Mengapa Warstek hanya Menerbitkan 1 Artikel dalam 1 Hari?

Mungkin pertanyaan tersebut muncul di benak pembaca dan kontributor (penulis artikel) Warstek. Pada artikel ini tim Editor Warstek akan membahasnya secara gamblang. Jika ada kritik dan saran mohon sampaikan di kolom komentar.

1. Menjaga kualitas artikel

Warstek memiliki jumlah kontributor sebanyak  431 orang, adapun rinciannya adalah 47 orang sebagai kontributor tetap dan 384 orang sebagai kontributor junior. Kontributor junior adalah kontributor pemula yang harus menerbitkan minimal 10 artikel di warstek.com agar dapat menjadi kontributor tetap Warstek.

Bayangkan jika 1 kontributor dapat menulis 1 artikel perbulannya, harusnya dengan jumlah kontributor yang sangat banyak tersebut (431 orang) maka Warstek bisa menerbitkan lebih dari 10 artikel perharinya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dari 384 orang kontributor junior masih ada yang belum menulis sama sekali dan masih berusaha untuk beradaptasi.

Dengan diterbitkannya hanya 1 artikel perhari, maka diharapkan kontributor dapat menjalani proses penulisan artikel secara sempurna. Dari tahap persiapan berupa pencarian topik saintek yang terupdate, terpopuler, hingga terviral, kemudian tahap penulisan yang sebisa mungkin agar dapat dimengerti oleh mayoritas masyarakat Indonesia dan berasal dari sumber terpercaya, hingga tahap revisi untuk menyempurnakan tulisan. Revisipun bisa dilakukan berkali-kali hingga benar-benar bisa menyajikan artikel yang berkualitas kepada pembaca. Jadi artikel yang terbit di Warstek adalah artikel yang  telah melalui proses cukup panjang.

 

2. Tidak membiarkan pembaca warstek banjir informasi

Setiap artikel yang terbit di Warstek maka akan langsung disebarkan melalui 4 grup WA yang berisi pembaca dan penikmat Warstek (785 orang), lebih dari 800 email, dan juga disebar pada seluruh sosial media Warstek (IG story, telegram, line official, twitter, dan google+). Ingin bergabung di grup diskusi WA Warstek agar tidak tertinggal informasi Sains dan Teknologi? Silahkan klik warstek.com/gabung. Jika ingin bergabung sebagai kontributor Warstek, maka silahkan follow IG Warstek atau sosial media Warstek yang lain karena pembukaan kontributor hanya akan dilakukan setiap 2 atau 3 bulan sekali.

Dengan hanya 1 artikel yang dishare perhari, maka pembaca Warstek yang terhubung ke berbagai macam saluran tersebut tidak merasa terganggu dan terbanjiri informasi.

 

3. Memberikan kesempatan kepada kontributor untuk menyebarkan seluas-luasnya artikel yang telah dibuatnya  

Hari disaat artikel seorang kontributor diterbitkan adalah “hari milik kontributor” tersebut.  Dengan hanya 1 artikel yang terbit dalam 1 harinya, maka kontributor dapat menyebarkan artikel terbit yang telah ditulisnya dengan masif dan seluas-luasnya tanpa ada kesan “spamming”.

Bayangkan jika ada 3 kontributor Warstek dalam 1 grup WhatsApp. Pada suatu hari artikel ketiga kontributor sama-sama terbit, maka grup WhatsApp tersebut akan dibanjiri dengan link-link Warstek. Hal ini tentu saja akan membuat anggota grup menjadi risih dan malas membacanya karena dianggap sebagai spam.

Lantas bagaimana menyebarkan link artikel dengan baik dan elegan?

a. Menyebarkan melalui sosial media

Baca juga:

Kontributor dapat menyebarkan link artikel yang telah dibuatnya pada sosial medianya masing-masing, seperti sebagai status facebook, cuitan twitter, post line, story dan feed IG, story WA, post linkedin, dll. Selain itu, kontributor juga dapat menyebarkan link artikel yang ditulisnya di grup-grup sosial media seperti grup WA, grup line, grup telegram, dan grup facebook. Tidak hanya itu, kontributor juga dapat menyebarkannya di komentar YouTube, komentar facebook, dan komentar twitter.

b. Menuliskan komentar di website dengan topik yang sama dan menyertakan link artikel

Misal kontributor menulis topik tentang “Kecerdasan Buatan”, maka jadikan frase tersebut sebagai kata kunci pencarian di google. Halaman website yang muncul dihalaman pertama dan dapat disematkan komentar maka dapat menjadi target. Beberapa website seperti wikipedia  tidak dapat disematkan komentar namun dapat diedit agar mengutip artikel yang telah kita tulis. Dalam menuliskan komentar, hendaknya diiringi dengan menyisipkan link artikel.

Dengan metode ini, maka backlink (link menuju) artikel kontributor tersebut akan semakin banyak.  Backlink yang banyak dapat menaikkan posisi artikel agar dapat muncul dihalaman pertama mesin pencarian google.

c. Mengedit tulisan di Wikipedia

Untuk melakukan cara ini, maka kontributor Warstek harus mendaftar untuk menjadi kontributor Wikipedia. Cara ini hendaknya diakukan apabila kata kunci artikel kita menampilkan Wikipedia di halaman pertamanya. Misalnya pada kata kunci “Kecerdasan Buatan”, yang muncul dihalaman pertama google dan paling atas adalah dari wikipedia.

Lakukan registrasi di https://id.wikipedia.org/wiki/Istimewa:Buat_akun/. Ketika sudah login di wikipedia, silahkan sarankan penyuntingan pada topik tentang “Kecerdasan Buatan” tersebut dan tambahkan beberapa informasi yang belum tersedia. Pada bagian pranala luar, silahkan tambahan link artikel Warstek yang telah ditulis oleh kontributor.

d. Menuliskannya di blog pribadi (blogger, thumblr, dll)

Bagi kontributor yang memiliki hobi menulis, maka artikel yang telah terbit di Warstek dapat ditulis ulang dengan bahasa yang lebih informal dan santai. Tentunya dengan menyantumkan link artikel Warstek yang telah ditulis oleh kontributor.

e. Menggunakan ilmu Search Engine Optimization (SEO)

Pembahasan ini telah disampaikan pada artikel Warstek lainnya. Klik warstek.com/panduan dan cek no. 5.

 

Demikian tiga alasan mengapa dalam 1 harinya hanya terbit 1 artikel saja di website warstek.com. Semoga Warstek.com dapat terus mencerdaskan masyarakat Indonesia.

“Orang boleh pandai setinggi langit.
Tapi selama Ia tak menulis,
Ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”
Pramoedya Ananta Toer
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *