Meski Suhu Naik Hanya 1,5 Derajat Celcius, 5 Malapetaka Ini Diprediksi Akan Terjadi

Perubahan Iklim dan peningkatan suhu rata-rata di bumi, sebenarnya dua isu ini sudah sering digembor-gemborkan. Hanya saja kita sebagai manusia, penduduk paling bertanggung jawab di bumi seakan tidak peduli dengan hal ini. Kita beraktifitas seperti biasa dengan berbagai kegiatan dan kebiasaan yang sering kita lakukan. Sekalipun kebiasaan tersebut dapat merusak bumi ini.

Kita harus menerima kenyataan bahwa sekarang planet yang kita huni ini sudah semakin tidak bersahabat. Berbagai perubahan baik itu iklim, bencana alam, dan lain sebagainya membuat hidup kita sebenarnya telah terancam. Tidak hanya diakibatkan fenomena alam, melainkan ulah manusia sendiri.

Kita seolah-olah tidak peduli dengan hal tersebut. Bahkan perkembangan industri sebagai salah satu andil terbesar dalam perubahan ini justru dianggap sebagai salah satu pencapaian tertinggi bagi spesies manusia.

Berbagai pemafaatan zat kimia serta polusi yang dihasilkannya, membuat fenomena perubahan iklim dan peningkatan suhu yang saya sebutkan tadi terus meningkat secara masif. Nah, coba kita fokuskan ke permasalahan peningkatan suhu. Suatu fenomena yang sebenarnya dianggap biasa namun hal ini dapat menimbulkan dampak jauh lebih buruk dari yang kita kira.

Saya akan menghimpunnya dalam 5 hal buruk yang berpotensi terjadi ketika suhu hanya meningkat 1,5 derajat celcius. Berbagai sektor juga terpengaruh dengan permasalahan ini seperti kesehatan, energi, bahkan sampai ke ekonomi. Begitu besarkan dampaknya? Daripada berlama-lama, saya akan bahas satu per satu.

1. Krisis Makanan/Pangan

Adanya peningkatan suhu bumi juga berpengaruh pada sektor pangan. Terutama dalam bidang pertanian, yang tentunya ketersediaan pangan di Indonesia sangat bergantung pada sektor ini. Meningkatnya suhu udara mempengaruhi tanaman karena meningkatkan laju pernafasan (respirasi) dan penguapan (transpirasi) sehingga meningkatkan konsumsi air, selain meningkatkan perkembangbiakan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tertentu yang pada akhirnya menurunkan produktivitas tanaman.

Peningkatan suhu udara ini juga mempercepat pematangan buah dan biji yang mengakibatkan penurunan mutu hasil tanaman. [1]

2. Hilangnya Tempat Tinggal

Tak dipungkiri lagi bahwa adanya kenaikan suhu juga mempengaruhi keadaan kedua kutub. Es akan mencair dan dampak yang terasa secara lagsung adalah air laut meningkat. Nah, permasalahan ini juga merembet kemana-mana dan kelangsungan hidup manusia juga terancam. Bukan berita baru ketika beberapa pulau bahkan di Indonesia hilang dikarenakan tenggelam.

Sebuah laporan pada tahun 2015 yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menemukan bahwa di antara 1901 ke 1990, rata-rata permukaan air laut meningkat sebanyak 1,2 milimeter per tahun. Namun, angka tersebut melejit menjadi tiga milimeter per tahun dari tahun 1993 ke 2010.

3. Krisis Energi

Perubahan suhu juga dapat merubah pola hujan yang terjadi. Hal ini akan berpengaruh pada ketersediaan air dan juga berimbas pada faktor kekuatannya. Artinya pasukan listrik pun menjadi berkurang. Hal ini pula dibuktikan dari Departemen Energi Amerika Serikat.

Mereka menyatakan bahwa 7 persen pasokan listrik dibangkitkan dari tenaga air. Otomatis apabila masalah air sudah terganggu maka hasil listrik yang sebanyak 7% ini tidak akan optimal. Tentu apabila listrik saja sudah tidak lancar, bisa terbayang kan bagaimana operasional pada berbagai sektor lainnya.

4. Masalah Kesehatan

Kenaikan suhu walau hanya 1,5 derajat celcius bisa saja membuat wilayah Amerika dan Timur Tengah ataupun wilayah yang didominasi gurun bisa jadi tidak bisa dihuni lagi. Karena kelembaban udara yang sangat tinggi membuat keringat tidak bisa menguap.

Otomatis keringat tersebut akan mendinginkan tubuh manusia dan dapat berujung dengan kematian. Selain itu penyebaran penyakit pun seperti malaria akan lebih mudah ditularkan. Bahkan penyebaran tersebut dapat bermigrasi ke wilayah yang lain. Selain itu, perubahan iklim dan penigkatan suhu juga sangat berpengaruh buruk bagi organ tubuh terpenting kita, Jantung.

Menurut American Heart Association, variabilitas yang rendah pada denyut jantung dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Suhu udara dan ozon mungkin buruk bagi jantung karena mempengaruhi cara fungsi sistem saraf otomatis. Sistem saraf otomatis adalah bagian dari sistem saraf pusat yang membantu tubuh beradaptasi dengan lingkungannya. Sistem tersebut termasuk pengaturan fungsi tubuh, termasuk aktivitas listrik jantung dan aliran udara ke paru-paru. [2]

5. Masalah Ekonomi

Yang terakhir tentu masalah ekonomi. Sektor ini sangat labil dan sangat dipengaruhi oleh bebagai faktor lainnya. Misalnya seperti ini apabila suatu wilayah atau negara sedang terganggu pada sektor energi dan pangan saja, bagaimana dengan ekonominya? Pasti anda semua sudah tahu jawabannya apalagi kalau bukan Kacau.

Harga melambung dimana-mana, sentimen saham akan bergerak negatif, dan lain sebagainya. Tentu apabila sektor ekonomi sudah bermasalah, pasti akan merembet ke masalah sosial di kehidupan bermasyarakat. Studi yang dilakukan Bloomberg juga membuktikan masalah ini.

Disaat suhu naik pada tahun 2015, produktivitas pekerja terutama yang diluar ruangan turun cukup drastis.

*Nah itulah malapetaka yang akan terjadi apabila suhu rata-rata di muka bumi naik walau hanya 1,5 derajat celcius. Bersyukurlah bagi anda bahwa hal-hal mengerikan ini belum menimpa kita semua, tapi pertanyaannya apakah anda mau hal tersebut terjadi??

Lalu kalau memang tidak mau, apa yang telah kita lakukan? Sekedar informasi bahwa 5 malapetaka diatas merupakan perkiraan dari berbagai studi yang telah dilakukan. Mungkin kalau saja kita tidak melakukan perubahan, malapetaka tersebut akan terealisasi pada 15 tahun mendatang atau mungkin lebih cepat.

Referensi

[1] Upaya Mengatasi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Pertanian. Diakses pada 6 September 2018.

[2] Beginilah Dampak Perubahan Iklim Pada Kesehatan. Diakses pada 6 September 2018.

[3] 5 Malapetaka yang Terjadi jika Suhu Bumi Naik 1,5 Derajat Celsius. Diakses pada 6 September 2018.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Satu tanggapan untuk “Meski Suhu Naik Hanya 1,5 Derajat Celcius, 5 Malapetaka Ini Diprediksi Akan Terjadi

  • 25 September 2018 pada 19:09
    Permalink

    Penulis, ada kesalahan teori disini. Pada bagian kesehatan disebutkan bahwa semakin lembab keringat tidak bisa mnguap sehingga mendinginkan tubuh. Tetapi ini justru bertentangan. Karena pada prinsipnya, saat keringat menguap dia akan mengambil panas laten dari tubuh sehingga tubuh merasa dingin, penguapan keringat memerlukan panas. Itu mengapa saat dikipas semakin dingin karena keringat dipaksa menguap. Jika keringat tidak bisa menguap maka tubuh seharusnya akan semakin panas.

    Balas

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar