Bagikan Artikel ini di:

Penulis: Ibnah Warda Naila dan Akbar Alfiyan siswa kelas XI SMA Sugar Group, Lampung

Pemanasan global adalah peningkatan suhu pada atmosfer bumi, laut, dan daratan bumi. Dalam dekade ini, pemanasan global atau yang biasa disebut global warming makin giat diperbincangkan, terutama di Indonesia. Secara geografis, Indonesia merupakan wilayah yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Tetapi, sebuah penelitian mengatakan bahwa dahulu bumi merupakan bola es raksasa yang dimana bongkahan es dan gletser menyelimuti dunia, bahkan hingga daerah yang dilewati garis khatulistiwa, termasuk Indonesia. Lalu, kemanakah perginya salju tersebut? Para peneliti berpendapat peristiwa ini disebabkan oleh karbondioksida yang dipancarkan oleh gunung berapi, seperti layaknya efek rumah kaca.

Dampak yang disebabkan oleh pemanasan global di Indonesia adalah yang pertama, perubahan cuaca yang tidak stabil. Hal ini disebabkan karena kondisi atmosfer yang berubah yang diakibatkan oleh pemanasan global tersebut. Seperti contoh bulan Agustus yang seharusnya adalah musim kemarau, tetapi masih mengalami hujan yang terus menerus hingga terjadi banjir di beberapa kota di Indonesia contohnya di Jakarta dan Yogyakarta. Selain itu perubahan cuaca akan merugikan bagi para petani. Musim tanam dan musin panen yang tidak pasti akan mengganggu kelangsungan hidup mereka. Kedua, ekologis terganggu. Pemanasan global bukan hanya mengganggu kelangsungan hidup manusia, tetapi juga mengganggu kelangsungan hidup hewan dan tumbuhan. Aktivitas manusia seperti membakar hutan akan mengakibatkan hewan akan bermigrasi ke tempat yang lebih aman.

Ribuan Burung dari Siberia dan Australia Migrasi ke Sumatera Selatan

Sumber: news.okezone.com

Ketiga muncul permasalahan perubahan iklim yang semakin nyata terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penyebab utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah ulah manusia. Perilaku manusia yang dapat memicu perubahan iklim diantaranya, penebangan hutan secara liar atau deforestation. Deforestation dilakukan untuk kepentingan komersil, misalnya mebel dan kertas. Tetapi tak jarang, penebangan hutan dilakukan dengan cara membakar hutan agar lebih cepat untuk menggundulkan lahan. Hal ini yang menyebabkan suhu di daerah sekitarnya menjadi tinggi. Selain suhu yang meningkat, habitat keanekaragaman hayati di hutan juga akan hilang.

Pembakaran liar di hutan Riau

Sumber : satuharapan.com

Berkaca dari berbagai masalah dampak pemanasan global yang terjadi bumi, beberapa negara sepakat membangun perjanjian internasional. Salah satunya adalah Protokol Kyoto. Protokol kyoto adalah sebuah amandemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC). Negara yang mengikuti perjanjian ini akan berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbondioksida. Selain protokol kyoto, ada beberapa perjainjian serupa diantaranya Asia-Pasific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC), Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC), dan Protokol Monetral.

Kami percaya bahwa setiap permasalahan pasti ada cara untuk menanggulanginya, tidak terkecuali pemanasan global. Menanggulanginya adalah tanggung jawab bersama. Pelaksananya adalah kita sebagai umat manusia.

Baca juga:

Pertama, kita harus meminimalisir pembuangan gas kendaraan bermotor, dengan cara menggunakan transportasi umum pada saat ingin berpergian. Pemerintah juga harus menerapkan sistem car free day di setiap daerah agar lingkungan menjadi lebih sehat. Kedua, kita harus menanam pohon atau tumbuhan hijau lainnya di sekitar rumah. Menanam tumbuhan yang memiliki klorofil dapat meningkatkan kadar oksigen dan mengurangi karbondioksida yang ada di lingkungan sekitar. Selain dua cara tersebut, masih banyak lagi cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global. Membuang sampah pada tempatny,a menghemat air dan listrik, menggunakan energi alternatif, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi penggunaan kertas, dan lain sebagainya.

Jadi, langkah apa yang harusnya ditegakkan untuk menghindarkan terjadinya pemanasan global, kita sudah tau. Banyak langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulangi terjadinya pemanasan global. Tetapi, apakah diri kita mau melakukannya? Semua tergantung pada tiap individu masing masing. Perjanjian yang ada di dunia perlu ditegaskan agar dapat berdiri dan dipatuhi. Kita tahu bahwa Thanos dan Avengers hanya ada didunia fiksi, tetapi sesungguhnya Thanos adalah pemanasan global, yang berusaha menguasai bumi dengan cara liciknya, sedangkan kita sebagai para Avengers yang siap berjuang mati matian mempertahankan bumi dan seluruh isinya agar dapat berjalan dengan baik seperti semula.

Hal tersebut harus dimulai dari skala terkecil yaitu diri sendiri. Apabila kita menjaga bumi, maka bumi akan menjaga kita pula. Bumiku sahabatku! J

Referensi:

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.
Warung Sains Teknologi
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan