Bagikan Artikel ini di:

Ditulis oleh Muclishin Pramono Guntur Waseso*

Tak lama ini, dikutip dari media online cnnindonesia.com, beberapa kota di Eropa Barat, Eropa Tengah seperti Paris, Praha, Madrid, Munich, dan Zurich sedang menghadapi gelombang panas. Pada saat terjadi gelombang panas, suhu udara dapat mencapai hingga 41 derajat Celcius. Tak hanya di kota bagian Eropa saja, di India pun sedang menghadapi hal tersebut  (gambar 1).

Gambar 1. Gelombang panas terjadi di India

(Sumber : www.ccnindonesia.com

Menurut unit sub bidang Peringatan Dini Iklim BMKG, pengertian gelombang panas adalah periode lanjutan dari cuaca yang panas dan diikuti oleh kelembaban tinggi yang biasa terjadi di wilayah yang sedang mengalami musim panas. Akan tetapi, pengertian tersebut tidak selalu tepat karena tergantung rata – rata suhu harian di suatu wilayah masing – masing. Misalnya saja, ketika rata – rata suhu yang dirasakan oleh penduduk daerah beriklim tropis dianggap sebuah gelombang panas oleh penduduk daerah beriklim dingin.

“Secara umum rata-rata suhu maksimum di wilayah Indonesia berada dalam kisaran 32-36 derajat Celcius”, ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, yang dikutip pada media berita online tirto.id bulan Maret 2019 lalu.

Menurut kepala sub bidang prediksi cuaca BMKG, Agie Wandala Putra mengatakan bahwa sistem gelombang panas yang terjadi di sekitar wilayah India tidak bisa terjadi di kawasan Indonesia dikarenakan setiap Negara memiliki pola atau sistem cuaca yang berbeda. Ditambah pula, fenomena gelombang panas yang terjadi disebabkan posisi matahari yang tengah berada di bagian utara bumi sehingga pemanasan terjadi cukup intens (gambar 2).

Gambar 2. Gerak Semu Tahunan Matahari

(Sumber: www.bmkg.go.id)

Meskipun Indonesia tidak terkena imbas gelombang panas, BMKG memberikan informasi kepada penduduk Indonesia akan adanya pengaruh angin yang berhembus dari benua Australia menuju benua Asia, dimana kondisi ini membawa sedikit uap air atau bersifat kering sehingga menyebabkan sedikitnya awan dan mulai memasuki kemarau. Hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 20 Juni 2019 dan prakiraan peluang curah hujan sangat rendah (<20mm/10hari), telah terjadi hari tanpa hujan (HTH) berturutan pada beberapa wilayah (gambar 3).

Gambar 3. Peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, RIlis 24 Juni 2019

(Sumber: www.bmkg.go.id)

Berdasarkan siaran pers BMKG tanggal 25 Juni 2019 oleh Deputi Bidang Klimatologi, Drs. Herizal, M.Si, wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian Tenggara, pesisir Barat Sulawesi Selatan, pesisir Utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku dan Papua bagian Selatan.

Masyarakat diharapkan untuk tetap mengantisipasi perubahan kondisi cuaca saat ini  dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan. Untuk memperoleh informasi cuaca, dapat mengunduh melalui aplikasi Info BMKG, web www.bmkg.go.id dan media sosial BMKG lainnya.

Baca juga:

*Bekerja di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Jl. Angkasa I, No.2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720

Referensi:

  1. 2019. BMKG sebut Indonesia Tak Alami Gelombang Panas seperti India. diakses pada tanggal 27 Juni 2019 melalui web https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190619164123-199-404687/bmkg-sebut-indonesia-tak-alami-gelombang-panas-seperti-india
  2. 2019. Fenomena Gelombang PAnas yang Melanda India dari Sisi Sains. diakses pada tanggal 27 Juni 2019 melalui web https://www. cnnindonesia.com/teknologi/20190619172406-199-404699/fenomena-gelombang-panas-yang-melanda-india-dari-sisi-sains
  3. 2019. Halau Gelombang Panas, Paris Buka Kolam Renang hingga malam. diakses pada tanggal 27 Juni 2019 melalui web https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190625184221-269-406388/ halau-gelombang-panas-paris-buka-kolam-renang-hingga-malam
  4. Dewi, Murni Kemala. 2019. Potensi Kekeringan Meteorologis di Beberapa Wilayah di Indonesia. diakses pada tanggal 28 Juni 2019 melalui web http://www.bmkg.go.id/press-release/?p=potensi-kekeringan-meteorologis-di-beberapa-wilayah-di-indonesia&tag=press-release&lang=ID
  5. Saputri, Maya. 2019. BMKG: Dampak Equinox Tak Selalu Suhu Ekstrem, Maksimum 36 Derajat. diakses pada tanggal 28 Juni 2019 melalui web https://tirto.id/bmkg-dampak-equinox-tak-selalu-suhu-ekstrem-maksimum-36-derajat-dkgB
  6. –. Fenomena Gelombang panas 2010. Subid Peringatan Dini Iklim BMKG. Diakses pada tanggal 27 Juni 2019 melalui web http://data.bmkg.go.id/ share/dokumen/gelombang_panas.pdf

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.
Warung Sains Teknologi
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

eighteen − 2 =