Polusi Cahaya Mempengaruhi Proses Migrasi Burung

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerataan listrik adalah masalah yang krusial sekarang. Dampaknya masih banyak daerah yang belum teraliri listrik sehingga ketika malam hari daerah tersebut gelap gulita. Dilansir dari Detik.com, di penghujung tahun 2017 Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis mampu mengejar target menerangi 1.096 desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ilustrasi permukaan bumi ketika malam hari

Lalu apa pengaruh elektrifikasi terhadap lingkungan?

Pengaruh persebaran listrik terhadap lingkungan tentu ada, jika kita melihat efek pemerataan listrik, maka tidak akan berjauhan dengan yang namanya polusi cahaya. Cahaya buatan yang berlebihan dapat mengganggu ritme sirkadian dan disorientasi selama migrasi burung terutama burung migran nokturnal seperti burung penyanyi, unggas air, dan burung pantai. Para burung ini dihadapkan masalah seperti polusi cahaya dan polusi udara. Seperti yang diulas di atas tadi polusi cahaya disebabkan cahaya buatan yang berlebihan dan arah cahaya yang salah arah.

Migrasi burung

Migrasi burung terbagi dua yaitu nokturnal (dilakukan pada malam hari) dan diurnal (dilakukan pada hari yang cerah/siang hari).  Spesies burung yang melakukan migrasi diurnal biasanya sejenis raptor, elang, dan pemakan serangga. Sedangkan spesies burung yang melakukan migrasi nokturnal biasanya sejenis burung kicau, unggas air, dan burung yang menghuni pantai.

Migrasi burung nokturnal

Beberapa penyebab migrasi nokturnal telah diketahui seperti struktur atmosfer yang nyaman, menghindari predator, dan perlunya pencarian makan di siang hari. Namun, prinsip umum yang menetukan kebiasaan migrasi nokturnal dan diurnal belum diketahui secara pasti. Terdapat beberapa keuntungan yang jelas bila migrasi di malam hari, seperti waktu makan dapat dimaksimalkan sebelum dan setelah migrasi berlangsung.

Baca juga:

Solusi mengatasi masalah polusi cahaya terhadap migrasi burung

Demi mengurangi efek polusi cahaya terhadap manusia dan alam sekitar kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Mengetahui sumber dan efek dari polusi cahaya. Mengetahui efek dan sumber polusi cahaya adalah kunci penting untuk anda agar tahu bagaimana cara meminimalisir efeknya tersebut.
  2. Menghadapkan lampu ke bawah dan menggunakan corong lampu. Menghadapkan lampu ke bawah dan penggunaan corong lampu dapat meminimalisir cahaya lampu tumpah ke angkasa sehingga dapat mengurangi dampak polusi cahaya.
  3. Meminimalkan penggunaan lampu apabila tidak diperlukan. Ini adalah cara termudah untuk mengurangi polusi cahaya selain itu cara ini dapat mengurangi biaya pembayaran listrik.
  4. Mengurangi penggunaan lampu hias juga sangat membantu untuk mengurangi polusi cahaya.
  5. Penggunaan lampu  kendaraan standart ketika malam hari dan tidak menggunakan lampu yang berlebihan sangat disarankan dalam hal ini. Selain untuk mengurangi polusi cahaya penggunaan lampu kendaraan yang standart dan tidak menggunakan lampu yang berlebihan dapat juga mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya.

Selain penjelasan diatas masih ada banyak lagi contoh,solusi dan penyebab dari polusi cahaya. Sebagai manusia sudah seharusnya kita bijak dalam memanfaatkan penggunaan lampu dan cahaya agar  dapat menjaga kestabilan alam.

 

Referensi:

  • https://finance.detik.com/energi/d-3719072/1096-desa-dapat-akses-listrik-tahun-ini. Diakses pada 13 Agustus 2018.
  • https://www.nature.com/articles/s41598-018-21577-6. Diakses pada 13 Agustus 2018.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19459237. Diakses pada 13 Agustus 2018.
  • https://www.conserve-energy-future.com/impressive-ways-reduce-light-pollution.php. Diakses pada 13 Agustus 2018.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *