Berbentuk Kacang, Itulah Bentuk Objek Terjauh dari Tata Surya yang Berhasil Diamati Hingga Saat Ini

Berbentuk Kacang, Itulah Bentuk Objek Terjauh dari Tata Surya yang Berhasil Diamati Hingga Saat Ini
Bagikan Artikel ini di:

Baru-baru ini dunia sains dihebohkan dengan potret foto dari wahana antariksa New Horizons, pasalnya New Horizons ini berhasil memotret objek tata surya terjauh saat ini. Namun temuan tersebut hingga artikel ini dibuat belum dijadikan paper jurnal atau paper conference, masih berbentuk berita/informasi.

Foto ini diambil oleh Long-Range Reconnaissance Imager (LORRI) yang terdapat di wahana antariksa New Horizons,  pada jarak 18.000 mil.

Apa itu Ultima Thule?

Ultima Thule adalah nama resmi dari (486958)2014 MU69. (486958)2014 MU69 ini merupakan objek Trans-Neptunian yang berlokasi di Sabuk Kuiper.

Sabuk Kuiper sendiri adalah sebuah wilayah di tata surya yang berada di sekitar orbit Neptunus (jaraknya sekitar 30-50 SA dari Matahari). Objek-objek di dalam sabuk Kuiper ini disebut sebagai Objek Trans-Neptunian. Astronom pertama yang mengemukakan keberadaan sabuk ini adalah Frederick C. Leonard pada 1930 dan Kenneth E. Edgeworth tahun 1943. Pada tahun 1951, Gerard Kuiper mengemukakan bahwa sabuk tersebut merupakan sumber dari komet berumur pendek (komet yang memiliki periode orbit kurang dari 200 tahun). Sabuk dan objek-objek di dalamnya dinamai sesuai dengan nama Kuiper setelah penemuan (15760) 1992QB1.

Track para wahana antariksa menuju Sabuk Kuiper

Ultima Thule ini pertama kali ditemukan oleh para astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble sebagai bagian dari pencarian objek-objek Sabuk Kuiper untuk target misi dari New Horizons itu sendiri; objek ini terpilih dari 2 kandidat lainnya yang menjadi objek utama misi New Horizons.

Pada tahun 2018 NASA mengajak publik untuk menamai objek trans-neptunian ini, ajakan ini menarik perhatian hingga 115.000 partisipan dari berbagai belahan dunia turut berpartisipasi. Dari seluruh partisipan tersebut hanya melahirkan 34.000 nama.  Kemudian dari 34.000 nama yang telah diusulkan, 37 nama memenuhi voting dan dianggap paling populer (8 nama ini diusung oleh tim New Horizons sendiri sedangkan 29 lainnya diusung oleh publik). Singkat cerita, terpilihlah Nama “Ultima Thule” pada 13 aret 2018. Nama Ultima Thule ini diambil dari bahasa latin yang artinya “Farthest Thule” atau “ Thule Terjauh”, yakni sesuatu yang sangat jauh dan berada di luar batas yang telah diketahui.

Ultima Thule yang dipotret beberapa kali oleh Hubble Space Telescope pada 24 Juni 2014

Rotasi dari Ultima Thule

Para Ilmuwan yakin bahwa Ultima Thule ini merupakan objek terjauh di tata surya yang baru ditemukan saat ini, berjarak sekitar 4,5-7,5 milyar kilometer dari Matahari. Namun sebelumnya para ilmuwan telah menemukan sebuah objek yang dirasa paling jauh melebihi Ultima Thule ini, yakni V774104. V774104 berjarak sekitar 103 AU (15,4 milyar kilometer) dan diperkirakan objek ini berada di sekitar areaawan oort. Namun semua informasi ini masih bersifat spekulasi karena sejauh ini belum ada riset atau penelitian lebih lanjut soal objek V774104.

Baca juga:

Karakteristik Ultima Thule

Ultima Thule diketahui merupakan “contact binary” atau “kontak ganda” yang tersusun dari 2 bulatan yang saling menyatu sehingga objek ini mirip dengan kacang. Ultima thule bukan satu-satunya objek luar angkasa yang berbentuk kacang, ada objek yang bernama Komet Hartley 2 atau nama resminya Comet 8P/Tuttle yang juga berbentuk kacang.

Para pakar memperkirakan objek ini merupakan objek tertua dan merepresentasikan bentuk fisik hasil dari terbentuknya tata surya 4,5 milyar tahun silam. Para pakar juga memperkirakan panjangnya 19 mil (31 kilometer), bulatan besar “ultima” panjangnya sekitar 12 mil (19 kilometer) sedangkan bulatan kecil “Thule” panjangnya sekitar 9 mil (14 kilometer).

The Formation of Ultima Thule – 1 January 2019

“New Horizons seperti mesin waktu, membuat kita kembali ke masa lahirnya tata surya. Kita sedang melihat representasi fisik dari awal mula terbentuknya planet-planet, membeku dalam waktu” kata Jeff Moore, Ketua Tim New Horizons Geology and Geophysics.

Data dari New Horizons flyby ini akan segera sampai minggu atau bulan depan dengan resolusi yang tinggi. “Dalam beberapa bulan yang akan datang, New Horizons akan mengirim banyak data ke Bumi dan kami akan menulis bab baru tentang cerita Ultima Thule- dan tata surya.” Kata Helene Winters, New Horizons Project Manager.

Referensi:

  • https://www.sciencedaily.com/releases/2019/01/190102164307.htm diakses pada 7 Januari 2018.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/(486958)_2014_MU69 diakses pada 7 Januari 2018.
  • http://www.planetary.org/multimedia/space-images/small-bodies/pt1-discovery.html diakses pada 7 Januari 2018.
  • https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190102181350-199-358020/fakta-ultima-thule-objek-terjauh-yang-dicapai-nasa diakses pada 7 Januari 2018.
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sabuk_Kuiper diakses pada 7 Januari 2018.
  • https://www.newscientist.com/article/dn13189-peanut-shaped-comet-likely-formed-in-collision/ diakses pada 7 Januari 2018.
  • https://earthsky.org/space/new-most-distant-object-in-solar-system-v774104 diakses pada 7 Januari 2018.
Cefri Lupianto

Cefri Lupianto

Seorang Mahasiswa yang sedang menekuni Bidang Matematika dan Dunia Jurnalis
Cefri Lupianto
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

4 + 18 =