Bagikan Artikel ini di:

Jumlah spesies makhluk hidup yang ada di muka bumi sangatlah banyak. Mulai dari golongan bakteri, jamur, tumbuhan, dan hewan. Mereka semua saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu mekanisme tertentu. Banyaknya makhluk hidup yang berada di sekitar kita membuat adanya suatu keharusan untuk mengenali masing-masing makhluk hidup. Hal tersebut bermanfaat untuk membedakan makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Demikian beranekaragam spesies makhluk hidup sehingga membuat berkembangnya salah satu jenis cabang ilmu biologi yaitu biosistematika.

Biosistematika adalah suatu aturan untuk memberikan nama yang bersifat universal pada semua golongan makhluk hidup. Bila dilihat secara bahasa, biosistematika berasal dari dua kata yaitu bios yang berarti kehidupan dan sistematika yang berarti aturan penggolongan. Pada awalnya biosistematika bukanlah cabang ilmu biologi (secara khusus) melainkan bersifat praktis untuk membantu dalam mengelompokkan makhluk hidup.

Kegiatan mengelompokkan makhluk hidup dimulai saat masa Yunani Kuno oleh Theophrastus. Theophrastus adalah salah satu murid Aristoteles yang memiliki spesifikasi dalam ilmu botani (tumbuhan). Theophrastus hidup pada tahun 370-285 SM. Beliau secara mandiri mengelompokkan tumbuh-tumbuhan menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitus/perawakannya. Mereka adalah pohon, herba, semak, dan semak kecil. Hal ini merupakan langkah awal peradaban manusia yang pernah tercatat oleh sejarah penggolongan makhluk hidup.

Theophrastus

Sejarah penggolongan makhluk hidup berjalan terus-menerus hingga masa kini. Adanya aturan-aturan universal yang disepakati oleh ilmuwan biosistematika ikut meramaikan dinamika penamaan makhluk hidup. Sistem penamaan makhluk hidup yang dipakai hingga sekarang adalah sistem binomial nomenclature yang dicetuskan oleh Carl Von Linne atas ketidakpraktisan sistem penamaan makhluk hidup terdahulu yang bertele-tele. Carl Von Linne atau yang sering kita sebut dengan nama Lineaus hanya menggunakan dua nama untuk setiap makhluk hidup dengan bahasa Latin.

Carl Von Linne

Hasil jerih payah para author -sebutan bagi ilmuwan penemu spesies baru dan pemberi nama spesies baru- bisa kita nikmati hingga saat ini. Sebut saja nama ilmiah tanaman jagung yaitu Zea mays L. Huruf ‘L’ merupakan singkatan dari kata Linneaus. Linneaus berhasil memberi nama ilmiah tanaman jagung sehingga dapat diterima oleh masyarakat dunia. Oleh karena itu namanya disematkan di belakang nama ilmiah tanaman jagung.

Dewasa ini terdapat banyak nama ilmiah makhluk hidup dari berbagai jenis sehingga sering membuat pusing bagi para siswa ataupun mahasiswa karena kesulitan dalam menghafal nama ilmiah tersebut. Hal tersebut akan bertambah parah apabila para siswa tidak mencari tahu asal-usul penamaan nama ilmiah. Belum lagi bahasa yang digunakan pada nama ilmiah adalah bahasa Latin yang sangat berbeda pengucapan dengan bahasa Indonesia.

Baca juga:

Sebenarnya apabila ditelusuri lebih lanjut terdapat fakta-fakta unik dan menarik di balik penamaan ilmiah makhluk hidup. Sebut saja tanaman Mangifera lalijiwa Kostermans. Tanaman ini memiliki nama lokal mangga lalijiwa. Mengapa tanaman tersebut dinamai demikian? Ada sebab unik mengapa nama ilmiah kedua dinamai lalijiwa. Lalijiwa merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang berarti kehilangan jiwa atau lupa diri. Konon karena kelezatan buah tersebut membuat sering lupa diri sehingga ingin untuk makan dan makan lagi. Mangga lalijiwa sudang jarang ditemui karena endemik tumbuh di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Penamaan nama ilmiah sering diakulturasikan bersama bahasa sekitar ditemukannya spesimen. Hal ini karena keunikan spesimen dibandingkan jenis lainnya yang tergolong masih dalam satu kelompok yang sama.

Mangga Lalijiwa

Contoh di atas hanyalah beberapa contoh unik yang ada di dalam nama ilmiah. Nama ilmiah bukanlah materi yang harus dihafal demikian detail. Nama ilmiah perlu untuk dipahami agar materi yang kita dapatkan dapat lebih mudah dimengerti. Saya merekomendasikan untuk para mahasiswa atau siswa yang belajar biologi khususnya dalam materi nama ilmiah, perlu untuk belajar tentang bahasa Latin sedikit demi sedikit untuk memperdalam arti pemaknaan nama ilmiah.

Daftar Pustaka

-http://www.greatthoughtstreasury.com/author/theophrastus Diakses pada 30 Juli 2019

-https://en.wikipedia.org/wiki/File:Carl_von_Linn%C3%A9.jpg Diakses pada 30 Juli 2019

-https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/08/Mangifera_lalijiwa_%28Kosterm.%29.jpg Diakses pada 30 Juli 2019

-Materi Kuliah Biosistematika, Prinsip Dasar Klasifikasi 2019, oleh Suratman, M.Si

 

Yudha Waskita

Alumni SMA Trensains, angkatan 2014
Alumni Pesantren Tebuireng 2, angkatan 2014
Mahasiswa Biologi FMIPA UNS, angkatan 2017

Bisa dihubungi lewat email waskitatbi@gmail.com
Yudha Waskita

Latest posts by Yudha Waskita (see all)

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan