Peneliti Asal China Buat Robot Untuk Selamatkan Cadangan Air Dunia

Peneliti Asal China Buat Robot Untuk Selamatkan Cadangan Air Dunia
Bagikan Artikel ini di:

Saat ini teknologi semakin canggih dan manusia berlomba-lomba membuat robot menjadi suatu karya yang bermanfaat dan tentunya bernilai jual tinggi. Contoh negara yang terkenal sudah memperkerjakan robot adalah Jepang, di sana terdapat robot yang dipekerjakan di sebuah restoran, dan robot tersebut bertugas untuk mengantarkan pesanan makanan ke meja-meja pemesan. Selain di restoran, Jepang juga ternyata mempekerjakan robot Dinosaurus menjadi pelayan di sebuah hotel, keren yah [3].

Robot Restoran [5]

Robot Dinosaurus [6]

Selain negara Jepang, ternyata robot juga mulai intensif dikembangkan di negara China. Seorang pria asal China yang bernama You Wu, membuat robot yang bisa menemukan kebocoran di saluran pipa air. Ia mengatakan robot bergerak dengan air melalui pipa, dan bagian tangan robot dapat menyentuh pipa dan merasakan lubang yang disebabkan oleh kebocoran [1].

Wu membutuhkan waktu lima tahun untuk membuat sebuah prototipe robot tersebut. Pria berusia 28 tahun ini menamakan prototipe ini dengan nama Lighthouse dan dirilis pada Januari lalu, tak lama setelah Wu masuk daftar Forbes ’30 Under 30′ untuk manufaktur dan industri.

Ilustrasi pipa bocor [2]

Untuk mengetahui jumlah kejadian pipa air bocor Indonesia, salah satu tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) UGM melakukan penelitian di bidang deteksi dan pemantauan kebocoran pipa air. Sistem deteksi dilakukan dengan alat yang mampu merekam getaran akibat aliran air di dalam pipa. Sinyal dari sensor getaran ini kemudian ditampilkan pada komputer melalui fitur GUI (Graphical User Interface) yang telah dirancang. Nur Chalim sebagai ketua PKM menuturkan bahwa penelitian ini sangat penting untuk dilakukan disebabkan oleh banyaknya kasus kebocoran pipa air. “Dari data yang kami dapatkan, ternyata jumlah kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) di Indonesia rata-rata sebanyak 31% dari total produksi air minum nasional sebesar 127.000 liter/detik. Apabila diukur dari aspek finansial, kerugian akibat kehilangan air ini dapat mencapai Rp 2,48 triliun/tahun”, kata Nur Chalim menjelaskan urgensi penelitiannya [7].

Sesungguhnya banyak metode untuk mendeteksi kebocoran pipa. Salah satu metode adalah mendengarkan suara yang dihasilkan dari getaran pipa air dan pengurangan tekanan. Akan tetapi, Wu mengatakan metode ini tidak efektif, apalagi jika digunakan di kota yang memiliki tingkat kebisingan tinggi. Wu meyakini, robot besutannya efektif bekerja di kota maupun di daerah pinggiran kota.

Robot Buatan Wu [9]

Robot ini dirancang untuk memeriksa pipa tanpa menganggu layanan air. Robot ini bisa dimasukkan ke dalam pipa di hidran. Robot ini memiliki sistem analisis yang bisa menciptakan peta yang memberi tahu operator pipa di mana kebocoran berada, seberapa besar kebocoran itu, dan kemungkinan kegagalan [1].

Robot Lighthouse adalah hasil dari 6 tahun penelitian PhD Wu di MIT. Ini dimulai dengan permintaan dari Arab Saudi, di mana 30% dari air mereka yang telah disterilisasi bocor di pipa. Masalahnya adalah, kebocoran tersebut tidak dapat dideteksi oleh alat yang ada karena pipa adalah plastik tetapi alat yang ada hanya bekerja di pipa logam. Wu harus merancang sensor kebocoran baru [8].

Butuh waktu 3 tahun, 11 prototipe dan berbagai percobaan laboratorium sebelum Wu menunjukkan robot kerja pertama di fasilitas pengujian industri di Arab Saudi. Tantangan pertama adalah merancang robot yang dapat bermanuver melalui pipa air nyata dengan sambungan Tee, siku dan perubahan diameter [8].

Wu memecahkan masalah dengan desain robot yang lembut, salah satu yang pertama. Berdasarkan studi hidrodinamik, Wu juga mendesain sensor membran untuk mendeteksi gaya isap yang dihasilkan oleh air yang bocor. Namun, gagal uji lapangan pertama pada tahun 2015, karena aliran air yang bergejolak dalam pipa membuat sensor tidak efektif. Butuh waktu 2 tahun lagi untuk analisis hidrodinamik, pemodelan, pembuatan prototipe dan pengujian sebelum Wu menunjukkan sensor pertama yang dapat mendeteksi kebocoran pipa air hidup. Dibangun di atas kesuksesan ini, Wu lebih lanjut mengulangi desain untuk meningkatkan kemampuan penolakan kebisingan sensor dan menciptakan algoritma lokalisasi baru yang tidak memerlukan GPS [8].

Robot Buatan Wu [8]

Baca juga:

“Tujuan akhir saya adalah untuk menempatkan peralatan robot kami ke tangan teknisi lapangan di setiap kota di seluruh dunia, sehingga setiap kota di dunia dapat mengurangi kehilangan air karena kebocoran dan mendukung pertumbuhan populasi lebih banyak,” kata Wu [1].

Pria jebolan Massachusetts Institute of Technology bersama teman kuliahnya Tyler Mantel sedang mengembangkan bisnis WatchTower Robotics yang mereka dirikan pada bulan Juni dengan dukungan Techstars Sutainability Accelerator. WatchTower Robotika juga melakukan program percontohan di Massachusetts dengan Departemen Air Cambridge dan di Australia dengan Layanan Deteksi Perusahaan Layanan Pipa [1].

American Society of Civil Engineers ‘2017’ Infrastructure Report Card ‘memperkirakan bahwa ada 240.000 kerusakan pipa air di Amerika Serikat setiap tahun. Kerusakan ini setara dengan membuang lebih dari 2 triliun galon (7,5 triliun liter) air minum yang diolah setiap tahun. Sekitar 20 persen air bersih di seluruh dunia hilang setiap hari, menurut WatchTower Robotics [1].

Sejauh ini, robot telah diuji di Arab Saudi, Virginia, dan Inggris. Lighthouse baru baru ini dinobatkan sebagai pemenang dari James Dyson Award, sebuah kompetisi desain internasional.

Penjelasan di atas menandakan bahwa saat ini robot semakin bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri, nah kira-kira ada yang tau tidak, sejarah dari robot? Yuk, baca bersama:

Sejarah Teknologi Robot

Sebelum dikenal alat-alat mekanis dan otomatis, masyarakat Eropa bekerja dengan menggunakan alat-alat manual (menggunakan tenaga manusia) dan masih mengandalkan kecepatan kedua tangan dan kaki. Artinya, alat-alat tersebut tidak akan berfungsi dan bekerja jika tidak ada tangan atau kaki. Peralatan yang dimaksud seperti cangkul, parang, sekop, gergaji, pisau, pengukur, palu, penenun, pemintal, pancung, jala, pendayung, dan lain-lain. Pada masa revolusi industri, peralatan tersebut jarang digunakan sebab telah ditemukan mesin pemintal, mesin tenun, lokomotif, dan sebagainya. Semua mesin tersebut bukan digunakan oleh tangan dan kaki, tetapi oleh mesin uap. Dengan demikian, pada masa revolusi industri terjadi penghematan tenaga manusia. Setelah revolusi industri terjadi, perbedaan pola hidup masyarakat sangat terlihat sekali [4].

Dari situ, bagaikan anak panah yang melesat cepat yang belum menemukan sasaran akhir, perkembangan teknologi dan mesin-mesin begitu menakjubkan sampai saat ini dan belum sampai pada titik hentinya. Era teknologi telah dirasakan seluruh muka bumi. Perkembangan terkini, tentu kita di abad 21 ini telah banyak mendengar atau sudah familiar dengan yang namanya robot [4].

Referensi:

[1]. CNN Indonesia. Peneliti Temukan Robot untuk Selamatkan Cadangan Air Dunia. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180911105454-199-329322/peneliti-temukan-robot-untuk-selamatkan-cadangan-air-dunia. Diakses pada 17 September 2018.

[2]. Ade Ridwan Yandwiputra. Pipa PDAM Depok Bocor, Ribuan Pelanggan Kesulitan Air Bersih. https://metro.tempo.co/read/1069023/pipa-pdam-depok-bocor-ribuan-pelanggan-kesulitan-air-bersih. Diakses pada 17 September 2018.

[3]. CNN Indonesia. Video: Hotel di Jepang dengan Pelayan ‘Dinosaurus’. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180909095514-274-328871/video-hotel-di-jepang-dengan-pelayan-dinosaurus?. Diakses pada 18 September 2018.

[4]. Ryan Christyanto Adhy Nugroho. Robot dan Kehidupan Manusia. https://www.kompasiana.com/ryan_can/55c8968f707a61a72205f0cb/robot-dan-kehidupan-manusia?page=all. Diakses pada 18 September 2018.

[5]. Liputan 6. Robot Rp 160 Jutaan Dijadikan Pelayan Restoran. https://www.liputan6.com/tekno/read/2162463/robot-rp-160-jutaan-dijadikan-pelayan-restoran. Diakses 22 September 2018.

[6]. Kumparan. Melihat Keunikan Hotel Robot di Jepang. https://kumparan.com/@kumparantech/melihat-keunikan-hotel-robot-di-jepang. Diakses 22 September 2018.

[7]. Randy Fela. Kembangkan Penelitian Deteksi dan Pemantauan Kebocoran Pipa Air. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/06/02/kembangkan-penelitian-deteksi-dan-pemantauan-kebocoran-pipa-air. Diakses 22 September 2018.

[8]. Mercu Suar. Robot murah untuk menemukan kebocoran di pipa air jauh sebelum mereka menjadi bencana besar. https://www.jamesdysonaward.org/en-IN/2018/project/lighthouse/. Diakses 22 September 2018.

[9] Idea Connection. Robot Pipa Renang Mercusuar Mendeteksi Kebocoran. https://www.ideaconnection.com/new-inventions/lighthouse-pipe-swimming-robot-detects-leaks-13435.html. Diakses 24 September 2018.

Amelia Puluhulawa

Saya seorang mahasiswa Biologi di salah satu Universitas di Gorontalo. Saya memiliki akun Instagram: @puluhulawaamelia28
Amelia Puluhulawa
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:
1 Comment
  1. Pernah tahu tentang teknik perunut menggunakan radioisotop? Itu lebih presisi.

Tinggalkan Balasan

1 × 4 =