Bagikan Artikel ini di:

Artikel kali ini akan membahas tentang siklus biogeokimia. Materi mengenai siklus biogeokimia ini tentunya sudah didapat saat masih duduk di Sekolah Menengah Atas bukan? Nah kebetulan saat kuliah penulis juga mendapatkan materi ini di mata kuliah ekologi, dan penulis akan berbagi kepada kalian tentang materi ini. Simak yuk!

Apa pengertian dari siklus biogeokimia?

Biogeokimia berasal dari 3 kata, yakni Biologi, geologi, dan kimia. Artinya siklus biogeokimia adalah proses peredaran unsur-unsur kimia dari lingkungan ke komponen biotik dan kembali lagi ke lingkungan, proses ini terjadi secara berulang-ulang dan tidak terbatas [1].

Sudah paham pengertian dari siklus biogeokimia kan? Sekarang kita lanjut ke jenis-jenis siklus biogeokimia. Secara umum terdapat 4 jenis siklus biogeokimia, yakni:

  1. Siklus Air

Siklus hidrologi merupakan siklus atau sirkulasi air yang berasal dari Bumi kemudian menuju ke atmosfer dan kembali lagi ke Bumi yang berlangsung secara terus menerus. Karena bentuknya memutar dan berlangsung secara terus- menerus inilah yang menyebabkan air seperti tidak pernah habis [1].

Gambar Siklus Air [1]

Berdasarkan gambar di atas bisa kita lihat bahwa siklus air dimulai dari lautan, air di laut kemudian mengalami evaporasi. Evaporasi terjadi karena adanya sinar matahari yang memberikan energi panas, sehingga terjadi penguapan air laut (Evaporasi). Pada proses evaporasi terjadi perubahan bentuk air yang awalnya cair menjadi uap air, uap air ini lama-kelamaan akan berkondensasi membentuk awan. Kemudian awan tertiup ke daerah pegunungan, saat awan jenuh dengan uap air maka uap air akan diubah menjadi titik air kemudian menjadi hujan. Air hujan turun ke bumi, kemudian air hujan mengalir di permukaan tanah yang selanjutnya air hujan akan mengalir ke laut dan terjadi kembali proses evaporasi, begitu seterusnya.

2. Siklus Karbon/Oksigen

Siklus karbon adalah sirkulasi dan transformasi karbon bolak-balik antara makhluk hidup dan lingkungan. Selama siklus karbon, hewan dan tumbuhan menambahkan karbon dioksida ke atmosfer melalui respirasi sel, dan tanaman menghilangkan karbon dioksida melalui fotosintesis [2].

Gambar Siklus Hidrogen [2]

Berdasarkan gambar di atas bisa kita lihat bahwa karbon berasal dari proses pembakaran (aktivitas manusia), dari pernapasan seluler, dan dari peristiwa penguraian atau pembususkan. CO2 berkumpul di atmosfer, yang kemudian akan ditangkap atau diserap oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis (fiksasi CO2). Hasil dari proses fotosintesis yakni glukosa, di mana glukosa ini dimanfaatkan atau dikonsumsi oleh manusia atau pun hewan (herbivora).

3. Siklus Nitrogen

Siklus nitrogen adalah proses di mana nitrogen dari atmosfer diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman dan hewan [3].

Gambar Siklus Nitrogen [3]

Berdasarkan gambar di atas bisa kita lihat bahwa sumber nitrogen ada di udara (Atmosfer) dalam bentuk N2 dan di atmosfer mengandung N2 O2 . Pertama N2 yang ada di atmosfer akan difiksasi nitrogen oleh bakteri yang ada di akar, contohnya bakteri akar yang ada pada tanaman kacang-kacangan. Kedua, oksigen yang ada di atmosfer akan diambil oleh bakteri fiksasi nitrogen untuk melakukan proses amonifikasi, yakni perubahan N2 menjadi NH4.

Baca juga:

4. Siklus Fosfor

Siklus fosfor dapat didefinisikan sebagai siklus biogeokimia yang memberikan gambaran tentang pergerakan fosfor dengan bidang ekosistem melalui litosfer dan hidrosfer termasuk juga biosfer [4].

Gambar Siklus Fosfor [4]

Berdasarkan gambar di atas bisa kita lihat bahwa sumber fosfor alami adalah batu, kemudian batuan mengalami pelapukan dan berubah menjadi tanah, sehingga kandungan fosfatnya ada di tanah. Kemudian fosfat diserap oleh tanaman, dan tanaman dikonsumsi hewan sehingga fosfatnya berpindah ke hewan. Dan hasil sekresi zat sisa berupa fosfat, zat sisanya ini kemudian kembali ke dalam tanah yang nantinya akan terbawa ke laut. Selanjutnya akan mengalami pembatuan atau terjadi proses sedimentasi di laut, lama-kelamaan batuannya terangkat menjadi batuan yang ada di bumi yang nantinya akan mengalami pelapukan kembali.

Akhir Kata: Bagaimana kamu sudah paham dengan materi siklus biogeokimia? Semoga bermanfaat ya.

Referensi:

[1] Buchari. 2001. Kimia Lingkungan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Jakarta

[2] Cotton dan Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI-PRESS

[3] Kristanto, Philip. 2004. Ekologi Industri. Yogyakarta: Penerbit Andi

[4]Kuncoro. 2007. Pola dan Tipe Dasar Siklus Biogeokimia. Jakarta: Erlangga

Amelia Puluhulawa

Saya seorang mahasiswi Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Gorontalo.
Amelia Puluhulawa

Latest posts by Amelia Puluhulawa (see all)

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan