X
    Kategori Sains Alam

Pencarian Asal-Usul Alam Semesta Menggunakan Superkomputer

Berdasarkan data gelombang gravitasi, ahli astronomi UChicago tidak menemukan bukti adanya dimensi spasial tambahan dari alam semesta ini.

Sains terus berkembang. Pelan tapi pasti ia terus menjangkau ranah-ranah yang sebelumnya asing di kalangan ilmuwan. Kosmologi, studi tentang asal-usul alam semesta, yang dulu hanya diperbincangkan oleh para teolog dan filsuf kini sudah menjadi kajian aktif sains khususnya fisika. Dibuka dengan teori relativitas umum, dilanjutkan dengan teori kuantum, dan sekarang hendak ditutup dengan teori segalanya (the theory of everything). Dari hanya menggunakan pulpen dan kertas sampai dengan superkomputer. Bagaimanakah proses pencarian asal-usul alam semesta ini? Simak penjelasannya berikut ini.

Perkembangan Teori Big Bang

Bicara soal asal-usul alam semesta, maka yang langsung muncul di benak kita adalah teori dentuman besar (big bang). Teori ini memang sudah terbukti cocok dengan hasil-hasil pengamatan seperti pergeseran merah galaksi, melimpahnya unsur ringan, dan radiasi latar gelombang kosmik. Penjelasan lebih detail tentang bukti-bukti big bang bisa dibaca di sini. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta awal ukurannya sangat kecil, suhunya sangat panas, dan kerapatannya sangat padat (sangat massif). Alam semesta kecil ini tiba-tiba mengembang dan ukurannya menjadi [Mohon maaf artikel terpotong]

Artikel dapat dibaca di Majalah Warstek Edisi #4 > Download Majalah Warstek (KLIK)

Wahyu Norrudin :Mahasiswa fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta