Siringmakar 18: “Prospek Berkarir Bidang Nuklir di Indonesia”

Pemateri : Muhammad Rizki Oktavian

Moderator : Sofiana Afifah Jamil

 

Perkenalkan teman-teman, saya Rizki, alumni Teknik Nuklir UGM. Sekarang, saya juga Mahasiswa Master tahun kedua di program Master of Science in Engineering (MSE), Nuclear Engineering, University of Michigan, Ann Arbor, USA.

Pengalaman kerja saya, beberapa kali menjadi asisten kuliah, asisten lab. dan asisten peneliti di UGM. Kegiatan lain ketika kuliah S1 dulu saya aktif di Komunitas Muda Nuklir Nasional (Kommun) sebagai kepala departmen kajian ilmiah. Juga pernah menjalani magang di PT. Radiant Utama sebagai radiografer dan juga pernah berpengalaman magang sebagai analis reaktor nuklir di PT. Ensterna.

Di Michigan, saya juga aktif sebagai asisten riset di laboratorium Nuclear Reactor Analysis and Methods (NURAM) di bawah supervisor Professor Downar.

Mungkin belum banyak pengalaman saya di dunia kerja, tapi hari ini saya akan berusaha untuk berbagi kepada teman-teman sekalian tentang prospek kerja di bidang teknologi nuklir di Indonesia.

Kalau pengen tahu lebih jauh lagi, silahkan dibaca CV, hehe

Nah, setelah ini, kita masuk materi ya.

Berbicara tentang prospek berkarir di bidang nuklir tidak terlepas dari seberapa jauh teknologi nuklir yang diaplikasikan di Indonesia. Meskipun Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sudah puluhan tahun berdiri di Indonesia, belum ada PLTN yang berhasil dibangun di Indonesia. Aplikasi teknologi nuklir sementara ini hanya sebatas pada pemanfaatan non-energi (iradiasi), diantaranya pemuliaan tanaman, pengawetan makanan, radioterapi, kedokteran nuklir, dan penerapan iradiasi lain.

Nah, terus apa aja dong yang bisa kita lakuin untuk berkarir di bidang nuklir? Simak ulasan berikut.

Sudah saya siapkan list, ada 6 macam karir (bisa ditambah lagi) di bidang nuklir yang tersedia di Indonesia.

  1. Peneliti (di BATAN atau lembaga riset lain)
batan.go.id/ 2018

BATAN merupakan Lembaga penelitian di Indonesia yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan riset nuklir demi kesejahteraan Indonesia. Selain riset, BATAN juga melakukan pengelolaan limbah nuklir di Indonesia serta memberikan pelatihan dan sertifikasi untuk pekerja yang berkaitan dengan teknologi nuklir.

BATAN mempunyai tiga buah reaktor riset yang ada di Tangerang, Bandung dan Yogyakarta. Karena namanya reaktor riset, reaktor-reaktor tersebut tidak akan digunakan untuk pembangkitan daya listrik. Reaktor-reaktor milik BATAN digunakan untuk tujuan penelitian, pelatihan dan produksi radioisotop. Ditambah lagi, BATAN sekarang sedang membangun Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang akan digunakan untuk menunjukkan teknologi terbaru yang dikuasai negeri ini sekaligus mendemonstrasikan kepada masyakarat bahwa PLTN itu aman.

Oh iya, BATAN juga secara periodik menerima mahasiswa/ alumni untuk magang disana, lho. Kesempatan yang bagus jika ingin tahu lebih dalam dunia riset nuklir. Berikut website BATAN jika ingin tau lebih mendalam tentang BATAN https://www.batan.go.id/index.php/id/

 

  1. Pengkaji kebijakan nuklir di BAPETEN
bapeten.go.id/ 2018

Selain BATAN, badan pemerintah yang juga bergerak di bidang nuklir adalah BAPETEN atau Badan Pengawas Teknologi Nuklir Nasional. Namun, berbeda dengan BATAN, BAPETEN tidak bergerak di bidang teknologi, namun bergerak di bidang hukum, khususnya dalam pengawasan penggunaan tenaga nuklir di Indonesia. Berikut website BAPETEN jika berminat ingin tahu lebih jauh https://www.bapeten.go.id/

Nah, BAPETEN ini sesuai untuk teman-teman yang berasal dari klaster Soshum ketika kuliah. Sama seperti BATAN dan lembaga pemerintah lain, perekrutan tenaga kerja di BAPETEN dilakukan melalui rekruitmen CPNS.

 

  1. Akademisi

Karir berikutnya yang bisa dijalani di bidang nuklir tentunya adalah Akademisi. Maksudnya, pekerjaan yang berhubungan dengan dunia akademik, utamanya adalah Dosen. Dosen, berbeda dengan guru, tidak hanya mempunya tugas mendidik, namun juga mempunyai kewajiban meneliti dan mengabdi pada negara.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa kampus yang membuka jurusan perkuliahan di bidang nuklir, baik yang spesifik maupun secara umum. Diantaranya adalah S1 dan S2 Teknik Nuklir UGM, S1 Fisika UI Peminatan Fisika Medis, S1 Fisika ITB Peminatan Fisika Nuklir dan D4 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Mohon koreksinya, jika ada yang belum tersebut. Namun, secara garis besar, itulah kampus-kampus yang menyediakan perkuliahan di bidang nuklir.

 

  1. Rumah Sakit (Kedokteran Nuklir)

Ahli radiologi, fisikawan medis dan dokter spesialis kedokteran nuklir masih banyak dibutuhkan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Terutama rumah sakit tingkat kota atau provinsi, kebutuhan akan radiodiagnostik dan radioterapi sangat banyak. Bahkan seorang pasien umumnya menganteri berbulan-bulan demi mendapat perawatan radioterapi untuk penyakit kanker.

 

  1. Radiografer untuk Non-Destructive Testing

Non-Destructive Testing adalah pengujian alat-alat pabrik (pipa, sambungan, dll.) tanpa perlu merusak alat tersebut. Sinar gamma dari radiasi bahan  nuklir biasa digunakan di sini untuk pengujian apakah alat-alat pabrik mengalami kecacatan atau tidak.

 

  1. Bergabung di Perusahan Teknologi Nuklir
ensterna.com/ 2018

Perusahaan yang memang fokus di bidang nuklir memang belum terlalu populer di Indonesia. Untuk BUMN, dulu ada PT. Batantek yang kemudian berubah nama menjadi PT. INUKI. Perusahaan ini bergerak di produksi dan penyediaan radioisotop yang digunakan di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Namun, karena suatu hal, perusahaan ini sedang melambat perkembangannya (mohon koreksi jika salah).

Di sektor swasta, hadir beberapa tahun yang lalu, PT. Energi Sterila Higiena (PT. Ensterna) yang baru terjun dan menjadi pelopor perusahaan swasta pertama di Indonesia yang bergerak di bidang nuklir. Perusahaan ini didirikan oleh salah seorang putra bangsa, Bapak Ir. Yudiutomo Imardjoko, Ph.D.

Sekarang, PT. Ensterna fokus untuk bergerak di produksi radioisotop sembari mulai masuk ke sektor energi dengan desain reaktor thorium, thorium generator dan baterai nuklir. Untuk yang ingin lebih jauh mengenal tentang perusahaan ini, silahkan kunjungi websitenya di http://www.ensterna.com

Demikian uraian yang dapat saya sampaikan. Silahkan jika ada pertanyaan, saya kembalikan ke moderator. Terima kasih 🙂

 

Sesi Tanya-Jawab (Q&A)

  1. Q. Teddy : Kan negara kita besahabat sudah lama sekali ya dengan Russia. Dan Russia itu negara pembuat nuklir terbesar kan. Indonesia dari dulu sudah sering kali ditawari kerjasamanya dalam bidang PLTN. Jadi pertanyaannya kenapa Indonesia tidak menyetujuinya saja dalam kerjasama PLTN itu…🙏 | A. Nah, memang betul sudah banyak yang mencoba “meminang” negara kita untuk dibangun PLTN, termasuk Rusia. Bahkan setahu saya, Rusia mau membiayai semua biaya pembangunan PLTN, Indonesia tinggal pakai saja. Tapi kembali lagi, bukan ranah teknologi lagi. Namun, ke politik hubungan luar negeri. Jadi, memang permasalahan pembangunan PLTN cukup pelik juga. Untuk ini, saya tidak bisa menjawab detail, hanya gambaran ringkas bahwa permasalahannya adalah non-teknis. Apakah menjawab?.
  2. Q. Khafidhotur Rifliyah: Tadi kan dijelaskan bahwa aplikasi teknologi nuklir sementara ini hanya sebatas pada pemanfaatan non-energi (iradiasi), diantaranya pemuliaan tanaman, pengawetan makanan, radioterapi, kedokteran nuklir, dan penerapan iradiasi lain?. Yang saya tanyakan yang dimaksud pemanfaatan non-energi itu bagaimana?. Bukannya untuk membuat suatu perlakuan seumpama pemuliaan tanaman itu juga ada energi nuklir yang dipindahkan pada tanaman,  atau bagaimana?.  Mohon penjelasannya. | A. Pertanyaan yang bagus, sangat kritis. Memang benar, semua aplikasi nuklir itu melibatkan energi. Namun, yang saya maksudkan di uraian sebelumnya adalah yang menggunakan iradiasi. Sedangkan untuk pemanfaatan energi nuklir adalah penggunaan energi secara besar, yaitu dalam bentuk PLTN (hingga 1 Gigawatt energi lebih). Dibandingkan dengan iradiasi yang energinya hanya kisaran miliwatt.
  3. Q. Intan : Kak saya mau tanya, saya kan masih SMA kelas 12, kalau kuliah jurusan teknik nuklir itu belajar apa saja sih?. Kalau sudah lulus kerjanya gimana? | A. Wah, mantap nih, sudah mau masuk kuliah. Nah, belajarnya ya banyak hal di teknik nuklir, namun memang fokus di matematika, fisika dan kimia (dengan judul kuliah yang berbeda-beda). Kalau ingin tahu lebih lanjut tentang kurikulum teknik nuklir bisa dilihat di sini https://tf.ugm.ac.id/images/akademik/Kurikulum_TN_2016.pdf . Kalau pekerjaannya, sudah diterangkan di materi tadi, hehe.
  4. Q. Made agus andi gunawan:  Jika ada badan pengawas nuklir, apakah penggunaan nuklir di masyarakat sudah terindikasi atau adakah yang sudah memakai nuklir secara ilegal sehingga dibentuk badan pengawas itu? | A. Dibentuknya badan pengawas nuklir adalah peraturan dari International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai lembaga nuklir internasional bahwa harus adanya lembaga pengawasan yang terpisah dari badan nuklir nasional. Pemakaian nuklir secara ilegal memang ada, namun bukan untuk bom, lebih ke penggunaan bahan-bahan nuklir yang tidak sesuai prosedur keselamatan. Itu yang perlu diawasi di Indonesia.
  5. Q. Fadlul : Pertanyaan saya, bagaimana mengubah paradigma orang tentang nuklir yang cuma beranggapan kalau kaitannya pasti sama bom? Kan akhir-akhir ini sering kasusnya di Indonesia. Terima kasih | A. Paradigma itu yang juga jadi PR besar untuk kita semua. Mindset orang-orang yang perlu kita ubah pelan-pelan dari diri kita sendiri. Harapannya, misalnya, orang yang sudah tahu dan paham tentang pemanfaatan nuklir (seperti teman-teman di grup ini) dapat membagikan pengetahuannya tentang nuklir ke kerabat atau teman-teman lain. Sehingga, tidak ada lagi kesalahpahaman tentang nuklir.
  6. Q. Tsaqif : Tadi sempat dijelaskan kalau perekrutan BAPETEN berasal dari klaster soshum, apakah tetap ada kewajiban untuk memiliki pengalaman belajar di bidang nuklir juga? | A. Untuk belajar nuklir tentu ada keharusan tentang itu. Namun, pastinya beda dengan yang murni belajar teknologinya. Setidaknya, pengetahuan nuklir itu cukup untuk menyusun kebijakan dan peraturan tentang teknologi nuklir.
  7. Q. Saepullah : Untuk nuklir yang penerapannya dengan radiasi seperti cek alat-alat, bagaimana dan darimana sumber radiasinya itu?, Apakah dari reaktor nuklir juga? | A. Radiasi nuklir yang digunakan untuk radiografi berasal dari bahan-bahan radioaktif. Bahan radioaktif bisa didapat di alam, bisa juga yang sengaja dibuat di dalam reaktor. Yang selanjutnya dimanfaatkan adalah sinar radiasi yang didapat dari proses peluruhan bahan radioaktif tersebut.
  8. Q. Intan : Kak, boleh tanya lagi gak?. Kan kalau soal pekerjaan sudah ada jawabannya. Mau tanya kenapa sih kak Rizki bisa kuliah ambil jurusan teknik nuklir?, Motivasinya apa?, Motivasi ambil teknik nuklir? | A. Hehe, mau jadi iron man, wkwkwk, bercanda deh. Yang pasti jurusan itu langka di Indonesia, jadi pasti peluang kerjanya eksklusif untuk kita. Terus, prospek ke depan untuk teknologi nuklir itu wah banget. Dalam beberapa puluh tahun ke depan, penggunaan sumber energi fossil mau ngga mau  harus dikurangi, sedangkan sumber energi terbarukan tidak mencukupi, sehingga energi nuklir jadi solusi terbaik untuk energi di masa depan.
  9. Q. Alan : Saya mau bertanya, saya mahasiswa dari ITS Surabaya, mas. Berhubung di ITS sendiri tidak ada yang berkaitan dengan nuklir, apakah bisa kami berkecimpung di dunia nuklir semisal di PLTN dll ? | A. Tenang saja, Alan. PLTN ngga cuma butuh teknik nuklir saja kok, butuh jurusan-jurusan lain. Nah, misal S1 nya bukan teknik nuklir, bisa juga S2 atau S3 teknik nuklir jika mau lebih lanjut berkecimpung di bidang nuklir. S2 Teknik Fisika UGM peminatan Teknik Nuklir sudah dibuka juga, bisa double degree ke Perancis juga. Belum lagi opsi-opsi kuliah ke luar negeri. Tetap semangat.
  10. Q. Teti: Kak, apa ada resiko khusus untuk perempuan yang ingin bekerja seputar bidang nuklir?(kecuali akademisi). | A. 10 dan 11 saya bahas sekaligus, ya, karena berhubungan,Pekerjaan di bidang teknologi nuklir adalah salah satu pekerjaan yang teraman di dunia, karena memang standar safety yang diterapkan sangat tinggi. Bandingkan saja, untuk batu bara, angka kematian berada pada kisaran 100.000 orang per PWh, sedangkan nuklir hanya 90 orang per PWh.Nah, dengan tingkat keamanan seperti itu, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan di pekerjaan ini.
  11. Q. Ameldo_ Ilmuwan nuklir indonesia apa saja kerjaan nya, Soalnya pernah ada bahasa indonesia terbatas pada penelitian.  Jadi penelitian mengenai uranium dll jarang ada atau dilanjutkan, Apakah ada penelitian rahasia? | A. Kalau penelitian rahasia, berarti rahasia, saya juga ngga tahu berarti, hehe. Penelitian masih terus dilanjutkan kok, di Indonesia banyak penelitian tentang nuklir, dapat dibaca di jurnal-jurnal ilmiah, baik yang gratis atau berbayar. Hanya aplikasinya yang belum bisa dilakukan karena alasan politis dan macam hal. Jika Pemerintah sudah bilang go nuclear, akan bisa diterapkan penelitian2 itu.

Penutup

Terima kasih atas perhatiannya, teman-teman sekalian. Mohon maaf jika ada salah kata atau kurangnnya data karena berbagai keterbatasan. Tetap aktif dan belajar nuklir demi kedaulatan bangsa kita.

Semangat selalu!

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Nailul Izzah

Nailul Izzah

Pembelajar | Penikmat kopi | DIII Teknik Kimia Undip Alumni | Semarang | nailul.izzah91@gmail.com

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar