Perempuan Punya Umur Lebih Panjang Ketimbang Pria. Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Perempuan Punya Umur Lebih Panjang Ketimbang Pria. Ini Alasannya Menurut Ilmuwan
Bagikan Artikel ini di:

Pernahkan Sahabat Warstek bertanya-tanya mengapa umur perempuan lebih panjang ketimbang laki-laki? Memang fenomena ini paling umum terjadi di dunia ini.

Diatas usia 64 tahun, jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak dibanding laki-laki. Sumber: katadata.co.id

Nah, setelah sekian lama para ilmuwan ini tak bisa menjawab pertanyaan ini, akhirnya mereka menemukan jawabannya.

Menurut para ilmuwan, hidup yang lebih lama pada perempuan tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup. Misalnya gaya hidup pria cenderung melakukan perilaku yang berisiko seperti merokok dan minum alkohol.

Ternyata hasil para ilmuwan lebih dari itu. Perempuan memiliki kelebihan fisik yang lebih alami, sehingga membuat mereka hidup lebih lama. Salah satunya adalah hormon estrogen [1].

Struktur kimia Estradiol, salah satu jenis hormon estrogen yang paling banyak.

Estrogen merupakan hormon yang berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan karakteristik wanita serta proses reproduksi. Hormon ini sebenarnya tidak hanya diproduksi oleh wanita saja, tapi juga laki-laki, namun dengan kadar yang lebih rendah. Lalu peran hormon estrogen pada laki-laki juga belum diketahi fungsinya secara pasti.

Selain itu, Hormon estrogen ini juga memiliki dampak yang positif bagi kesehatan manusia. Menurut pakar kesehatan, hormon ini bisa lebih melindungi wanita dari risiko terkena penyakit jantung.

Hormon estrogen ini diyakini bisa menjaga pembuluh darah, yakni tidak mudah mengalami penyumbatan oleh plak. Sebagaimana kita ketahui kalau penyumbatan pembuluh darah ini menjadi faktor utama penyakit jantung.

Hormon estrogen ini akan menjaga pembuluh darah wanita menjadi lebih elastis dan licin, sehingga tumpukan plak bisa lebih diminimalisir. Hormon ini juga memiliki fungsi yang sangat baik, yakni menjaga normalnya siklus menstruasi.

Ilustrasi orang tua yang sudah menopause
Ilustrasi orang tua yang sudah menopause

Namun, hormon estrogen ini tidak selamanya ada dalam tubuh wanita. Seiring dengan bertambahnya usia, atau setelah mengalami fase menopause, maka kandungan hormon ini akan semakin menurun dan akhirnya membuat wanita memiliki risiko penyakit jantung.

Saat wanita mengalami penurunan kandungan hormon estrogen karena fase menopause, maka pembuluh darah akan lebih rentan terkena penumpukan plak yang bisa menyumbat pembuluh darah dan serangan jantung.

Tak puas dengan itu saja, para peneliti ini juga mengamati tingkat penuaan sel. Hasil dari eksperimen mereka ini yaitu telomere pada perempuan lebih panjang daripada pada laki-laki.

Letak telomere ada dibagian kaki-kaki DNA

Telomere sendiri merupakan tutup untaian DNA yang berfungsi untuk melindungi kromosom dari kerusakan. Bagian inilah yang sering dikaitkan dengan umur panjang seseorang.

Dalam prestentasinya di pertemuan tahunan North American Menopause Society (NAMS), Dr Elisa Epel menerangkan mengapa telomere mempengaruhi umur panjang pada perempuan.

“Beberapa studi eksperimental menunjukkan bahwa paparan estrogen meningkatkan aktivitas telomerase, enzim yang dapat melindungi dan memanjangkan telomere,”

Direktur eksekutif NAMS, Dr Joan V Pinkerton mengungkapkan beberapa studi eksperimental yang menunjukkan bahwa paparan estrogen meningkatkan aktivitas telomerase.

Telomerase merupakan enzim yang bisa melindungi dan memanjangkan telomere. Estrogen juga bertindak sebagai antioksidan yang bertindak sebagai penghalang untuk melindungi untaian DNA dari kerusakan, termasuk radikal bebas.

Namun tidak selamanya hormon estrogen itu selalu melindungi telomere dari kerusakan. Stres dan kesulitan psikologis kronis bisa mempependek telomere [4].

Baca juga:

Cara menyeimbangkan hormon

Cara terbaik untuk meningkatkan telomerae dan mungkin memperoleh kembali sebagian dari panjang telomere yang hilang adalah menjaga kesehatan sebaik mungkin. Berikut ini adalah cara alami untuk membantu menyeimbangkan hormon estrogen dalam tubuh [5].

1 Makan lemak sehat

Hormon dipengaruhi oleh jumlah lemak dalam tubuh. Jadi, supaya hormon kita tetap seimbang, kita juga harus menyeimbangkan kandungan lemak dalam tubuh. Tapi lemak yang dimaksud disini tentu saja harus lemak yang sehat. Kenapa?

Sebab biasanya makanan yang kita makan adalah lebih banyak kandungan lemak jahatnya dibandingkan lemak baik. Konsumsilah makanan yang mengandung lemak sehat seperti asam lemak omega 3 dan omega 6. Contoh makanannya adalah alpukat, salmon, kacang-kacangan, minyak nabati dri biji-bijian.

2. Tidur yang cukup dan jauhi stres

Kurang waktu tidur akan mempengaruhi ritme serkadian tubuh, membuat tubuh stres, sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Stres bisa menyebabkan serum dalam banyak hormon, sehingga hal ini kemudian bisa mengganggu kerja tubuh kita.

Orang dewasa disarankan untuk tidur sebanyak 7 hingga 8 jam setiap malam. Tidur yang cukup juga bisa memberi waktu bagi tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak, membngun energy, meningkatkan kekebalan tubuh, dan menjaga keseimbangan hormon.

3. Olahraga secara teratur

Olahraga bisa memperkuat sistem endokrin yang mengatur hormon dalam tubuh sehingga bisa seimbang. Olahraga juga bisa membantu mengurangsi stress, membantu tidur lebih nyenyak, dan menjaga berat badan.

Tapi jangan terlalu berlebihan dalam berolahraga. Sebab jika berlebihan justru akan membuat tubuh stres, sehingga malah mengganggu keseimbangan hormon. Jadi lakukan olahraga semampunya saja.

4. Menjaga kesehatan pencernaan

Kesehatan pencernaan juga sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan sistem hormon dalam tubuh. Usahakan untuk menghindari makanan yang bisa menyebabkan kerusakan sistem pencernaan yang bisa mengganggu keseimbangan hormon.

5. Kurangi konsumsi kafein dan minuman beralkohol

Dalam beberapa hal, kafein memiliki dampak yang positif bagi tubuh. Namun jika dikonsumsi berlebihan akan mempengaruhi saraf pusat, meningkatkan detak jantung, meningkatkan kewaspadaan, dan mengubah cara otak menghasilkan hormon.
Kadar kafein yang tinggi dalam tubuh akan membuat kita sulit tidur, sehingga keseimbangan hormon dalam tubuh bisa terganggu.
Mengkonsumsi minuman beralkohol juga bisa menggangu fungsi hat dan pancreas. Beberapa hormon juga terganggu karena alkohol, termasuk hormon estrogen.

Referensi:
[1] Sains Kompas. Hormon dan Telomere, 2 Cara Perempuan Bisa Hidup Lebih Lama. https://sains.kompas.com/read/2018/10/08/213000123/hormon-dan-telomere-2-cara-perempuan-bisa-hidup-lebih-lama. Diakses pada 10 Oktober 2018.

[2] Republika. Alasan Wanita Lebih Berumur Panjang Dibandingkan Pria. https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/10/08/pg9jo6349-alasan-wanita-lebih-berumur-panjang-dibandingkan-pria. Diakses pada 10 Oktober 2018.

[3] Hello Sehat. 6 Cara Alami untuk Menyeimbangkan Hormon Dalam Tubuh. https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/cara-untuk-menyeimbangkan-hormon/. Diakses pada 10 Oktober 2018.

[4]Dokter Sehat. Kaitan Hormon Estrogen Dengan Serangan Jantung. https://doktersehat.com/kaitan-hormon-estrogen-dengan-serangan-jantung/. Diakses pada 10 Oktober 2018.

[5] Alodokter. Estrogen, Hormon Penting dalam Tubuh Wanita. https://www.alodokter.com/estrogen-hormon-penting-dalam-tubuh-wanita. Diakses pada 10 Oktober 2018.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

1 × three =