Bagikan Artikel ini di:

Ditulis Oleh Muhammad Al Kahfi

Menurut data Badan Pusat  Statistik 2018, Indonesia memproduksi susu cukup besar yaitu 909.638 Ton. Di Indonesia, susu tidak hanya dikonsumsi langsung namun diolah menjadi berbagai macam olahan susu lainnya contohnya adala susu kental manis atau sweetened Condensed Milk.

Susu kental manis1 atau biasa disebut sweetened condensed milk adalah susu segar atau susu evaporasi yang telah dipekatkan dengan menguapkan sebagian airnya dan kemudian ditambahkan gula sebagai pengawet. Susu kental manis dapat ditambah lemak nabati dan vitamin. Jenis – jenis susu kental manis pun beragam menurut Perka BPOM no 21/2016 salah satunya susu kental manis minyak nabati.

Gambar 1Susu Kental Manis

       Minyak nabati merupakan minyak yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan yang memiliki kelebihan yaitu bisa mencegah co – kristalisasi pada susu kental manis. Pencegahan proses kristalisasi dalam produk pangan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas produk pangan tersebut. Produk susu kental manis akan mengalami penurunan mutu jika terjadi kristalisasi. Oleh karena itu kristalisasi perlu di cegah dalam pembuatan susu kental manis (Estiatih, Teti.,2000)

        Salah satu jenis minyak nabati yaitu minyak  nabati, minyak dan jagung. Minyak nabati dari kacang-kacangan memiliki keunggulan yaitu lebih rendah lemak jenuh. Selain itu minyak nabati umumnya memiliki kandungan fitokimia yang juga baik untuk tubuh.

       Kebanyakan minyak nabati yang digunakan di Indonesia yaitu minyak kelapa sawit. Kelapa sawit termasuk tanaman dengan nilai keuntungan tinggi apabila dibudidayakan dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, banyak sekali hutan ataupun perkebunan di Indonesia yang diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Hal inilah yang perlu diperhatikan bagaimana mengganti minyak nabati dengan minyak nabati lainnya, kerena dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh adanya tanaman kelapa sawit yang makin mengurangi lahan hutan.

         Minyak jagung merupakan minyak yang kaya akan asam lemak tidak jenuh, yaitu asam linoleat dan linolenat. Kedua asam lemak tersebut dapat menurunkan kolesterol darah dan menurunkan resiko serangan jantung koroner. Minyak jagung juga kaya akan tokoferol (Vitamin E) yang berfungsi untuk fungsi stabilitas terhadap ketengikan dan diperoleh dari biji tanaman jagung atau Zea mays L., yaitu pada bagian inti biji jagung (kernel) atau benih jagung (corn germ). Tanaman jagung ini memiliki famili Poaceae dan genus Zea. Inti biji jagung (benih jagung (corn germ)) ini memiliki kandungan minyak jagung sebanyak 83% dengan kelembaban 14% (Shinthia, Mega,2016)

Gambar 2Minyak Jagung

Tabel 1. Data profil asam lemak untuk minyak jagung olahan


Minyak kacang tanah3 mengandung fosfolipid dan komponen- komponen yang tidak dikehendaki lebih sedikit daripada minyak kasar kedelai dan biji kapas. Menurut Blank (1995) di dalam Siregar V.A (1990), minyak kacang tanah hanya mengandung sedikit non-gliserida, sehingga susunannya relative sederhana juga mengandung 76-82% asam lemak tidak jenuh, yang terdiri dari 40-45% asam oleat dan 30-35% asam linoleat. Asam lemak jenuh 6 sebagian besar terdiri dari asam palmitat, sedangkan kadar asam miristat sekitar 5%. Kandungan asam linoleat yang tinggi akan menurunkan kestabilan minyak (Ketaren, 1986). Kestabilan minyak akan bertambah dengan cara hidrogenasi atau dengan penambahan anti-oksidan. Dalam minyak kacang tanah terdapat persenyawaan tokoferol yang merupakan anti-oksidan alami dan efektif dalam menghambat proses oksidasi minyak kacang tanah (Ketaren, 1986. dalam Lhartantt, Lia., 2015).         Kacang tanah merupakan tanaman polong – polongan atau legume terpenting kedya setelah kedelai di Indonesia. Minyak kacang tanah digunakan sebagai bahan pangan maupun bahan non pangan. Bahan pangan digunakan  sebagai minyak goreng, Susu kental manis dan berbagai macam olahan pangan olahan lainnya. Kacang tanah dapat dipres hingga minyaknya keluar.

Minyak kacang tanah seperti juga minyak nabati lainnya merupakan salah satu kebutuhan manusia, yang dipergunakan baik sebagai bahan pangan (edible purpose) maupun bahan non pangan (non edible purpose). Sebagai bahan pangan minyak kacang tanah dipergunakan untuk minyak goreng, bahan dasar pembuatan margarine, mayonnaise, salad dressing, dan mentega putih atau shortening, dan mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan minyak jenis lainnya, karena dapat dipakai berulang-ulang untuk menggoreng bahan pangan (Ketaren, 1986 dalam Lhartantt, Lia., 2015).

Baca juga:

Gambar 3Minyak kacang tanah

Tabel 2. Tabel Komposisi lemak kacang tanah

(Ketaren,1986 dalam Lhartantt, Lia., 2015)

Ditinjau dari segi manfaat dari minyak jagung dan minyak kacang tanah, keduanya bisa menjadi alternatif pengganti minyak nabati untuk produksi susu kental manis minyak nabati.

Selain itu juga, kualitas karakterisitik produk susu kental manis minyak nabati ditentukan oleh konsentrasi minyak nabati (Yusianto,2011).

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.
Warung Sains Teknologi
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:
3 Comments
  1. Makasih kak informasi nyaaaaa

    Penilaian Komentar
    • Mohon ikut menilai yaa terimakasih
      -Penulis

      Penilaian Komentar
  2. Makasih infonya kak itu sangat bermanfaat saran berikan si pembaca kepuasan dalam membaca bukan materi materi terus menerus maaf saya komennya gini tapi rata rata orang orang bukan hanya melihat manfaat tapi melihat keasikan dalam membaca

    Penilaian Komentar

Tinggalkan Balasan