Awal Perkembangan Ilmu Ekologi atau Ilmu Kehidupan

ilustrasi penduduk bumi [3]

Ilmu kehidupan merupakan sebutan untuk ilmu ekologi. Kenapa? Karena, ilmu ekologi adalah ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Sehingga, semua yang terjadi dalam kehidupan ini tertuang di dalam ilmu ekologi. Jadi, kita tentunya perlu untuk memahami ilmu ekologi ini.

Ekologi muncul sebagai suatu ilmu yang mandiri setelah berkembang dari banyak pengetahuan yang terpisah-pisah. Nah, tau tidak sejarah awal perkembangan ilmu ekologi? Kalau belum tau, yuk baca bersama!

A. Sejarah Perkembangan Ilmu Ekologi

Salah satu awal ekologi adalah penyelidikan kuantitatif tentang statistik populasi manusia oleh John Graunt. Dimana, Graunt memperhatikan data kelahiran dan kematian, menekankan bahwa laju kelahiran dan kematian merupakan sifat-sifat populasi yang fundamental yang menentukan populasi dan perkembangan berikutnya. Ilmu ini awalnya dinamakan ilmu tentang statistik populasi [1].

Dari spekulasi di atas, kemudian Thomas Malthus menulis tentang kependudukan serta faktor-faktor yang membatasinya, dan spekulasi tersebut mencapai puncaknya, dengan tulisan dari Thomas Malthus. Karena, Malthus mengacu pada formulasi matematis awal tentang prinsip-prinsip perkembangan penduduk dan pembatasnya, yang dikemukakan oleh Pierre-Francois Verhulst pada tahun 1838; dimana di teori tersebut ia membicarakan proses populasi. Dan juga, mengacu pada formulasi teori evolusi oleh seleksi alam yang dikemukakan oleh Darwin dan Wallace pada tahun 1859 [1].

Kemudian, kedua acuan tersebut dijadikan bahan penyelidikan. Contohnya seorang ahli botani yang melakukan penyelidikan-penyelidikan distibusi tumbuh-tumbuhan dalam habitat yang berbeda, dan hasil dari penyelidikan tersebut mengemukakan bahwa jenis-jenis organisme yang sama cenderung berada di habitat yang sama. Pemikiran tersebut mengarah kepada spekulasi tentang faktor-faktor lingkungan yang mengontrol jumlah individu dalam satu spesies, dan hubungan-hubungan fungsional di antara spesies yang ada.

Dari penyelidikan-penyelidikan tersebut lahirlah ilmu ekologi, yang dikemukakan oleh Ernst Heackel pada tahun 1869 yakni, ekologi adalah ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Dimana ekologi tersebut mencakup populasi atau kelompok-kelompok yang saling berinteraksi dengan lingkungan, seperti air, udara, suhu, cahaya matahari. Namun juga akan ada seleksi alam, sehingga jenis organisme yang sama akan berada dalam habitat yang sama. Kata ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang dikemukakan oleh Reiter pada tahun 1865, yakni logos yang berarti pengetahuan tentang dan oikos yang berarti rumah [1].

Ekologi kemudian menjadi suatu pengetahuan internasional yang dibangun oleh individu-individu dengan bakat dan divergensi minat yang amat luas.

B. Jenis-jenis Ekologi

Seiring berkembangnya ilmu ekologi, maka ekologi terdiri dari berbagai macam jenis yakni:

1. Ekologi Hutan

ilustrasi ekologi hutan [2]

Ekologi Hutan merupakan studi yang mempelajari interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan. Interaksi ini sangat kuat dan kompleks sehingga membuktikan bahwa ekologi ialah biologi lingkungan (Eviromentalbiology). Hutan merupakan sekumpulan tumbuh-tumbuhan yang banyak di tumbuhi pohon-pohon dan mempunyai kondisi lingkungan yang berbeda dengan kondisi diluar hutan[2].

Hubungan antara sekumpulan tumbuh-tumbuhan hutan, margasatwa dan alam lingkungannya begitu dekat sehingga hutan bisa dipandang sebagai sebuah sistem ekologi atau ekosistem. Ekosistem merupakan suatu sistem didalam alam yang terdapat mahluk hidup (organisme) dan lingkungan yang terdiri dari zat-zat tak hidup yang saling mempengaruhi dan diantara keduanya terjadi pertukaran zat yang perlu untuk dipertahankan kehidupannya [2].

2. Ekologi Laut

ilustrasi ekologi laut [2]

Ekologi laut adalah studi yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, terumbu karang, dan padang lamun. Berikut pembahasan tentang ekologi laut. Habitat air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas yang tinggi dengan ion Cl mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar [2]

Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas dibagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termocline. Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ketengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung baik. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal [2].

3. Ekologi Padang Lamun

ilustrasi ekologi padang lamun [4]

Lamun pada umumnya membentuk padang lamun yang sangat luas di dasar laut yang masih bisa dijangkau oleh cahaya matahari yang memenuhi bagi pertumbuhannya. Lamun hidup di perairan dangkal dan jernih pada kedalaman antara 2-12 m, dengan sirkulasi air yang baik. Air yang bersirkulasi dibutuhkan untuk mengirimkan zat-zat hara danoksigen, serta membawa hasil metabolisme lamun ke luar dari daerah padang lamun. Hampir semua jenis substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai dari substrat berlumpur sampai dengan berbatu [2].

Padang lamun yang luas lebih sering ditemukan di substrat lumpur berpasir yang tebal antara hutan rawa mangrove dan terumbu karang. Selain ekosistem terumbu karang, sebagian ekosistem yang sangat erat hubungannya dengan terumbu karang terdapat ekosistem padang lamun. Biasanya ekosistem ini berada bersampingan dengan terumbu karang dan merupakan penunjang ekosistem terumbu karang serta sebagai tempat peliharaan, tempat mencari makan, dan tempat berkembang biak bagi beberapa jenis ikan dan biota laut lainnya. Ekosistem padang lamun memiliki kondisi ekologis yang sangat khusus dan berbeda dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang [2].

Referensi:

[1] Abubakar Sidik Katili. 2017. EKOLOGI. Fakultas MIPA: Universitas Negeri Gorontalo.

[2] Abdi Basariyadi Amd. PerKes, S. Kom. Ekologi: Definisi, Jenis-Jenis dan Contoh Ekologi. https://majalahpendidikan.com/ekologi-definisi-jenis-jenis-dan-contoh-ekologi/. Diakses pada 15 September 2018.

[3] Mustain Khaitami. Berapa Populasi Manusia yang Mampu Ditampung Bumi?. http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/03/15/berapa-populasi-manusia-yang-mampu-ditampung-bumi. Diakses pada 15 September 2018.

[4] Yudha Manggala P Putra. 80 Persen Ekosistem Padang Lamun di Indonesia Kurang Sehat. https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/06/07/or6d6v284-80-persen-ekosistem-padang-lamun-di-indonesia-kurang-sehat. Diakses pada 15 September 2018.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Amelia Puluhulawa

Amelia Puluhulawa

Saya seorang mahasiswa Biologi di salah satu Universitas di Gorontalo. Saya memiliki akun Instagram: @puluhulawaamelia28

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar