Apakah Partikel Tuhan adalah Partikel Penyusun Tuhan?

Apakah Partikel Tuhan adalah Partikel Penyusun Tuhan?
Bagikan Artikel ini di:

Sebelum membahas tentang Partikel Tuhan, apa sih itu partikel ?

Dalam ilmu fisika, partikel (atau korpuskula dalam teks yang lebih tua) adalah objek terlokalisasi kecil yang dapat memiliki beberapa sifat fisik atau kimia seperti volume atau massa. Partikel juga merupakan benda atau bagian benda yang sangat kecil dan berdimensi. Contoh dari partikel itu sendiri, seperti butir pasir, elektron, atom, atau molekul.

Pada Rabu (4/7/2012) Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir atau yang biasa disebut dengan CERN mengumumkan penemuan Partikel Tuhan. Sontak hal tersebut membuat para ilmuwan bahagia. Namun lain dengan masyarakat yang heran sekaligus membingungkan penemuan baru tersebut.

Sebelum membahas lebih lanjut, tentu saja kita sebagai masyarakat Indonesia patut bangga dengan penemuan Partikel Tuhan ini. Mengapa kita harus bangga? Itu karena dua ilmuwan Indonesia ikut berperan dalam penemuan luar biasa ini. Siapa saja ilmuwan itu?

Mereka adalah Rahmat Rahmat dan Suharyo Sumowidagdo. Suharyo berasal dari Florida State University dan Rahmat berasal dari University of Oregon.

Perburuan Partikel Tuhan di CERN dilakukan lewat dua eksperimen, yaitu Compact Muon Solenoid (CMS) dan A Toroidal LHC Apparatus (ATLAS). Masing-masing bekerja secara independen, bertujuan mencapai kesempurnaan penelitian.

Rahmat Rahmat Ph.D

Keterlibatan Rahmat dengan penelitian ini bermula saat mengikut eksperimen Compact Muon Solenoid (CMS) Genewa, Swiss. CMS merupakan salah satu detektor LHC yang menemukan partikel Tuhan. Rahmat mulai bergabung dengan CMS pada Juli 2008.

Rahmat menjelaskan bahwa partikel ini memberi jawaban bagaimana partikel-partikel lain memiliki massa. Menemukan partikel ini seperti halnya kita menemukan harta karun yang terpendam. “Di masa depan, partikel ini akan sangat berguna untuk memahami alam semesta,” katanya.

Setelah Rahmat bergabung di bulan Juli 2008, Suharyo pun menyusul beberapa saat kemudian. Saat itu dirinya bekerja sebagai staf peneliti di Departemen Fisika dan Astronomi, University of California, Riverside.

Saat itu, Suharyo  menjadi peneliti postdoktoral di University of California Riverside. Di CMS, ia meneliti tentang massa top quark. Penelitian itu berguna untuk memprediksi massa Higgs Boson.

Suharyo Sumowidagdo, Ph.D

Lanjut lagi dengan pembahasan sebelumnya.

Mengapa masyarakat bingung dengan penemuan baru tersebut?

Itu karena istilah dari penemuannya, yaitu Partikel Tuhan. Masyarakat bertanya-tanya mengapa disebut dengan Partikel Tuhan? Apakah partikel itu yang menyusun Tuhan? Apakah partikel itu mempunyai hubungan dengan Tuhan? Itu semua menjadi tanda tanya bagi masyarakat.

Istilah Partikel Tuhan sebenarnya adalah Higgs Boson. Partikel ini adalah partikel yang “hilang” dalam Model Standar Fisika Partikel. Higgs Boson berperan memberikan massa, menentukan apakah atom dan semesta akan tercipta atau tidak. Sampai saat ini masyarakat jika ingin tahu dan penasaran mengenai Higgs Boson cenderung mengetik Partikel Tuhan atau God Pacticle pada mesin pencarian di internet, ketimbang dengan mengetik partikel Higgs Boson.

Baca juga:

Awal dari sebutan Partikel Tuhan pada Higgs Boson bermula dari buku karangan mantan direktur Fermilab (laboratorium di Amerika Serikat yang memburu Partikel Tuhan), bernama Leon Lederman yang  berjudul The God Particle: If the Universe Is the Answer, What Is the Question?.

Awalnya Lederman ingin menamai Higgs Boson dengan Partikel Sialan (Goddamn Particle). Mengapa ia menyebutnya seperti demikian? Karena untuk mendeteksinya sungguh sangat sulit, tetapi editor buku tersebut tidak ingin mengunakan kata “Goddamn”, menghapuskan kata “damn” dan membiarkan kata “God”. Jadi itulah penyebab atas penamaan partikel Tuhan, jadi bukan partikel penyusun Tuhan ya Sahabat Warstek!

Baca juga:

Setelah ditemukannya Partikel Tuhan oleh CERN ini, para fisikawan ingin memecahkan teka-teki fisika lebih lanjut. Sebagai contoh, apakah materi gelap itu? Materi gelap sudah diakui lewat pengamatan astronomi, namun belum sepenuhnya dipahami dan belum dapat diamati. Atau apakah supersimetri itu? Apakah setiap partikel yang ditemukan memiliki kekuatan yang tidak nampak?

Setelah penemuan partikel Tuhan, maka CERN terus meningkatkan performanya. Bagaimana apakah Sahabat Warstek tidak tertarik untuk ikut berpartisipasi di CERN?

Referensi:

  • https://sains.kompas.com/read/2012/07/06/13570279/Adakah.Hubungan.Partikel.Tuhan.dengan.Tuhan diakses pada 8 Januari 2019.
  • https://tirto.id/partikel-tuhan-si-kecil-yang-bikin-penasaran-cARM diakses pada 8 Januari 2019.
  • https://sains.kompas.com/read/2012/07/06/18252729/Fisikawan.Indonesia.di.Balik.Perburuan.Partikel.Tuhan diakses pada 8 Januari 2019.
  • http://www.fisika.lipi.go.id/webfisika/content/memburu-partikel-tuhan diakses pada 8 Januari 2019.
  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/01/27/anak-anak-bangsa-dibalik-penemuan-partikel-tuhan diakses pada 8 Januari 2019.
  • https://www.dw.com/id/setahun-setelah-partikel-higgs-boson-ditemukan/a-17069427 diakses pada 8 Januari 2019.
Audrye Kezya

Audrye Kezya

Siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Tana Toraja, Profil lebih lengkap dapat dilihat di https://www.instagram.com/audryekezya/?hl=id
Audrye Kezya

Latest posts by Audrye Kezya (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

12 − 8 =