Bagikan Artikel ini di:

Bagi yang pernah menonton serial “Men in Black” (film komedi sains fiksi hollywood), pasti tahu dengan “Neuralyzer“. Alat tersebut mirip tongkat dengan lampu flash yang digunakan tokoh utamanya untuk menghapus ingatan orang lain. Alat itu bisa jadi hanyalah sebuah karya imajinasi dan mungkin tidak ada di dunia nyata. Tapi siapa yang menyangka bahwa alat itu akan benar-benar terwujud nantinya, karena saat ini sebuah penelitian terbaru sudah menemukan cara untuk menghapus ingatan.

Salah satu adegan menggunakan alat “Neuralyzer” Penghapus Ingatan di Film Men in Black (Sumber: qz.com)

Penelitian terbaru dari Boston University telah menemukan cara untuk memanipulasi ingatan, menguatkannya atau menghapusnya. Rincian penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal Current Biology, volume 29 pada 3 Juni 2019.

Pada penelitian tersebut, peneliti menunjukan bagaimana ingatan dapat dimanipulasi jika kita tahu bagian mana dari hippocampus (bagian otak besar) yang harus dirangsang. Temuan tersebut, menurut peneliti, suatu hari nanti dapat memungkinkan perawatan khusus untuk orang-orang yang dihantui kenangan masa lalu.

Temuan tersebut berawal dari pemikiran Steve Ramirez, ahli saraf Boston University yang meyakini bahwa struktur kecil di otak dapat memegang kunci untuk teknik terapi masa depan untuk mengobati depresi, kecemasan, dan PTSD (serangan panik akibat traumatis di masa lalu). Di masa akan datang, jika itu mungkin dilakukan, maka memungkinkan dokter untuk meningkatkan ingatan positif atau menekan yang negatif seseorang.

Ramirez menjelaskan, di dalam otak kita, struktur kecil sebesar biji mete yang disebut hippocampus menyimpan informasi sensorik dan emosional yang membentuk ingatan, apakah itu positif atau negatif. Tidak ada dua ingatan yang persis sama, dan juga, setiap ingatan yang kita miliki disimpan di dalam kombinasi unik sel-sel otak yang berisi semua informasi lingkungan dan emosional yang terkait dengan ingatan itu.

Ilustrasi menghapus ingatan (Sumber: Sciencedaily.com)

Sementara itu, Briana Chen, rekan peneliti dari Columbia University mengatakan banyak gangguan kejiwaan, terutama PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), terbentuk dari pengalaman yang benar-benar traumatis, orang tersebut seakan tidak dapat melanjutkan hidup mereka karena mereka mengingat rasa takut berulang kali.

“Kami masih jauh dari mampu melakukan ini pada manusia, tetapi bukti konsep ada di sini,” kata Chen.

Untuk membuktikan hipotesis itu, para peneliti dengan menggunakan teknik yang disebut optogenetika memetakan sel mana di hippocampus yang diaktifkan ketika tikus jantan membuat kenangan baru tentang pengalaman positif, netral, dan negatif. Pengalaman positif, misalnya, bisa menjadi berkaitan dengan tikus betina. Sebaliknya, pengalaman negatif dapat berupa sengatan listrik ringan di kakinya.

Ilustrasi ilmuwan sedang memanipulasi memori otak (Sumber: smithsonianmag.com)

Baca juga:

Peneliti kemudian mengidentifikasi sel mana yang merupakan bagian dari proses pembuatan memori dengan bantuan sejenis protein hijau bercahaya yang dirancang untuk benar-benar menyala ketika sel diaktifkan. Mereka mampu secara artifisial memicu memori spesifik itu lagi nanti, menggunakan laser cahaya untuk mengaktifkan sel-sel memori.

Penelitian itu menemukan bahwa ada perbedaan peran bagian atas dan bawah hippocampus. Mengaktifkan bagian atas hippocampus tampaknya berfungsi seperti terapi eksposur yang efektif dan menekan trauma. Sedangkan bagian bawah hippocampus dapat memberikan rasa takut yang berkepanjangan dan perubahan perilaku yang berhubungan dengan kecemasan, mengisyaratkan bahwa bagian otak ini bisa menjadi terlalu aktif ketika ingatan menjadi begitu emosional.

Ramirez mengatakan, penemuan tersebut penting untuk perawatan mental di masa akan datang meski bidang manipulasi memori itu masih baru, terdengar seperti sains fiksi, namun itu benar-benar dapat dilakukan. Meski demikian, lanjutnya, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk benar-benar mengaplikasikan temuan tersebut pada manusia.

Referensi:
[1] Chen, Briana K. Murawski, Nathen J. Cincotta, Christine. McKissick, Olivia. Finkelstein, Abby. Hamidi, Anahita B. Merfeld, Emily. Doucette, Emily. Grella, Stephanie L. Shpokayte, Monika. Zaki, Yosif. Fortin, Amanda. Ramirez, Steve. 2019. Artificially Enhancing and Suppressing Hippocampus-Mediated. DOI: 10.1016/j.cub.2019.04.065
[2] Boston University. 2019. How to enhance or suppress memories “Stimulating different parts of the brain can dial up or down a specific memory’s emotional oomph, study shows”. Diakses dari laman www.sciencedaily.com/releases/2019/05/190523143040.htm pada 14 Juni 2019.
[3] Epstein, Adam. 2014. Scientists are a step closer to creating the memory eraser from “Men in Black”. Diakses dari laman qz.com/279326/scientists-are-a-step-closer-to-creating-the-memory-eraser-from-men-in-black/ pada 14 Juni 2019

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

thirteen + sixteen =