Sensus Lada Putih Varietas Saijap, Taijap dan Merapin Daun Kecil Di Kebun Lada Universitas Bangka Belitung

Ditulis Oleh: Sindy Ayu Kirana

Bangka Belitung, sebagai daerah penyumbang lada terbesar di Indonesia mampu memproduksi lada paling tinggi yaitu sekitar 29.190 ton pada tahun 2012, lebih tinggi dari provinsi Lampung (Direktorat Jenderal Perkebunan 2013). Data di lapangan terutama di kebun lada Universitas Bangka Belitung, belum terjamah oleh peneliti untuk didata sehingga, mendorong kami mahasiswa Universitas Bangka Belitung untuk melakukan sensus disertai riset mengenai tanaman lada agar dapat dilihat susunan vegetasinya, luasan varietas jenis lada yang ada di kebun lada Universitas Bangka Belitung.

blank

Riset ini di bawah bimbingan dosen Jurusan Biologi UBB Eka Sari, S.Si., M.Si. Riset ini bermanfaat dalam mempermudah informasi data yang dapat dijadikan bahan acuan dalam penelitian bagi peneliti, serta sebagai tambahan pengetahuan bagi pengelola kebun untuk mengetahui kondisi kebun lada pada saat ini.

blank

Gambaran umum lokasi penelitian1

Lokasi penelitian dilakukan di kawasan kebun lada Universitas Bangka Belitung, dengan tiga lokasi yang berbeda,  terdiri dari plot 1, plot 2,dan plot 3. Untuk mendapatkan data tanaman yang akurat sesuai dengan kondisi di lapangan perlu dilakukan kegiatan sensus pokok secara teliti (SOP Asian Agri, 2004). Namun data yang dihasilkan sering kali tidak akurat.Sebagai upaya untuk menghasilkan data sensus pokok yang lebih akurat,digunakanlah GPS (Global Positioning System) sebagai alat sensus. Sensus adalah kegiatan yang dilakukan untuk menginventarisasi tanaman yang mati atau tumbang.

blank

Penentuan  titik koordinat menggunakan GPS  dan pemetaan menggunakan google earth pro2

GPS  yang digunakan merupakan tipe GPS 60. Titik koordinat diambil secara acak sebanyak 23 titik  dengan menggunakan GPS. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua tahap yaitu tahap survei dan pemplotan dengan menggunakan metode mapping.

Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari wawancara secara langsung. Data sekunder diambil dari sumber-sumber atau instansi-instansi  terkait, laporan-laporan, publikasi, dan pustaka lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini.

Teknik pengumpulan

Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yaitu pengumpulan data secara langsung  melalui survei pada plot. Survei yang dilakukan berupa survei varietas, luasan keseluruhan dan lokasi penanaman per varietas.

Berdasarkan hasil sensus yang telah dilakukan diperoleh jumlah individu masing-masing varietas lada pada plot pengamatan yaitu varietas saijab berjumlah 1036 individu, taijab 157 individu, dan merapin 83 individu (Gambar 3).

blank

Jumlah individu Varietas lada pada lahan perkebunan UBB3

blank

Berdasarkan gambar 4 dan 4.1,  Taijap memiliki struktur daun yang lebih tebal dibandingkan saijap dan merapin daun kecil dan memiliki bentuk daun bulat telur. Dilihat dari segi buahnya, buah taijap memiliki ukuran yang kebih besar dibandingkan dengan merapin daun kecil.

blank

Berdasarkan gambar 5 dan gambar 5.1 Saijap memiliki struktur daun yang tidak simetris dan struktur daun yang tipis.Saijap memiliki daun yang sedikit melengkung disalah satu sisi setelah tulang daun.

blank

Baca juga:

Berdasarkan gambar  6 dan gambar 6.1 merapin daun kecil memiliki daun yang kecil dibandingkan dengan jenis saijap dan taijap. Merapin daun kecil juga memiliki daun yang runcing dan tipis.

Sebelum lada dipupuk, lahan harus terlebih dahulu ditaburi kapur pertanian jika tanah dalam keadaan masam.  Junjung (penyangga)  dari tanaman lada berasal dari batang tanaman gelam (tanaman tumbuh di rawa) putih lada. Sebab jenis gelam ini masih kuat berdiri hingga usia tahunan, dibanding jenis gelam lainnya, seperti gelam padang dan rawa.

Keunggulan saijap, taijap dan merapin daun kecil Ketiga varietas itu punya banyak keunggulan. Misalnya dari sisi produksi buah, satu batang Taijab dan Saijab, masing-masing bisa mencapai lima kilogram. Sementara produksi buah lada dari varietas lainnya yang biasa ditanam petani, hanya sekitar satu kilogram per batangnya.Menurut Pengelola Kebun Lada Universitas Bangka Belitung (UBB), H Romadhon alias H Eng, kelebihan lain dari varietas Saijab dan Taijab adalah lebih cepat berbuah, mudah merawatnya dan kebal terhadap serangan penyakit. Sehingga ia merekomendasikan bahwa varietas tersebut perlu disebarluaskan karena dapat memberi keuntungan lebih kepada petani.

Riset dan penelitian harus terus dilakukan, agar negeri ini besar dengan karya anak bangsa- Sindy Ayu Kirana.

Daftar Pustaka

  • Anonim. 2017. Kelebihan dan Kekurangan Google Earth Pro. http://geosriwijaya.com/2017/02/fungsi-dan keunggulan-google-earth/. ( Diakses 6 Juli 2019)
  • Direktorat Jendral Perkebunan. 2000. Statistik Perkebunan Indonesia 1998-2000. Jakarta: Departemen Kehutanan dan Perkebunan.
  • Wahyudi. 1996. Penawaran dan Permintaan Lada Hitan dan Lada Putih. Monograf Tanaman Lada. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
  • Wahid P. 1996. Sejarah Perlembagaan dan Daerah Penyebarannya. Monograf Tanaman Lada. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar