Alat Pencetak Media Tanam : Solusi Cerdas Dalam Pemanfaatan Abu Gunung Vulkanik

Ditulis Oleh Tubagus Rayyan Fitra Sinuhaji

Salah satu gunung berapi aktif yang terdapat di wilayah Indonesia adalah Gunung Sinabung terletak di provinsi Sumatera Utara. Koordinat puncak Gunung Sinabung adalah 03o 10’ LU dan 98o 23’ BT dengan puncak tertinggi 2.460 meter dari permukaan laut yang menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara [1].

Secara umum abu atau material dari letusan gunung berapi mengandung oksida beberapa unsur logam seperti Si, Al, Fe, Ca, Mg, Na dan K serta belerang, dan mungkin beberapa unsur logam berat berbahaya seperti timbal, kadmium, dan arsen. Komposisi oksida logam khususnya Si, Al, dan Ca yang terkandung dalam material memberikan potensi kepada material tersebut untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar semen, keramik, atau produk lain yang berbahan dasar semen [2].

Satu dari produk erupsi adalah pasir. Pasir dilaporkan memiliki componen kimia kompleks yang memungkinkan untuk mengaplikasikan pada banyak aplikasi. Ini dilaporkan pula bahwa pasir digunakan  sebagai pengisi pada konsentrasi tinggi dan sebagai tambahan paving block [3].

Gambar 1. Abu Vulkanik (Google.com)

Alat press sering digunakan dalam pengepresan hidrolik, pneumatik, dan mekanis untuk menghasilkan komponen lembaran padat dalam volume besar. Secara umum alat tekan dikategorikan berdasarkan jenis operasi yang dilakukan dengan menggunakan alat, seperti blanking, bending, forming, forging (Gambar 2.), dll [4].

Gambar 2. Mesin Forging (http://www.quora.com/)

Riset yang dikembangkan oleh Dosen Teknik Kimia di Universitas Sumatera Utara, Bode Haryanto S.T, M.T, Ph.D dengan beberapa mahasiswa yang membuat suatu alat. Alat ini merupakan pengabdian kepada masyarakat sekitar Gunung Sinabung yang digunakan untuk memanfaatkan abu gunung vulkanik. Salah satu penggunaan alat ini adalah mencetak media tanam dan digunakan untuk penghijauan. Alat ini dibuat dengan menggunakan bahan kayu dan besi dan tambahan pencetak hidrolik pada area tuas pegangan. Alat ini merupakan pengembangan pertama yang digunakan secara manual, sehingga Hak Paten akan diikutsertakan selanjutnya.

Gambar 3. Alat Cetak Media Tanam

Perkembangan Selanjutnya, pada tampilan desain Gambar 4 alat cetak terbuat dari potongan kayu  dan besi. Tinggi alat berkisar 1,0-1,8 meter, Bagian atas adalah Corong bahan yang berguna memasukkan pasir untuk dijadikan media tanam. Pasir akan melewati bagian bawah corong untuk ditekan oleh pengepres, sebelum ditekan pasir akan berada di cetakan, motor berfungsi penggerak rantai dan menekan alat pengepres. Sehingga cetakan dapat diambil, pada gambar awal diatas gambar 3 dilengkapi dengan cetak manual jika tidak ingin menggunakan motor.

Gambar 4. Rancangan Awal Alat Cetak dengan Motor

Baca juga:

Dengan adanya alat cetak yang mampu mengatasi material vulkanik dari erupsi gunung. Material vulkanik merupakan bahan yang kaya akan unsur-unsur hara, sehingga dapat memerbaharui sumber daya lahan. Meskipun demikian, timbunan material vulkanik dalam jumlah banyak juga dapat berdampak negatif bagi pertumbuhan tanaman terutama terhadap tanah sebagai media tumbuhnya. Masalah yang ditimbulkan pada lahan yang baru berdampak material vulkanik untuk dijadikan sebagai media tanam adalah sifat fisik, kimia dan biologinya yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Pada pengembangan selajutnya bukan hanya abu vulkanik saja yang dapat dicetak, dengan menggunakan beberapa campuran bahan seperti tanah liat dan perekat media tanam.

Gambar 5. Hasil Cetakan Media Tanam A. Dengan 100% Tanah Liat, B. Dengan 100% Pasir Abu, C. Dengan Campuran Keduanya.

Cetakan media tanam ini digunakan untuk menenpatkan tumbuhan agar kokoh. Sehingga tidak pelu memakai tambahan pot untuk menanam tumbuhan. Selain itu, Media tanam berfungsi sebagai tempat melekatnya akar, juga sebagai penyedia hara bagi tanaman. Campuran beberapa bahan untuk media tanam harus menghasilkan struktur yang sesuai karena setiap jenis media mempunyai pengaruh yang berbeda bagi tanaman. Media tanam dapat diperbaiki dengan pemberian bahan organik seperti kompos, pupuk kandang atau bahan organik lainnya [5].

Komponen media tanam yang baik bagi pertumbuhan tanaman terdiri dari tanah, bahan organik, air dan udara. Komponen utama tanah untuk kehidupan tumbuhan yang optimal terdiri dari 50% ruang pori, 45% bahan mineral (anorganik) dan 5% bahan organik [6].

Berbagai komposisi media tanam masing-masing memiliki kandungan yang berbeda-beda. Jenis-jenis media tanam antara lain pasir, tanah, pupuk kandang, sekam padi, serbuk gergaji, dan sabut kelapa. Bahan-bahan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga perlu dipahami agar media tanam tersebut sesuai dengan jenis tanaman. Untuk mengatasi kelemahan tanah sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan pasir dan pupuk kandang atau pasir dan sekam padi dengan perbandingan 1:1. Media tanam yang baik harus mempunyai sifat fisik yang baik, lembab, berpori, drainase baik [5].

Dengan begitu, alat ini mungkin kedepannya bisa membantu penghijauan pada daerah-daerah lain yang mengalami nasib sama yang terkena abu gunung vulkanik.

Referensi :

[1] Simatupang, Lisnawaty dan Devi. 2016. The Preparation and Characterization of Sinabung Volcanic Ash as Silica Based Adsorbent. Jurnal Pendidikan Kimia. Vol. 8, No. 3, Hal: 159 – 163. ISSN: 2085-3653.

[2] Wahyuni, Endang Tri; Sugeng Triyono dan Suherman. 2012. Penentuan Komposisi Kimia Abu Vulkanik Dari Erupsi Gunung Merapi. Jurnal Manusia dan Lingkungan. Vol. 19, No. 2, Hal: 150 – 159.

[3] Haryanto, Bode; Eri B. Btarigan; Jonathan I. Tarigan; Rina Br. Bukit dan Paham Ginting. 2017. Utilization of The Sand from Mount Sinabung Eruption as Material for Planting Media. Advances in Economic, Business and Management Research (AEBMR), 1st Economic and Business International Conference 2017 (EBIC 2017). Vol. 46, Hal: 105 – 108.

[4] Cyril, D, George LC, Goold V C 1973, Tool design, Tata McGraw-Hill Education, New Delhi, 3rd edition.

[5] K, Nora Augustien dan Hadi Suhardono. 2017. Peranan Berbagai Komposisi Media Tanam Organik Terhadap Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) di Polybag. Agritop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. Hal: 54 – 58.

[6] Pratiwi, Naomi Endah; Bistok Hasiholan Simanjutak dan Dina Banjarnahor. 2017. Pengaruh Campuran Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Stroberi (Fragaria vesca L.) Sebagai Tanaman Hias Taman Vertikal. AGRIC Jurnal Ilmu Pertanian. Vol. 29, No. 1, Hal: 11 – 20. P-ISSN: 0854-9028, e-ISSN: 2549-9343.

Warung Sains Teknologi
Latest posts by Warstek Media (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *