Bagikan Artikel ini di:

Ditulis Oleh Rudy Gunawan

Tuberkulosis merupakan penyakit peradangan paru menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Gejala utama meliputi batuk selama 2 minggu atau lebih, batuk berdahak, dahak bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat pada malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam lebih dari 1 bulan.1

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian di seluruh dunia. Pada 2015, 10,4 juta orang menderita TB dan 1,8 juta meninggal akibat penyakit ini (termasuk 0,4 juta di antara orang dengan HIV). Lebih dari 95% kematian akibat TB terjadi pada negara yang  berpenghasilan rendah dan menengah.  60% dari total kejadian TB dengan prevalensi terbanyak adalah India diikuti oleh Indonesia, Cina, Nigeria, Pakistan dan Afrika Selatan.2  

Kegagalan utama penyembuhan TB ialah gejala putus obat sebesar 22,6% yang kemungkinan besar akan jatuh pada kondisi multi drug resisten TB (resisten pada beberapa jenis obat TB).3,4,5 Untuk itu perlu inovasi pengobatan TB dengan meningkatkan kepatuhan minum obat dengan “Obat TB Implan” yang digunakan 1 bulan sekali selama 6 bulan.

Pemasangan implan di kulit membuat mekanisme penyaluran obat akan lebih tepat sasaran dan bisa dikontrol. Beberapa obat TB yang diatur dalam dosis bulanan sesuai dengan dosis pengobatan TB diringkas menjadi nanopartikel responsif yang dapat melepaskan obat TB ke dalam sirkulasi darah secara terus menerus dan terkendali. Hal ini dapat menjadi solusi yang sangat efektif untuk mengobati dan menurunkan prevalensi TB.6

Teknologi ini didasarkan pada encapsulating obat TB isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid dalam matriks polimer biodegradable dengan pelepasan obat lambat. Obat ini akan biokompatibel dan biodegradable dengan kompartemen berbasis polimer untuk melepaskan obat dalam manor berkelanjutan dan terkontrol.6,9

Poly lactic-co-glikolat Acid (PLGA) adalah salah satu cara paling sukses yang menggunakan teknik polimer biodegradable karena  mempunyai mekanisme hidrolisis yang dapat memetabolisme monomer, asam laktat, dan asam glikolat. Karena kedua monomer tersebut bersifat endogen dan mudah dimetabolisme oleh tubuh melalui siklus krebs dan memiliki toksisitas sistemik yang rendah. Waktu degradasi dapat bervariasi dari beberapa bulan hingga beberapa tahun, hal tersebut tergantung pada rasio berat molekul dan kopolimer. Bentuk-bentuk PLGA biasanya dapat diidentifikasi oleh rasio monomer yang digunakan. Misalnya, PLGA 50:50 memiliki komposisi  50% asam laktat dan 50% asam glikolat.11

Polimer dan obat dilarutkan dalam pelarut organik (seperti aseton) dan diteteskan ke air. Pelarut organik diuapkan dan pellet dapat dikumpulkan setelah sentrifugasi. Teknik lain ada seperti metode semprot. pemuatan obat ke nanopartikel dicapai dengan dua metode: (i) penggabungan obat selama produksi nanopartikel dan (ii) absorpsi dari obat pada nanopartikel setelah terproduksi.9,10,11,12

Kelebihan penggunaan obat TB Implan subkutan adalah pasien tidak harus minum berbagai macam obat setiap hari dalam jangka panjang, karena obat TB diletakkan dalam subkutan maka efek obat tidak akan terganggu dengan mekanisme awal metabolisme di hepar sehingga bioavabilitasnya meningkat, menghemat anggaran pemerintah dalam penggunaan obat karena menggunakan teknologi nanopartikel TB, penggunaan nanopartikel juga mampu menurunkan efek samping dari setiap obat, dan meningkatkan kepatuhan pasien TB karena hanya melakukan pengobatan setiap bulan sekali.

Gambar 1. Representasi skematik dari nanopartikel internalisasi dalam sel

Obat TB Implan subkutan berpotensi untuk meningkatkan kesembuhan dan menurunkan angka prevalensi TB. Sistem ini berisi obat TB yang diringkas menjadi nanopartikel responsif, yang dapat melepaskan obat TB ke dalam sirkulasi secara terus menerus dan terkendali. Penggunaan obat nanopartikel juga dapat meningkaktkan stabilitas obat, bioavabilitas, mengurangi efek samping, kemampuan modifikasi ukuran dan permukaan, biokompatibilitas dan biodegradasi.

Daftar Pustaka

Baca juga:
  1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta. 2013
  2. World Health Organization. Fact Sheet Tuberkulosis. 2016    3.  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Strategi Pengendalian TB di Indonesia 2010-2014. Jakarta 2011 4.  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta. 2014
  1. B. JibrinA. B. AliS. T. Saad, and P. M. Kolo. Prevalence of Treatment Failure among Pulmonary Tuberkulosis Patients in Federal Medical Centre, Gombe, Northeastern Nigeria. ISRN Infectious Diseases Volume 2013, Article ID 461704
  2. Sahil Kirpekar, Ali Ansary. Compendium of New and Emerging Technologies that Address Global Health Concerns 2011. United Kingdom. 2011
  3. TB CARE I. International Standards for Tuberkulosis Care, Edition 3. TB CARE I, The Hague, 2014
  4. World Health Organization. Treatment of uberculosis guidelines (Fourth edition). Geneva: World Health Organization,2009.WHO/HTM/TB/2009.420
  5. Huayu Tian, Zhaohui Tang, Xiuli Zhuang, Xuesi Chen, and Xiabin Jing, “ Biodegradable Synthetic Polymers: Preparation, Functionalization and Biomedical Application” Progress in Polymer Science, 2012, 37(2), 237-280.
  6. Anna Musyanovych and Katharina Landfester, ”Biodegradable Polyester-based Nanoparticle Formation by Miniemulsion Technique” Material Matters, 2012, 7(3), 30-32.
  7. Dahnier,F., Ansorena,E., Silva,MJ., Coco,R., Breton,A., Preat,V. PLGA-based Naoparticles: An Overview of Biomedical Applications. Journal of Controlled Release 161 (2012) 506-522.
  8. Pandey,R., Ahmad,Z. Nanomedicine and Experimental Tuberculosis : Fact, Flaws, and Future. Nanomedicine: Nanotechnology, Biology, and Medicine, 7 (2011) 259-272.

Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Menulis dan Meneliti
Neurosciences
Science is not about what you know, but what you prove
Gunawan10
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan