Menilik Model Matematika dari Mesin Waktu yang Dirumuskan Fisikawan

Dua orang fisikawan dunia telah angkat bicara dan mengklaim bahwa mereka menemukan sebuah model matematika yang bisa digunakan untuk membuat mesin waktu teoretis. Mesin waktu teoretis tersebut berupa sebuah “kotak” yang dapat bergerak melalui ruang dan waktu, baik maju ke masa depan maupun mundur ke masa lalu. Dua orang fisikawan tersebut adalah Benjamin K. Tippett dari University of British Columbia Kanada dan David Tsang dari University of Maryland Amerika. Kajian teoretis mereka berdua dipublikasikan di jurnal Classical and Quantum Gravity pada 31 Maret 2017. Jurnal Classical and Quantum Gravity merupakan jurnal dengan rank Q1 yang memiliki H-index 137.

Benjamin dan David mengungkapkan bahwa cara membuat mesin waktu adalah menggunakan lengkungan dari ruang dan waktu untuk membengkokkan waktu ke sebuah lingkaran, yang mana lingkaran itu nantinya membawa seseorang (yang ada di dalam kotak itu) untuk menjelajahi waktu ke masa depan maupun ke masa lampau.

Ilustrasi penjelajah waktu yang menggunakan “kotak” untuk dapat menuju masa lalu dan masa depan. Waktu yang dialami oleh orang di A (penjelajah) dan di B (pengamat) tentu akan berbeda.

“Orang-orang berpikir kalau penjelajahan waktu adalah sesuatu yang fiksional,” ujar Benjamin. “Dan kami cenderung berpikir itu (mesin waktu) tidak mungkin karena kami tidak benar-benar melakukannya. Tapi, secara matematis, itu (mesin waktu) mungkin.”

Bersama dengan David, Benjamin mendasarkan model matematisnya pada Teori Relativitas Umum, yang kemudian modelnya ini disebut sebagai Traversable Acausal Retrograde Domain in Space-time (TARDIS).

Model ini tidak lagi memandang alam semesta dengan 3 dimensi spasial bersama dimensi keempat (waktu) secara terpisah, melainkan dengan mengilustrasikan 4 dimensi itu secara bersamaan. Atau singkatnya, mereka berdua memandang bahwa dimensi ruang dan dimensi waktu harus dilihat secara bersamaan.

Untuk memahami maksud dari konsep yang mereka ajukan, sangatlah penting untuk mengerti konsep Fisika dari “ruang dan waktu”. Hal ini dikarenakan dalam ilmu Fisika, kita tidak bisa memisahkan “ruang” dari “waktu” maupun sebaliknya, melainkan “ruang dan waktu” adalah suatu kesatuan.

Ruang-waktu adalah suatu konsep fundamental dalam Teori Relativitas Umum Einsten, yang mana konsep tersebut merupakan pemahaman terbaik tentang gravitasi yang dimiliki umat manusia sejauh ini.

Relativitas Umum menyatakan bahwa suatu objek cenderung mengikuti jalan terdekat melalui ruang dan waktu. Jadi, kunci utama dari ide mesin waktu ini adalah jalan yang dilalui oleh suatu objek itu bergantung pada geometri dari ruang-waktu itu sendiri. Geometri eksotis yang diajukan oleh Benjamin dan David memperbolehkan penjelajahan waktu.

Geometri eksotis sendiri adalah kelas ketiga dari geometri, yang mana dapat memperbolehkan terjadinya penjelajahan dengan kecepatan cahaya. Hal ini terjadi dengan menggunakan eksistensi dari closed timelike curves (CTCs). Berikut adalah bentuk metrik persamaan matematis dari geometri eksotis tersebut:

Bentuk metrik persamaan matematis dari geometri eksotis yang diajukan.

Benjamin dan David mengajukan beberapa ‘gelembung’ geometri yang dapat bergerak dalam putaran melingkar, yang mana secara matematis, jika gelembung ini dapat mencapai lebih dari kecepatan cahaya, waktu dapat berjalan mundur.

Evolusi dari batas-batas gelembung, seperti yang dilihat oleh pengamat dari luar gelembung.

Pengamat yang bergerak dalam gelembung ini dapat bergerak “bebas” dalam dimensi waktu, sementara pengamat yang ada di luar dapat mengamati penjelajah waktu dalam gelembung yang bergerak mundur dalam waktu dan “membuat utuh kembali” gelembung yang pecah.

Bagaimana pun juga, bersamaan dengan penggunaan eksistensi closed timelike curves (CTCs), hukum sebab-akibat tidak lagi berlaku. Lintasan dalam dimensi waktu adalah putaran tertutup, dan mengakibatkan suatu kejadian dapat terjadi secara bersamaan dengan penyebabnya.

Hal ini pun memunculkan suatu paradoks. Dimana seharusnya kejadian A menyebabkan kejadian B, tapi lewat penjelajahan waktu, semuanya berubah. Bisa saja kejadian B itulah yang malah menyebabkan terjadinya kejadian A.

Hukum sebab-akibat yang menjadi tidak berlaku membawa ruang bagi kemungkinan yang berkaitan dengan keberadaan “kehendak bebas” yang tidak bisa dihindari. Bagaimana pun juga, keadaan ini menjadi sangatlah filosofis.

Sebelum kita terhanyut dalam ide besar dari penjelajahan waktu ini, harus kita sadari bahwa para peneliti tidak dapat memastikan bahwa kita dapat membangun mesin waktu ini di jangka waktu saat ini.

Para fisikawan mengatakan bahwa materi eksotis yang dibutuhkan untuk merealisasikan model mesin waktu ini sangatlah langka, yang bahkan kita belum berhasil menemukannya.

 

Referensi

[1] Bec Crew. 2018. Physicists Say They’ve Come Up With a Mathematical Model For a Viable Time Machine. Diakses pada tanggal 4 September 2018.

[2] Shatwell, Peter. 2017. New Mathematical Model For Time Machine Proposed. Diakses  pada tanggal 4 September 2018.

[3] Ingham, Lucy. 2017. Time Travel Is Possible, According to Mathematical Model. Diakses pada tanggal 4 September 2018.

[4] Tippett, B.K. and Tsang, D., 2017. Traversable acausal retrograde domains in spacetime. Classical and Quantum Gravity34(9), p.095006..

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar