Upaya Pemetaan Keragaman Genetik Ternak Puyuh di Indonesia (Coturnix coturnix japonica) Berdasarkan Analisis Sequence Mitokondria DNA D-Loop

Ditulis Oleh Muhammad Rifki

Puyuh merupakan jenis ternak yang banyak dikembangbiakkan di Indonesia. Beternak puyuh menjadi salah satu alternatif para peternak di Indonesia untuk menjalankan pada sektor usaha bisnis. Hal in dikarenakan terdapat beberapa kebermanfaatan yang dapat diperoleh dalam beternak puyuh, diantaranya adalah mempunyai daya tahan yang tinggi sehingga tidak rentan terhadap penyakit (Hartono, 2004), tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak dan biaya investasi yang lebih terjangkau (Ahuja et al., 1992), selain telurnya, daging puyuh juga dapat dimanfaatkan sebagai usaha kuliner karena masih mengandung gizi yang cukup tinggi sebagai sumber protein hewani alternatif serta kotoran puyuh juga masih memiliki persentase protein yang tinggi, yaitu sebesar 28% (analisis laboratorium Institut Pertanian Bogor), sehingga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif untuk pakan ikan dan pupuk kandang. Puyuh yang dikembangbiakkan di Indonesia adalah spesies Coturnix cotunix japonica dengan warna bulu cokelat dan hitam

Informasi yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan para peternak puyuh, yaitu breeding puyuh komersial dilakukan dengan cara menyilangkan puyuh betina hitam dengan puyuh jantan cokelat agar diperoleh puyuh betina berwarna cokelat yang selanjutnya disebut sebagai commercial stock dengan memanfaatkan fenomena crisscross inheritance. Penelitian yang dilakukan Prihtiyantoro et al. (2001) menyatakan bahwa pewarisan bersilang antara puyuh jantan cokelat yang dikawinkan dengan betina hitam dikendalikan oleh gen berwarna hitam yang bersifat sex linked dominan, sehingga pada keturunannya dapat dilakukan autosexing pada saat menetas. Namun, peternak melakukan persilangan puyuh tersebut hanya berdasarkan tradisi leluhur secara turun-temurun untuk melakukan autosexing, sehingga tindakan ini memungkinkan terjadinya variasi genetik antara ternak puyuh warna bulu hitam dengan puyuh warna bulu cokelat.

Analisis mtDNA merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk [Maaf Artikel Terpotong, baca selengkapnya di buku berikut (klik gambar)]

blank

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar