan di atas, ada beberapa jenis pangan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum menonton konser. Makanan dan minuman yang berpotensi mengganggu sistem pencernaan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum konser. Sebagai contoh, makanan pedas dapat meningkatkan naiknya asam lambung [8]. Selain itu, rasa pedas dapat membuat penonton menjadi mulas dan bahkan diare yang menyebabkan penonton harus keluar masuk toilet saat konser berlangsung. Kandungan capsaicin pada cabai juga mampu meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga dapat memicu penonton menjadi berkeringat [9]. Artinya, secara tidak langsung mengonsumsi makanan pedas juga dapat memicu pingsan selama konser akibat dehidrasi dan berpengaruh terhadap aliran darah. Selain makanan pedas, makanan yang asam pun juga berpengaruh naiknya asam lambung dalam tubuh.

Banyak orang mungkin berpikir untuk mengonsumsi minuman soda agar tetap segar selama konser, dan juga minum kopi agar dapat menahan kantuk selama konser berlangsung, terutama konser yang diadakan tengah malam. Akan tetapi, soda dan kopi merupakan contoh minuman yang tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum konser. Kafein yang terkandung dalam minuman soda dan kopi bersifat diuretik, atau dalam kata lain meningkatkan volume urin, dan juga banyak zat-zat penting dalam tubuh seperti natrium, kalsium, magnesium, kalium, dan mineral lainnya yang terbuang [10]. Secara tidak langsung, selain membuat penonton sering berkemih, kafein juga memicu dehidrasi dan pingsan. Kafein dalam dosis tinggi (lebih dari 250 mg) dapat menyebabkan diuresis akut [11]. Kafein dapat menyebabkan diuresis dengan meningkatkan filtrasi glomerulus dan penurunan reabsorbsi natrium di tubulus ginjal [12]. Selain soda dan kopi, minuman seperti teh (mengandung kafein), cokelat (mengandung teobromin dan kafein), dan minuman beralkohol juga bersifat diuretik [11].

Kopi, soda, teh, dan makanan pedas tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum menonton konser

Buah-buahan dan sayur mayur banyak mengandung serat dan vitamin yang tentunya baik untuk tubuh. Namun, tidak semua buah dan sayur cocok untuk dikonsumsi sesaat sebelum konser. Buah dan sayur dengan kandungan air yang sangat tinggi dapat membuat penonton ingin membuang air kecil. Sebagai contoh, kandungan air pada semangka mencapai 92%, pada stroberi 91%, pada jeruk mencapai 87%, dan pada nanas mencapai 86% [3]. Untuk sayur, selada memiliki kandungan air 95%, sementara pada kubis mencapai 92%, dan pada brokoli mencapai 89% [3].

Buah dan sayur dengan kadar air tinggi

Diharapkan dengan mengonsumsi jenis pangan yang tepat dapat membantu Anda sebagai penonton dalam menikmati jalannya konser berlangsung. Tentu tidak hanya asupan pangan saja yang menjadi perhatian. Aktivitas seperti olahraga rutin, kebiasaan tidak merokok, dan aktivitas yang mendukung kesehatan lainnya juga dapat membantu Anda agar tetap sehat dan fit selama menonton konser musik favorit Anda.

Video:

Sumber Video: [13]

Referensi:

[1] Sembiring, I.G.N. 2018. Wanna One Penuhi Janji kepada Wannables Indonesia dengan One: The World. Diakses dari https://entertainment.kompas.com/read/2018/07/16/111242910/wanna-one-penuhi-janji-kepada-wannables-indonesia-dengan-one-the-world?page=all pada tanggal 23 Juli 2018.

[2] Ferri, F.F. 2012. Ferri’s Netter Patient Advisor, 2nd Edition (pp. 59-60). Philadelphia: Elsevier Saunders.

[3] United States Department of Agriculture (USDA). 2018. USDA Branded Food Products Database. Diakses dari ndb.nal.usda.gov/ndb/foods pada tanggal 23 Juli 2018.

[4] Leksana, E. 2015. Dehidrasi dan Syok. Cermin Dunia Kedokteran Edisi 228, 42 (5): 391-394.

[5] Adrian, K. Tanpa Tahun. Minuman Elektrolit: Apa Manfaatnya Untuk Tubuh?. Diakses dari https://www.alodokter.com/minuman-elektrolit-apa-manfaatnya-untuk-tubuh pada tanggal 23 Juli 2018.

[6] Saat, M., Singh, R., Sirisinghe, R.D., Nawawi, M. 2002. Rehydration after exercise with fresh young coconut water, carbohydrate-electrolyte beverage and plain water. J Physiol Anthropol 21(2): 93-104. DOI: 10.2114/jpa.21.93.

[7] Sari, D.D.P. 2015. Pengaruh pemberian air kelapa hibrida terhadap status hidrasi atlet sepakbola [Artikel Penelitian]. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

[8] Noya, A. Tanpa Tahun. Kenali Makanan Penyebab Asam Lambung Naik. Diakses dari https://www.alodokter.com/kenali-makanan-penyebab-asam-lambung-naik pada tanggal 24 Juli 2018.

[9] Puji, A. 2018. Lebih Bahaya Mana Efeknya, Makan Makanan Pedas atau Manis?. Diakses dari https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/efek-makan-makanan-pedas-dan-manis/ pada tanggal 24 Juli 2018.

[10] Ferraro, P.M., Taylor, E.N., Gambaro, G., Curhan, G.C. 2013. Soda and other beverages and the risk of kidney stones. Clin J Am Soc Nephrol 8: 1389–1395. DOI: 10.2215/CJN.11661112.

[11] Maughan, R.J., Griffin, J. 2003. Caffeine ingestion and fluid balance: a review. J Hum Nutr Dietet 16: 411–420. DOI: 10.1046/j.1365-277X.2003.00477.x.

[12] Bistani, D.A., Listyawati, S., Setyawan, A.D. 2007. Efek diuretik kopi susu pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan variasi jenis susu. Biofarmasi 5(1): 8-15.

[13] Wonderfood NET. 2018. Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Sebelum Nonton Konser [Video]. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=yiwC7RtARMk pada tanggal 23 Juli 2018.

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Marcellus Arnold

Marcellus Arnold

Fresh graduate S1 Teknologi Pangan, Surya University, Tangerang, Indonesia. Saya tertarik dengan topik food science dan food biodegradable packaging research.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar