Bagikan Artikel ini di:

Ditulis Oleh Irvan Pranatha Sijabat

Di Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah terbesar adalah rumah tangga, dengan rata-rata setiap orang menghasilkan 800 gram sampah per hari. Jika tidak dikelola secara benar, sampah yang menumpuk pada akhirnya akan memperburuk polusi tanah dan lautan [1]. Sampah rumah tangga, berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Kota Tarakan No. 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, merupakan sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik [2]. Perilaku penanganan sampah yang tidak tepat oleh masyarakat, dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran, serta kurangnya sarana dan fasilitas pendukung pengelolaan sampah yang baik dan efisien. Oleh sebab itu, untuk mengelola sampah rumah tangga yang begitu banyak, dibutuhkan pengembangan prototipe rancangan komposter (wadah pengomposan) berkapasitas besar (>10 kg) agar dapat menampung sampah rumah tangga setiap harinya dan bisa turut serta dalam mengelola sampah dengan menerapkan sistem pengolahan limbah domestik  (sampah rumah tangga) yang ramah lingkungan.

Sebelumnya, pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter keranjang yang memiliki kapasitas bahan organik 2 kg, dimana dalam 1 hari bahan organik sudah menumpuk didalam keranjang dan membutuhkan komposter keranjang yang banyak serta dibutukan tempat yang begitu luas. Komposter keranjang kapasitas 2 kg yang dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Komposter keranjangan kapasitas bahan organik 2 kg

Dari Gambar 1., dapat dilihat bahwa kompos yang dihasilkan sedikit dikarenakan kapasitas dari komposter keranjang kurang efisien. Oleh karena itu, perlu rancangan komposter untuk scale up kapasitas komposter. Dapat dilihat rancangan komposter kapasitas 20 kg untuk pengolahan limbah domestic (sampah rumah tangga) yang ramah lingkungan dan lebih efisien pada Gambar 2 dibawah ini.

 

Gambar 2. Komposter Silnder kapasitas bahan organik 20 kg

Dapat dilihat dari Gambar 2, bahwa komposter memiliki kapasitas bahan organik 20 kg. Prinsip kerja komposter tidak susah yaitu masukkan sekam padi pada dasar komposter agar bakteri pengurai dapat hidup dengan stabil, lalu masukkan bahan organik rumah tangga, lalu tutup komposter. Pada Gambar 2, komposter disediakan engsel untuk memutar komposter setiap harinya agar komposter matang sempurna. Jadi, ibu-ibu rumah tangga lebih mudah dan tidak khawatir akan sampah rumah tangga yang menumpuk dikeranjang sampah. Biasanya, masyarakat khususnya ibu-ibu setelah masak akan membuang sampah bekas potongan bawang, wortel, kentang, dan sayur-sayur lainnya begitu saja. Namun, sampah itu dapat dijadikan bahan kompos yang nilainya sangat berguna bagi tanaman rumah tangga khsusunya tanaman hias. Dari rancangan komposter diatas dapat menghasilkan kualitas kompos yang sesuai dengan SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik domestic [3]. Kompos yang dihasilkan dari rancangan komposter kapasitas bahan organik 20 kg dapat lihat pada Gambar 3.

Baca juga:

Gambar 3. Hasil Pengomposan dari bahan organik Tandan Kosong Kelapa Sawit

Dari Gambar 3, dapat dilihat bahwa bahan organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hancur,  dimana seperti yang kita ketahui TKKS memiliki 18-21% lignin, 40-45% selulosa dan 19-21% hemiselulosa, yang sangat sulit untuk terdegradasi [4]. Dapat disimpulkan bahwa pengomposan dengan rancangan komposter 20 kg lebih efisien dalam kebutuhan rumah tangga.

Referensi

[1] Jumarianta, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi Penelitian di Desa Karang Intan Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar), As Siyasah, Vol. 2, No. 2, November (2017).

[2] S. Usman, Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Tarakan Kalimantan Uatara, Research Gate, Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5, No 3, November (2016).

[3] Standar Nasional Indonesia, Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik SNI 19-7030-2004, Badan Standar Nasional (2004).

[4] P. O. Oviasogie, N. O. Aisueni, and G. E. Brown, Oil Palm Composted Biomass : A Review of The Preparation, Utilization, Handling and Storage, ISSN 1991-637X, African Journal of Agricultural Research : Vol. 5, No. 13, pp. 1553-1571 (2010).

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.
Warung Sains Teknologi
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan