Bumingnya Teknologi Drone Dalam Menyambut Industri Revolusi 4.0

Industri revolusi 4.0 tidaklah asing lagi ditelinga kita, banyak yang berlomba-lomba untuk mengetahui apa saja yang dihasilkan oleh produk industri revolusi 4.0. Salah satu nya adalah penggunaan robot untuk memudahkan kehidupan manusia sehari-hari. Salah satu robot yang digunakan adalah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang merupakan pesawat tak berawak dijalankan secara manual ataupun dengan algoritma pemograman yang di tanamkan. Drone merupakan salah satu jenis dari UAV yaitu robot terbang yang memiliki sejumlah motor penggerak untuk menjalankan misi terbang secara vertical take off landing (VTOL). Drone banyak digunakan untuk aerial photography, penelitian, militer, search and rescue, pengiriman barang dan lain-lain. Selain pemanfaatannya yang beraneka ragam, drone pun dilengkapi dengan komponen elektronik dan sensor tertentu. Salah satunya flight controller sebagai otaknya drone. GPS untuk mengetahui lokasi drone itu berada. Telemetry untuk mengirimkan sinyal dan berkomunikasi ke ground control station yang ada di permukaan. Gimbal untuk mengatur keseimbangan kamera ataupun komponen yang melakatnya. Kamera untuk mengambil gambar dan lain-lain
Berikut ini ditampilkan beberapa pemanfaatan teknologi drone dalam kehidupan sehari-hari:

1. Drone Ambulan

Drone Ambulan Otomatis Untuk Mengantar Korban[1]

Sebuah ide untuk menyelamatkan korban kecelakaan ditengah kemacetan lalu lintas adalah penggunaan drone untuk mengangkut korban. Salah satunya yaitu pengembangan ambulan drone secara otomatis tanpa pilot manusia menuju lokasi kecelakaan dan membawa pasien kerumah sakit terdekat. Sebuah perusahaan yang berbasis di Austen, Texas yang berspesialisasi dalam desain teknologi drone ini menerapkan sebuah konsep drone medis yang dapat menawarkan bantuan untuk menyelamatkan jiwa dalam situasi darurat. Sebagai contoh, Alec Momont – seorang mahasiswa dari Delfty Technical University di Belanda – menggunakan quadcopter dengan defibrillator. Dari gagasan seperti ini maka berkembanglah gagasan yang lebih luas yaitu ambulan drone yang dapat membawa korban[1]

2. Drone Sebagai Sarana Transportasi

Drone Penumpang: Ehang 184 [2]

Selama bertahun-tahun manusia telah terobsesi untuk menciptakan transportasi yang akan membebaskan dari kemacetan lalu lintas di daratan. Salah satu teknologi yang mengatasi kemacetan di daratan adalah teknologi drone.  Drone penumpang merupakan taxi terbang yang membawa penumpang. Drone penumpang  diperkenalkan di Consumer Electronics Show (CES) pada tahun 2016 disebut Ehang. Ehang sebagai mainan drone berukuran raksasa, dibuat untuk satu penumpang dan diangkut secara otomatis ke tujuan yang ditentukan. Dengan bobot 440 pound, dengan harga hingga £ 200.000 dan dibangun dengan sistem delapan rotor.Drone ini dilengkapi dengan wifi, dan AC. Perusahaan mengklaim bahwa penumpang dapat terbang dengan nyaman ke titik mana pun dengan bantuan google maps, dengan kemampuan menghindari benda dan rintangan yang ada didepannya dan mendarat secara aman[2].

3. DroneBrella atau Drone Payung

Baca juga:

Self-Flying Umbrella[3]

Sejarah penemuan payung lipat sendiri terjadi pada tahun 1701, sekarang dengan era industri revolusi 4.0 dan banyaknya pemanfaatan teknologi drone, maka perusahaan Moulla & Augmented menciptakan dronebrella yaitu payung yang dapat terbang sendiri. Dronebrella adalah drone payung  yang melindungi penggunanya dari hujan, dan panas dengan fitur follow me, kemanapun pengguna pergi, dronebrella mengikuti penggunanya. Setiap drone payung akan dilengkapi dengan perangkat lunak kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi bagian atas kepala pengguna dan mengikuti mereka saat mereka berjalan [3]. Lagi sebuah perusahaan asal Jepang yang dikembangkan oleh Asahi Power Service telah mengembangkan drone payung yang dapat melayang di atas pengguna, melindungi mereka dari matahari. Namun tidak semua orang boleh menggunakan payung drone ini, karena masih ilegal untuk menerbangkan drone di sekitar daerah padat penduduk di Jepang. Sehingga perusahaan menjualnya untuk ruang pribadi tertutup seperti lapangan golf[4].

Referensi:
[1] Matthew Williams, “Evolution of UAVs: The Ambulance Drone “. [Online]. Available:  https://www.herox.com/crowdsourcing-news/189-the-evolution-of-uavs-the-ambulance-drone
[2] Theo Priestley, “Flying Cars, JetPacks, And Passenger Drones – Which One Will Rule The Skies?”. [Online]. Availbale: https://www.forbes.com/sites/theopriestley/2016/01/11/flying-cars-jet-packs-and-passenger-drones-which-one-will-rule-the-skies/#6ff0b0d175c8
[3] ETV, “DroneBrella – Self Flying Umbrella”, 27 January 2019. [Online]. Available : https://www.electrictv.com/?p=36286
[4] ___, “Japan ‘drone-brella’ promises hands-free sun cover”, 6 Juni 2018. [Online]. Availbale : https://phys.org/news/2018-06-japan-drone-brella-hands-free-sun.html

Nur Afifah

Mahasiswa D4 Teknik Elektromekanik Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir dan berencana lulus tahun ini(2019). (afifahn4@gmail.com)
Nur Afifah
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *