Lisa 2
Bagikan Artikel ini di:

Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi, informasi dan komunikasi, tentu kita harus merasa bersyukur karena segala sesuatu telah banyak ditemukan dan serba mudah dalam penggunaannya. Termasuk komputer dan smartphone yang kita gunakan sekarang, yang telah menggunakan sistem operasi  berbasis GUI (Graphichal User Interface). GUI atau yang dalam Bahasa indonesianya adalah Antarmuka Pengguna Grafis ini memudahkan kita untuk mengoperasikan sebuah perangkat dengan bebas dan leluasa, baik itu dengan mouse, touchpad, atau bahkan dengan sentuhan pada layar. Dengan GUI kita bisa melakukan operasi menghapus atau memindahkan data hanya dengan satu klik pada mouse. Tidak seperti dulu, mengeporasikan komputer harus menggunakan perintah teks atau yang kita kenal dengan DOS (Disk Operating System) yang lama dan merepotkan.

Tapi, mungkin kita bertanya-tanya bagaimana mungkin Sistem Operasi yang berbasis GUI pertama kali diciptakan ? bagaimana mendesainnya ? menggunakan software apa ? Bahasa pemogrgaman apa ? dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Kita mungkin bingung karena sebelumnya hanya menggunakan sistem operasi berbasis perintah teks lalu kemudian bisa menjadi system operasi seperti Windows, Mac OS, atau Linux seperti yang kita kenal saat ini. Ternyata, apabila kita meninjau sejarahnya ke belakang, proses penyempurnaan GUI tidaklah sebentar, bahkan memerlukan lebih dari dua dekade.

Bagaimana sejarah lahirnya GUI ?

Sejarah Panjang lahirnya GUI dimulai sejak Vannevar Bush meperkenalkan gagasannya yang disebut “memex”, yaitu sebuah alat komputasi yang ia bayangkan seperti meja yang terpasang monitor layar sentuh dengan keyboard dan scanner pada tahun 1945. “Memex” ini memungkinkan penggunanya untuk megakses informasi dengan cara kerja seperti hyperlink yang kita kenal sekarang. Pada saat itu Bush mempublikasikan gagasannya lewat artikel dengan judul “As We May Think” yang diterbikan di sebuah penerbitan Atlantic Monthly. Kemudian, sampai pada tahun 1962 barulah ada seseorang yang ingin mewujudkan gagasan dari Vannevar Bush tersebut, yaitu Douglas Engelbart.

Douglas Engelbart

Gambar 1. Douglas Engelbart pada tahun 1968. (Sumber: arstechnica.com)

Langkah Douglas dimulai dengan menerbitkan sebuah paper berjudul “AUGMENTING HUMAN INTELLECT: A Conceptual Framework.” Dalam paper ini, Douglas berpendapat bahwa komputer digital memberikan metode tercepat dalam “meningkatkan kemampuan manusia untuk mendekati situasi masalah yang kompleks, untuk mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan khususnya, dan untuk mendapatkan solusi untuk masalah.” Dia juga berpendapat bahwa komputer bukan untuk menggantikan kecerdasan manusia, melainkan alat untuk meningkatkannya. Salah satu contoh dari hipotesis pertama yang ia gambarkan dari teknologi ini adalah seorang arsitek yang merancang sebuah bangunan menggunakan sesuatu yang mirip dengan apa yang kita sekarang kenal sebagai CAD (Computer Aided Design).

Douglas bukan hanya menulis ide-idenya dalam bentuk paper, melainkan ia juga menciptakan “mouse” pertama yang pada saat itu disebut “Indikator XY” dan bentuknya belum seperti mouse yang kita kenal sekarang. “Indikator XY” adalah sebuah alat kecil yang ditempatkan di sebuah kotak kayu di atas roda yang bergerak disekitar dekstop dan menggerakan kursor pada layar. Kemudian pada tahun 1968 Douglas meciptakan NLS (oN Line System), sebuah system terdiri dari layar GUI, keyboard dan mouse. NLS baru bisa menampilkan teks dan garis saja dikarenakan keterbatasan memori yang digunakan. NLS ini juga yang menjadi cikal bakal dan inspirasi bagi para ilmuan dalam mengembangkan GUI di masa depan.

 

Gambar 2. Layar system NLS, keyboard dan mouse. (Sumber: arstechnica.com)

Namun, Douglas bukan satu-satunya visioner dalam sejarah GUI. Pada tahun 1963, seorang mahasiswa pascasarjana di MIT, Ivan Sutherland, mengajukan tesisnya sebuah program yang disebut “Sketchpad,” yang secara langsung memanipulasi objek pada layar CRT menggunakan pena cahaya.

 

Lalu bagaimana pengembangan awal GUI ?

Pengembangan GUI dilakukan secar masif oleh perusahaan bernama XEROX PARC pada tahun 1970. Tentu dengan dasar dari NLS-nya Douglas, XEROX PARC mengembangkan GUI lebih jauh. Pada tahun 1973 Xerox Alto berhasil diluncurkan, yaitu komputer pribadi pertama yang berbasis GUI. Alto  dibangun dengan Bahasa pemograman beorientasi objek pertama yaitu Smalltalk. Smalltak sendiri dikembangkan oleh Alan Kay, Dan Ingalls, Adele Goldberg dalam tim Learning Research Group (LRG) bagian dari XEROX PARC.

Xerox Alto

Gambar 3. Xerox Alto. (Sumber : arstechnica.com)

Smaltalk

Gambar 4.Tampilan Smalltalk dalam pengembangan GUI. (Sumber : arstechnica.com)

Xerox Alto hadir dengan sepesifikasi yang cukup mumpuni pada saat itu, yaitu layar monokrom dengan resolusi 606×808, mouse 3 tombol, keyboard 5 tombol, removable disks kapasitas 2,5 mb, dan CPU 16-bit microcode yang dibangun khusus dari chip TTL. Sementara, Artarmukanya saat itu sudah memiliki fitur yang disebut WIMP (Windows, Icon, Menu, Pointer) dan dapat melakukan operasi membuka file, menghapus file, dan memindahkan file.

Setelah selang beberapa tahun, Xerox Park kembali melahirkan komputer pribadi bernama Xerox Star. Dengan desain dan konsep yang sama dengan pengembangan Alto, Star hadir dengan lebih ramping dari bentuknya, serta  antarmuka yang sudah memiliki “desktop”, resize windows, kotak dialog dan mouse yang lebih canggih dari sebelumnya.

Xerox Star

Xerox Star 2

Gambar 5 & 6. Tampilan antarmuka Xerox Star (Sumber : arstechnica.com & webdesignerdepot.com)

 

Bagaimana dengan perkembangan Apple dan Microsoft ?

Apple berdiri sejak tahun 1976, dirintis oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak pada sebuah garasi di daerah Los altos, California. Pada tahun 1976 dan 1977 Apple berhasil mengembangkan Apple I dan Apple II, namun belum berbasis GUI. Hingga pada tahun 1979, setelah Apple berkunjung ke Xerox Parx untuk mempelajari konsep-konsep GUI yang dikembangkannya dan merekrut lebih dari stengah karyawan Parc. Pada tahun 1983, Apple merilis komputer pribadi berbasis GUI pertamanya yang diberi nama Apple Lisa. Lisa hadir dengan beberapa perkembangan yang lebih baik dari Alto, seperti fitur pull down menus, menu bars, wastebasket (sekarang trash), dan masih banyak lagi.

Baca juga:

Lisa

Lisa 2

Gambar 7 & 8. Tampilan Apple Lisa (Sumber : webdesignerdepot.com)

Sementara itu, Microsof ditemukan pada tahun 1975 oleh Bill Gates dan Paull Allen di  Albuquerque, New Mexico. Micorsoft juga pada masa awal-awal berdirinya tidak langsung membangun system operasi berbasis GUI. Baru pada tahun 1985 Microsoft berhasil melahirkan windows 1.0, Sistem operasi pertamanya yang berbasis GUI.

Windows 1.01

Windows 1.01

Gambar 9 & 10. Tampilan Windows 1.0 (Sumber : webdesignerdepot.com)

Pada dasarnya tampilan windows 1.0 tidak begitu jauh dari Apple Lisa, itu dikarenakan pada tahun 1977 Apple dan Microsoft melakukan pertemuan dan pertukaran ide dalam pengembengan GUI.

 

Apakah ada pengembang GUI lainnya ?

Dalam perjalanan panjangnya bukan hanya Microsoft dan Apple yang berkontribusi dalam pengembangan GUI setelah diprakarsai oleh Xerox Parc. Banyak deretan nama system operasi berbasis GUI pada sepanjang tahun 80-an sampai tahun 90-an, misalnya Visi On dari Visi Corp, Tandy DeskMate, GEM, Amiga Workbench, dan masih banyak lainnya.

Gambar 11. Tampilan antarmuka Visi On (Sumber : arstechnica.com)

Gambar 12. Tampilan antarmuka Tandy DeskMate (Sumber : arstechnica.com)

Gambar 13. Tampilan antarmuka GEM (Sumber : arstechnica.com)

Gambar 5. Tampilan antarmuka Amiga Workbench  (Sumber : arstechnica.com)

 

Panjangnya sejarah dalam perkembangan GUI, tidak sederhana untuk menyimpulkan siapa yang menemukan GUI. Meski sejarah mecatat bahwa Douglas Engelbart sebagai Bapak GUI, tetapi peran XEROX PARC, Apple, Microsoft, dan perusahaan lainnya tidak bisa diremehkan karena mempunyai kontribusi masing-masing pada bidangnya. Sampai pada akhirnya kita dapat menikmati antarmuka yang sangat memudahkan dalam segala operasi atau user friendly pada setiap perangkat, baik itu komputer ataupun smartphone, baik  itu Windows, Mac OS, Android, atau Linux sekalipun.

 

Referensi :

[1] Reimer, J. 2005. A History of GUI. Diakses dari https://arstechnica.com/features/2005/05/gui/ pada 20 Januari 2019

[2] Powell, A. 1997. A History of the GUI. Diakses dari https://www.wired.com/1997/12/web-101-a-history-of-the-gui/ , diakses pada 20 Januari 2019

[3] Tuck, M. 2001. The Real History of the GUI. Diakses dari https://www.sitepoint.com/real-history-gui/ , diakses pada 20 Januari 2019

[4] Engelbart, D. 1962. AUGMENTING HUMAN INTELLECT: A Conceptual Framework. Diakses dari http://www.invisiblerevolution.net/engelbart/full_62_paper_augm_hum_int.html , diakses pada 20 Januari 2019

[5] Bush, V. 1945. As We May Think. Diakses dari https://www.theatlantic.com/magazine/archive/1945/07/as-we-may-think/303881/ , diakses pada 20 Januari 2019

[6] WDD Staf. 2009. Operating System Interface Design between 1981-2009. Diakses dari https://www.webdesignerdepot.com/2009/03/operating-system-interface-design-between-1981-2009/ , diakses pada 21 Januari 2019

[7] Graphical User Interface Timeline. Diakses dari http://toastytech.com/guis/guitimeline.html , diakses pada 21 Januari 2019

Deden Muhamad Furqon

Sedang menempuh pendidikan S1 di Teknik Informatika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Deden Muhamad Furqon

Latest posts by Deden Muhamad Furqon (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

twenty − eleven =