Mengapa di Asian Games 2018 Tidak Ada Atlet Pacuan Kuda (Equestrian) asal Indonesia yang Menang? Ini Dia Jawabannya

Asian Games ke-18 tahun ini telah diselenggarakan di Jakarta dan Palembang (Indonesia) pada tanggal 18 Agustus sampai 2 September 2018 dengan mempertandingkan 40 cabang olahraga, yang terdiri dari 28 cabang olahraga Olimpiade, 4 cabang olahraga baru pada Olimpiade dan 8 cabang olahraga non Olimpiade. Salah satu dari 28 cabang olahraga olimpiade adalah pacuan kuda atau equestrian.

Sedikit sejarah tentang Asian games, pesta Olahraga Asia 2018 atau yang lebih populer disebut Asian Games adalah ajang olah raga wilayah Asia yang diadakan pertama kali di Delhi (India) pada tanggal 4 sampai dengan 11 Maret 1951. Pada saat itu, Asian Games diikuti 491 atlet dari Afghanistan, Burma, Ceylon/Sri Lanka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand. Asian Games pertama tersebut mempertandingkan enam cabang olahraga, yaitu atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, balap sepeda (jalan raya dan trek), sepak bola, dan angkat besi. Kemudian pada pelaksanaan Asian Games tahun 1982 di India diadakan perlombaan cabang olahraga baru yakni berkuda.

Teryata tidak hanya para official dan atlet yang mendapatkan perlakuan istimewa oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) yang bekerja sama dengan PT. Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Service di Asian Games 2018, namun juga kuda peserta di cabang berkuda. Sebanyak 39 ekor kuda peserta tiba di Indonesia pada 14 September 2018 lalu melalui jasa angkut Qatar Cargo, kuda-kuda itu milik Taiwan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Hewan kuda milik negara Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirates Arab dibawa menuju Pulo Mas Jakarta Timur. Sedangkan untuk hewan kuda milik negara Cina Taipei dibawa menuju Desa Limo, Cinere, Depok untuk dikarantina, karena negara tersebut termasuk zona merah flu burung. Kuda-kuda peserta Asian Games ini diperlakukan secara istimewa, antara lain tidak boleh menginjak aspal dan harus berada di suhu tertentu supaya tidak mengalami stres akibat suhu tinggi. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan armada berupa 3 unit Hi Loader 10-30 ton, 2 unit forklift 3 ton, dan 6 unit towing tractor.

Baca juga:
Atlit Asian Games yang sedang memacu kudanya
Kementrian Pertaniani melalui Badan karantina Pertanian melakukan pengawasan terhadap 133 ekor kuda dari 25 negara peserta cabang olah raga berkuda. Penempatan kandang 133 kuda tersebut dikelompokkan berdasarkan zona status kesehatan kuda. Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementrian Kesehatan, Agus Sunanto berharap setelah Asian Games 2018 Indonesia menjadi negara yang layak untuk menjadi tempat pertandingan olah raga berkuda berskala internasional dan memberi nilai tambah bagi industri peternakan kuda di Indonesia.
Pada cabang olah raga equestrian/berkuda kategori men’s individual putra di Asian Games 2018 medali emas diraih oleh atlet Arab Saudi yang bernama Ali Alkhorafi bersama kudanya yang bernama Cheril. Medali perak diraih oleh atlet dari Qatar, Ali Althani dengan kudanya yang bernama Sirocco. Sementara Indonesia sendiri mengirimkan 15 atlet untuk mengisi tiga nomor equistrian yang dipertandingkan, yakni dressage, eventing, dan jumping. Lima belas atlet dibutuhkan karena masing-masing nomor itu memilki satu pemain cadangan. Atlet Indonesia memang cukup kesulitan dalam mendapatkan medali di cabang olah raga ini, salah satunya yang utama adalah kualitas kuda.
Kuda jenis Arabian Horse
Berapa harga per ekor kuda peserta Asian Games 2018? Satu ekor kuda dapat mencapai Rp. 200.000.000.000,- (200 Milyar Rupiah). Hal ini berarti harga seekor kuda setara 20 unit mobil Lamborghini Aventador yang harganya sekitar Rp. 10.000.000.000 (10 Milyar Rupiah). Faktor yang mempengaruhi tingginya harga seekor kuda antara lain bentuk, fungsionalitas, kesan, hingga riwayat dan sejarah. Satu di antara ras kuda termahal yang kerap dipertandingkan di Asian Games 2018 adalah Arabian Horse, karena dipercaya sebagai yang terkuat dan memiliki kecepatan yang sangat mengesankan.

Referensi:

[1] https://www.asiangames2018.id. diakses 18 September 2018

[2] Abdila, R. 2018. 40 Cabang Olahraga yang Dipertandingkan di Asian Games 2018. https://www.google.co.id/amp/m.tribunnews.com/amp/sport/2018/05/24/40-cabang-olahraga-yang-dipertandingkan-di-asian-games-2018. Diakses 18 September 2018

[3] Prasatya, R. 2018. Perlakuan Spesial untuk Kuda-kuda Asian Games 2018. https://m.detik.com/sport/sport-lain/4166525/perlakuan-spesial-untuk-kuda-kuda-asian-games-2018. Diakses 18 September 2018

[4] Rida, M. I. 2018. Harga Seekor Kuda Pacu Asian Games 2018 Setara 20 Lamborghini. https://www.bola.com/asian-games/read/3616926/harga-seekor-kuda-pacu-asian-games-2018-setara-20-lamborghini/page-2. Diakses 18 September 2018

[5] Halim, K. 2018. Terkendala Kualitas Kuda, Pordasi Targetkan Sekeping Emas di Asian Games 2018. http://olahraga.metrotvnews.com/sportslainnya/ybDMezqk-terkendala-kualitas-kuda-pordasi-targetkan-sekeping-emas-di-asian-games-2018. Diakses 18 September 2018

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Zakaria Husein Abdurrahman

Zakaria Husein Abdurrahman

Indonesian Junior Animal Scientist. Praktisi Pemula di Bidang Peternakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *