Pentingnya Kebiasaan Membaca terhadap Performa Akademik Pelajar

Kebiasaan membaca merupakan suatu hal yang positif yang perlu menjadi suatu kebiasaan yang terus dilakukan oleh setiap orang terutama warga indonesia. Penelitian dari 2 mahasiswa yang berasal dari Ghana yaitu M. Owusu Acheaw dari Koforidua Polytechnic dan Agatha Gifty Larson dari University of Education Winneba pada 6 Mei 2014 mengenai pengaruh kebiasaan membaca terhadap performa akademik pelajar telah dilakukan. Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data kuantitatif melalui distribusi questioner.

Sebelum membaca lebih lanjut, sebelumnya kita harus mengetahui apa itu membaca. Membaca adalah suatu tindakan untuk memahami suatu kata dari dokumen dan menghasilkan perkembangan pengetahuan pada pembaca. Dengan kata lain membaca merupakan suatu hal dalam merekam informasi yang dilakukan oleh suatu individu (Dadzie, 2008).

Manusia memiliki alasan dan tujuan membaca yang berbeda-beda seperti tujuan menambah ilmu, menghadapi ujian, menghilangkan bosan, kesenangan, dan sebagainya. Begitu juga dengan jenis yang dibaca seperti novel, buku pelajaran, catatan, dan sebagainya. Menurut hasil penelitian tersebut meliputi pentingnya membaca novel, jumlah novel yang dibaca per tahun pelajaran, bahan yang dibaca, waktu luang, keterlibatan dalam membaca, persepsi membaca, pengaruh membaca pada performa akademik, dan tantangan kebiasaan membaca.

Gambar 1. Pentingnya membaca novel atau fiksi

Dari gambar 1 terlihat bahwa alasan pentingnya membaca novel atau fiksi tertinggi adalah sebagai ekspresi diri lebih baik dengan persentase 62,5% dari 1000 responden. 14,9% mengindikasikan ingin belajar sesuatu yang baru, 10,1% sebagai ekspresi membayangkan sesuatu, 8,5% sebagai pelengkap belajar, dan 4% sebagai pengganti kebosanan.

Gambar 2. Jumlah novel atau fiksi yang dibaca

Dari gambar 2 terlihat bahwa 7.0% dari responden membaca 1-2 novel atau fiksi dalam satu tahun pelajaran, 11,1% membaca 3-5 novel atau fiksi, dan 81,9% mengindikasikan bahwa mereka tidak membaca fiksi atau novel dalam periode yang sama. Dari sini terlihat bahwa pembaca novel atau fiksi juga masih sedikit. Menurut Palani (2012), keberadaan media massa juga menjadi penyebab mengapa orang-orang banyak yang tidak tertarik pada membaca buku, novel, koran, dan sebagainya.

Gambar 3. Bahan yang dibaca di perpustakaan

Pada gambar 3. Dari 1000 responden didapat 62,0% opini bahwa mereka membaca catatan kuliah ketika mereka mengunjungi perpustakaan, 25% membaca textbook, 3% membaca novel, dan 10% mereka membaca bahan bacaan lainnya. Menurut Ogbodo (2010), Pelajar seharusnya terdorong untuk membaca majalah untuk relaks, mendinginkan otak, dan mencegah lelah mental.

Gambar 4. Waktu luang

Pada gambar 4 didapat bahwa pada saat waktu luang 62% responden lebih menggunakannya untuk mengunjungi situs social media, 13% membaca novel, 15% menonton film, dan 10% bermain musik.

Gambar 5. Keterlibatan dalam membaca

Pada gambar 5, dari 1000 responden didapat 75% keterkaitan mereka membaca karena alasan untuk lulus ujian, 5% untuk mendapat pengetahuan, 15% untuk memperbaiki dalam berbicara dan menulis bahasa inggris, dan 5% untuk mendapat hiburan dan kesenangan. Dari data tersebut terlihat bahwa memang benar tuntutan agar lulus ujian menjadi faktor utama dalam membaca.

Gambar 6. Persepsi membaca

Pada gambar 6, persepsi tentang membaca ternyata dari 1000 responden 10% membaca itu sulit, 10,1% merasa santai, 10,5% menarik, 12,5% bermanfaat, dan opini terbesar yaitu 56% merasa bahwa membaca sangat membosankan. Dengan ini kebiasaan membaca sangat sulit untuk dilakukan oleh setiap orang.

Gambar 7. Pengaruh membaca pada performa akademik

Pada gambar 7, didapat bahwa dari 1000 responden 56,7% sangat setuju bahwa membaca sangat berpengaruh pada performa akademik, 29,3% setuju, 7,1% tidak setuju, dan 6,9% sangat tidak setuju. Artinya dari survei yang dilakukan mereka menganggap bahwa dengan membaca performa akademik mereka akan lebih baik sehingga terdapat hubungan yang jelas antara membaca dengan performa akademik.

Gambar 8. Tantangan membaca

Pada gambar 8, membahas mengenai tantangan membaca. Didapat dari 1000 responden bahwa 30% dipengaruhi oleh lingkungan rumah, 10% status sosial orang tua, 3% tidak tertarik, dan 57% karena malas. Jadi benar sekali bahwa dari pembahasan sebelumnya bahwa membaca sangat sulit dilakukan terutama karena alasan malas dan sikap dari diri kita nya yang cenderung ingin senang, santai, bermalas-malasan, dan sebagainya.

Selain penelitian di atas, masih banyak lagi penelitian mengenai kebiasaan membaca yang lain seperti oleh Aliye Erdem mahasiswa Universitas Ankara, Turki. Dari penelitian tersebut dia membandingkan kebiasaan membaca dari 2 universitas yaitu Universitas Ankara dengan Erciyes. Dari keduanya memiliki kebiasaan membaca yang baik. Bahan bacaan yang banyak yaitu sejarah, psikologi, humor dan entertainment, dan lainnya. Sedangkan pada waktu luang banyak yang membaca novel, majalah, dan Koran.

Pada penelitian diatas banyak yang beropini bahwa membaca sangat membosankan. ada bebrapa tips agara membaca tidak membosankan. Seperti niat yang kuat, konsentrasi, menggunakan jari sebagai penunjuk, memberi warna tulisan, membaca paragraf yang penting, membuat rangkuman, istirahat setelah 30 menit atauterdapat waktu istirahat, dan masih banyak lagi tips yang lain.

Selain dari tips tersebut, kebiasaan membaca indonesia masih rendah sehingga perlu menengok dari negara maju. banyak negara maju yang budaya membaca sangat baik sehingga bidang pendidikan negara juga baik dan teknologi negara tersebut juga sangat maju seperti Finlandia yang terkenal sangat maju dalam dunia pendidikan hal ini disebabkan perpustakaan di mana-mana, budaya membaca didorong turun temurun, orang tua sering mendongeng, film asing tidak diterjemahkan tetapi diberi subtitle, dan bagi yang orang tua memiliki anak baru dibantu pemerintah dalam pendidikan. Selain Finlandia, kita juga perlu belajar dari kebiasaan membaca Amerika, Jepang, Australia, Jerman, dan negara maju lainnya.

Kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Namun lebih baik jika dibandingkan dengan Ghana sebab Ghana tidak masuk ke dalam 61 besar tersebut.

Menurut UNESCO pada tahun 2015, laju literasi Indonesia sebesar 93,9% sedangkan Ghana hanya 76,6%. hal ini menunjukan bahwa minat baca Indonesia yang rendah masih lebih baik jika dibandingkan Ghana.

Kesimpulan nya dengan membaca performa akademik pelajar akan semakin baik. Jadikan membaca benar-benar suatu kebiasaan bagi kita, terutama bagi pelajar indonesia bahkan untuk seluruh warga Indonesia. Dengan tingkat kebiasaan membaca yang tinggi maka Indonesia suatu saat akan menjadi Negara besar yang terus maju di bidang apapun.

Referensi:

[1] Owusu-Acheaw, M., Agatha, G.L. (2014). Reading Habits Among Students and its Effect on
Academic Performance: A Study of Students of
Koforidua Polytechnic. Library Philosophy and Practice (e-journal). 1130.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwin5sfY-KTcAhVQAogKHb1VDQUQFggwMAE&url=https%3A%2F%2Fdigitalcommons.unl.edu%2Fcgi%2Fviewcontent.cgi%3Farticle%3D2908%26context%3Dlibphilprac&usg=AOvVaw1ExYJrJuD5JS6pEPscRsNd

[2] Erdem, A.(2014) research on reading habits of university students:
(Sample of Ankara University and Erciyes University).Procedia – Social and Behavioral Sciences 174 ( 2015 ) 3983 – 3990.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi77J3b-6TcAhWNAYgKHUW9A8cQFgg3MAI&url=https%3A%2F%2Fwww.researchgate.net%2Fprofile%2FAliye_Erdem%2Fpublication%2F277651526_A_Research_on_Reading_Habits_of_University_Students_Sample_of_Ankara_University_and_Erciyes_University%2Flinks%2F55a04fc208aef92d04ce3575%2FA-Research-on-Reading-Habits-of-University-Students-Sample-of-Ankara-University-and-Erciyes-University.pdf&usg=AOvVaw32M8Sk8cFJgPpYjCBBciLz

[3] https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjT88f9uKjcAhWVzmEKHUatDsYQFgg0MAI&url=https%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FList_of_countries_by_literacy_rate&usg=AOvVaw2vQ4_t_yaRfFrmWyKccLJV

[4] http://membacaagartidakmembosankan.blogspot.com/

[5] https://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data

[6] https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0ahUKEwiXkJ7NxajcAhWEZt4KHSUwAhsQFgg4MAM&url=https%3A%2F%2Fid.linkedin.com%2Fpulse%2Fmenengok-budaya-membaca-buku-di-beberapa-negara-jm-wilson-purba-&usg=AOvVaw3PhKa3ginBNJ3XAXOvSNIh

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Saepullah

Saepullah

Mahasiswa Akademi Teknologi Pulp dan Kertas Bandung

Satu tanggapan untuk “Pentingnya Kebiasaan Membaca terhadap Performa Akademik Pelajar

  • 29 Juli 2018 pada 18:32
    Permalink

    Mantap.. TerTerima ka infonya gan
    Terus berkarya.

    Penilaian Komentar
    Balas

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar