Menyikapi Disruption: Takut & Kemaruk Vs. Semangat & Siap Belajar

Menyikapi Disruption: Takut & Kemaruk Vs. Semangat & Siap Belajar

Era Disruption, sebenarnya bukanlah era yg berdiri sendiri. Ini hanyalah fase ke-3 dari 6 Fase Exponential Shock. Mari kita nikmati sejenak ulasannya.

Intinya, setiap Industri yg disentuh teknologi informasi, (dan sekarang hampir semua kena sentuhan mautnya) akan mengalami 6 fase transformasi, yg disebut Peter Diamandis: “6D’s of Exponential Growth”

1. Digitalization (Transformasi dari analog menjadi Digital. Misal: Kodak menemukan Foto Digital. Atau Musik, Film, Buku, dll dijadikan bentuk digital MP3, MP4, PDF, dll)

2. Deception (Kodak tertipu karena dikira ini teknologi amatir yg ndak bakal bisa menggantikan keindahan dan ketajaman foto manual, karena saat itu resolusinya masih 0,1 Mega Pixel).

3. Disruption (Diluar kendali Kodak, tiap 18 bulan, ketajaman foto digital naik 2x lipat secara eksponensial. Dan pada saat ketajamannya mencapai 2 Mega Pixel, kualitasnya sudah sama dengan foto analog. Saat itulah Kodak mulai terdisrupsi.) Fase inilah yg bikin kehebohan disana sini, karena di fase ini, Uber mendisrupt perusahaan taxy, AirBnB mendisrupt Hotel, dll. Terjadi kepanikan masal karena dipikir dunia (minimal bisnis kita) akan runtuh.

4. Dematerialization (semua produk digital akhirnya tidak perlu wadah “material” karena tiba2 semua bisa disimpan di Cloud yg siap diunduh kapanpun dan dimanapun. Jadi silahkan dibuang Semua hardisk yg beirisi koleksi Foto digital anda. Upload aja ke Google Foto yg gratis penyimpanannya, kapanpun, dimanapun, pake alat apapun yg kompatibel, jika anda perlu foto itu tinggal download)

5. Demonetization (Begitu semua tidak dalam wadah material, maka harganya makin lama makin turun. Dan satu saat bisa sangat murah dan terjangkau buat semua. Begitu buku sudah di .Pdf kan, harganya nyaris Nol. Silahkan aja ke koleksi 300 juta buku gratis di: ‪www.pdfdrive.net.‬ Sekarang semua Musik, foto, buku, film, serial tv sudah dibikin versi digitalnya, yg kita masih diminta bayar, tapi ini makin lama makin murah, karena tidak ada lagi “biaya cetak”.

6. Democratization (Pada puncaknya, semua produk akan menjadi murah dan tersedia buat semua orang. Anda telah merasakan sebagian, Video call gratis, HP Murah, Belajar & Baca Buku, Nonton Film dan dengar musik gratis, dll. Inilah fase Abundance for All: Keberlimpahan buat semua)

Maka mestinya, era disruption itu tidak perlu ditakuti atau bikin panik, cuman perlu dipahami bahwa ini bagian dari revolusi kemajuan peradaban yg makin lama akan makin cepat dan insya Allah mengarah pada perbaikan buat semua.. the greatest good for the greatest number of people. Kalau dalam revolusi ada korban2 yg bergelimpangan karena ndak cukup paham dan tanggap, itu hal yg biasa. Nanti juga mereka akan belajar.

Nah anda perlu belajar apa untuk menyiapkan diri dengan penuh optimisme untuk menyambut dan berperan besar di era “exponential abundance” ini?

1. Sadarilah Exponential Technology yg dalam 100 tahun terakhir tetap ajeg bergerak secara exponential, tidak akan melambat apapun yg terjadi pada dunia. Tidak peduli ada resesi tahun 1930-an, ada 2 kali perang Dunia dimana puluhan juta orang terbunuh, ada jatuh bangunnya ekonomi dunia, Kemajuan teknologi tidak melambat sedikitpun. Jadi ini bukan trend sesaat, tapi perubahan fundamental yg berkelanjutan.

2. Pahamilah dampak2nya pada anda, keluarga anda, dan perusahaan anda. Kalau anda Walikota, gubernur dan presiden, pimpinlah birokrasi dan rakyat anda untuk siap melakukan transformasi besar2an. Tapi peliharalah semangat optimisme, kerjasama dan abundance mind-set, bukan kekalutan, persaingan dan scarcity mind-set.

Baca juga:

3. Milikilah skill untuk menjawab tantangan dan kesempatan besar ini dengan belajar dan segera mempraktikkan dalam diri dan bisnis anda: “Exponential Technologies, Exponential Organization, Blue Ocean Shift” dan Tools2 untuk menjadi pemain utama yg ikut mengarahkan masa depan umat manusia*.

4. Juga milikilah paradigma Holistic Person, dimana selain mengembangkan faktor inteletual dan fisik (yg peran manusia bakal diambil alih robot & komputer), kita perlu akselerasi pengembangani kecerdasan spiritual, emosi & sosial (peran2 dimana robot+komputer masih kalah jauh, bahkan tidak bakal bisa menandingi manusia)

Catatan: * Iya, anda di era “exponential shock” ini punya kesempatan untuk punya pengaruh global (pada seluruh umat manusia), bukan hanya satu kampung atau satu perusahaan atau satu kota. Anda tidak perlu jadi presiden atau sekjen PBB untuk itu. Saat ini setiap orang, dengan “Amplifier” yg namanya Media Social, dengan strategi yg tepat, bisa berteriak yg didengar secara viral oleh jutaan, puluhan juta, bahkan Milyaran manusia.

What an amazing time to live, right?

Bloomington, Ahmad Faiz Zainuddin
Mahasiswa MBA
Warwick Business School, UK
Indiana University, USA
Alumni Singularity University, Silicon Valley, USA

Abdul Halim

Menamatkan program ST dan MT di Jurusan Teknik Kimia ITS. Sedang menempuh PhD di University of Tsukuba. Meneliti pemanfaatan bio-nanomaterial untuk pengolahan limbah cair.
Abdul Halim
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *