Bagikan Artikel ini di:

Pencemaran lingkungan adalah masalah yang telah lama berkembang di masyarakat. Namun sayang, berita ini kurang diwaspadai dan tidak bergema dalam headline surat kabar.  Masalah ini sangat serius, sehingga kini telah banyak dikembangkan sumber daya atau perangkat untuk memantau tingkat polusi di kota-kota. Bahkan, raksasa teknologi setingkat Google dan Apple melalui layanan peta menunjukkan hal yang sama di beberapa kota di dunia.

Dalam upaya memerangi polusi inilah, para ilmuwan berlomba-lomba untuk menghasilkan penemuan yang bisa menjadi obat polusi di dunia.

Benarkah Alat-Alat Ini Menjadi Solusi?

Salah satu penelitian bersumber dari ilmuwan di University of Antwerp dan University of Leuven, Belgia. Profesor Sammy Verbruggen bersama tim telah mengembangkan suatu perangkat yang memiliki peran ganda, yaitu menyerap polusi dan menghasilkan energi. Di dalam salah satu divisi sel perangkat ini, udara disaring dan dimurnikan menggunakan fotoanoda. Proses ini menghasilkan hidrogen yang kemudian akan disimpan oleh katoda pada bagian divisi yang lain. Hidrogen yang tersimpan inilah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar.[1]

Sumber gambar: MakruvaTech/Repro

”Gas hidrogen ini dapat disimpan dan kemudian diubah sebagai bahan bakar, seperti yang sudah dilakukan di beberapa bus hidrogen[a],” kata Verbruggen mencontohkan.

 

[a] Bus hidrogen dalam ajang Asian Games 2018 di Indonesia

Meski perangkat ini masih sebatas prototype, tapi ia diyakini akan menjadi terobosan yang luar biasa di masa depan untuk memenuhi dua kebutuhan pokok manusia saat ini: udara bersih dan energi.

Electrees Karya Anak Bangsa

Lain halnya dengan penemuan di Indonesia. Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya berhasil membuat Electrees[b], yakni alat penyerap polusi sekaligus menjadi alat penerang jalan raya.

[b]

Electrees (Electronic Trees) dibangun oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang terdiri dari Muhammad Fatahilah (Teknik Elektro), Hasan (Teknik Elektro), Rosihan Arby (Teknik Elektro), Lutfiyatul Maftukhah (Teknik Industri), dan Hafiz Tandiyanto Putra (Teknik Kimia), serta didanai langsung oleh Kemenristek Dikti.

Prinsip kerja perangkat ini terdiri dari dua sistem, yakni sistem fotosintesis dan sistem respirasi. Sistem fotosintesis terdiri dari panel surya yang berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik, yang akan menjadi energi dari alat tersebut. Sedangkan sistem respirasi berfungsi untuk menyerap polusi berupa CO2 maupun CO.[2]

Electrees dilengkapi dengan lampu sebagai penerangan malam, dan perangkat ini memakan daya sekitar 30 Watt.

Baca juga:

Sistem respirasi dilengkapi oleh  silika aerogel berbentuk butiran(granul), yang berfungsi menyerap polusi CO2 serta zat lainnya, dan membiarkan udara bebas keluar melewatinya.

Menurut Hafiz yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem respirasi perangkat ini, silika aerogel memiliki keunggulan dibanding zat lain yang memiliki fungsi serupa seperti karbon aktif atau zeolit, karena silika aerogel mempunyai kapasitas penyerapan sebesar 1,2 gr CO2 per gadsorbent, sehingga daya serapnya lebih besar.[2]

Electrees karya anak bangsa

Kelebihan lain dari alat ini adalah kemudahan ketika digunakan. Ketika silika aerogel telah menyerap CO2 sampai titik jenuh, maka pengguna hanya perlu memanaskan kembali dan akan siap digunakan lagi.

Meski perangkat-perangkat tersebut masih jauh digunakan melawan polusi, inovasi semacam ini adalah kunci dari kemajuan. Faktanya, perubahan iklim tidak melambat, dan dibutuhkan tindakan untuk memberantasnya. Bisa jadi, inovasi seperti perangkat prototype temuan profesor di Belgia serta Electrees karya anak bangsa ini adalah bagian dari jawabannya.

 

Referensi:

[1]http://www.koran-jakarta.com/energi-dari-udara-yang-tercemar/

[2]https://malang.merdeka.com/kabar-malang/mahasiswa-ub-temukan-alat-penyerap-polusi-sekaligus-penerangan-jalan-1606082.html

Zidniakbr

Mahasiswa yang sedang mendalami ilmu kimia. Bercita-cita menjadi peneliti & ilmuwan.
Zidni Akbarorrizki

Latest posts by Zidniakbr (see all)

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:
1 Comment
  1. “Ketika silika aerogel telah menyerap CO2 sampai titik jenuh, maka pengguna hanya perlu memanaskan kembali dan akan siap digunakan lagi.”
    Mau tanya untuk CO2 yang telah terserap pada silika aerogel setelah dipanaskan kembali akan menjadi apa CO2 tersebut ?

    Penilaian Komentar

Tinggalkan Balasan