Burung Cikalang Si Penerbang Maraton

Burung Cikalang Si Penerbang Maraton
Bagikan Artikel ini di:

Tidur Sambil Terbang?

Mungkin kita pernah mendengar istilah sleep walking atau tidur sambil berjalan.  Sleep walking  adalah sebuah sindrom atau perilaku yang menyimpang yang dilakukan ketika tidur [1]. Tapi pernahkah kita mendengar istilah tidur sambil terbang? Hal ini bukanlah sindrom ataupun perilaku yang menyimpang pada burung, tetapi merupakan suatu kelebihan. Hal inilah yang terjadi pada burung Cikalang.

Bagaimana Kemampuan Terbang Burung Cikalang?

Burung Cikalang adalah salah satu jenis burung laut yang pada umumnya bisa dijumpai di sepanjang wilayah samudera tropis maupun yang subtropis. Perilaku burung Cikalang ini memang diketahui sangat unik dan tidak dimiliki oleh jenis burung lain [3].

Burung Cikalang memiliki kemampuan terbang yang mumpuni. Spesies ini sanggup terbang selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, di atas lautan untuk berburu ikan tanpa mendarat di permukaan tanah. Kemampuan yang mengagumkan itu menjadi pertanyaan para ilmuwan dan ahli burung untuk melakukan penelitian terhadapnya [3].

Untuk mendapatkan jawaban tersebut, tim peneliti dari Max Planck Institute for Ornithology di Jerman memasang perangkat pengukur gelombang otak (EEG) pada burung Cikalang yang mereka tangkap. Para ilmuwan kemudian melepas burung tersebut, dan segera melakukan perekaman data selama 10 hari. Dalam kurun waktu tersebut, burung Cikalang melakukan penerbangan tanpa henti sejauh 3.000 km lebih! [2]

Hasil temuan ini cukup mengejutkan. Selama siang hari, burung Cikalang tampak aktif mencari pakan. Namun saat matahari terbenam, setengah belahan otak burung ini beralih ke dalam kondisi tidur, meski mereka tetap terbang di atas air [3].

Ketika setengah bagian otaknya tertidur, burung itu tidur dengan satu mata yang masih terbuka. Saat berada pada kondisi setengah tidur itu, Cikalang akan terbang berputar mengikuti arus udara dan hanya membuka satu matanya yang menghadap ke arah tersebut. Mereka akan tetap buka mata untuk berjaga-jaga demi menghindari tabrakan dengan burung lainnya [3].

Pada suatu kesempatan langka, burung Cikalang akan memasuki tahap tidur REM saat masih berada di udara. Hal itu tentu terdengar aneh, mengingat sebagian besar mamalia ketika dalam tahap tidur REM akan merelaksasi total semua ototnya. Tetapi yang terjadi pada Cikalang adalah tahap REM yang hanya berlangsung selama beberapa detik saja selama terbang. Adapun tanda-tanda relaksasi otot biasanya dapat terlihat dari kepalanya yang sedikit terkulai [3].

Pada waktu berada di atas permukaan tanah, dalam kondisi serupa, burung Cikalang sanggup tidur sambil berdiri dengan satu kaki. Hal lain yang cukup mengejutkan adalah bahwa waktu tidur rata-rata burung ini hanya 42 menit saja [3].

Betinanya memiliki perut berwarna putih sedangkan jantan memiliki kulit gular (tenggorokan) khusus berwarna merah, yang biasanya dikembungkan selama musim kawin untuk menarik perhatian betina [4]. Sama seperti burung laut lainnya burung Cikalang menerima pengasuhan intensif selama enam bulan, atau sampai mereka siap untuk terbang, dan kemudian mengambil tambahan 14 bulan diberi makan oleh kedua induknya [5].

Meski begitu, cikalang bukanlah satu-satunya spesies yang bisa tidur dengan setengah bagian otaknya tetap aktif. Penghuni laut seperti lumba-lumba pun melakukan hal serupa untuk mengontrol fungsi pernafasan dan agar dapat memantau sekelilingnya. Mata kirinya akan tertutup ketika otak bagian kanan tidur, begitu pula sebaliknya [3].

Mampu Terbang Berbulan-Bulan?

Baca juga:

Kemampuan unik lainnya dari burung cikalang adalah mampu terbang hingga berbulan-bulan di atas samudera tanpa berhenti. Mereka biasanya memanfaatkan angin yang berembus kencang di atas lautan untuk menghemat energi [6].

Agar tetap berada di atas ketinggian dalam waktu sangat lama, cikalang menggunakan beberapa teknik yang sama seperti yang dilakukan para pilot glider. Mereka mengambil keuntungan dari udara yang bergerak naik ke atas di bawah awan cumulus tropis.  Awan cumulus tropis adalah awan tebal yang memiliki puncak yang tinggi, bentuknya padat serta memiliki batas yang jelas yang puncaknya dapat mencapai 6 km [7].

Awan cumulus tropis

Untuk mendapatkan makanan, burung cikalang akan memangsa ikan-ikan yang muncul dan berlompatan di atas permukaan laut, lantaran dikejar oleh predator lautan seperti ikan tuna dan lumba-lumba [6].

Referensi :

[1] https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-tidur-sambil-berjalan/ diakses pada 11 Februari 2019.

[2] https://www.mpg.de/10673637/frigatebirds-sleep diakses pada 11 Februari 2019.

[3] https://www.jalaksuren.net/mengetahui-perilaku-burung-cikalang-dengan-gaya-terbang-unik/ diakses pada 11 Februari 2019.

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Cikalang diakses pada 11 Februari 2019.

[5] https://www.sridianti.com/reproduksi-burung.html diakses pada 11 Februari 2019.

[6] https://omkicau.com/2016/10/18/keunikan-burung-cikalang-bisa-tidur-sambil-terbang/ diakses pada 11 Februari 2019.

[7] https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/awan-cumulus diakses pada 11 Februari 2019.

Syandi Saputra R

Mahasiswa S1 Manajemen Sumberdaya Perairan UNHAS. Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi UNHAS.
Syandi Saputra R

Latest posts by Syandi Saputra R (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

one × two =