Bagikan Artikel ini di:

Bertambah seorang, setelah sebelumnya 6 orang meninggal akibat rokok elektronik atau yang populer disebut Vape. Orang ketujuh di Amerika Serikat telah meninggal karena penyakit paru-paru misterius terkait vape pada hari Senin 16 September 2019. Sebelumnya korban ke 6 adalah seorang wanita  berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki riwayat masalah kesehatan, menjadi sakit parah tak lama setelah menggunakan vape dan kesehatannya memburuk dengan sangat cepat. Tidak jelas apa jenis produk vape yang beliau gunakan, hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh pejabat departemen Kesehatan Kansas.

Semenjak kematian keenam akkbat vape, perhatian tentang keamanan dan regulasi vape lebih ditingkatkan. Tak tanggung-tanggung, tiga lembaga di Amerika Serikat yakni Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau disingkat CDC), Administrasi Makanan dan Obat-obatan (Food and Drug Administration), dan Departemen Kesehatan Negara (State Health Departments) turun tangan untuk menyelidiki wabah ini. Para pejabat di lembaga-lembaga tersebut mengatakan bahwa mereka belum menemukan penyebab pasti atau hubungan yang jelas antara 7 kasus kematian akibat vape, tetapi ada beberapa hipotesis yang muncul.
Akibat kematian ini dan berbagai penyakit misterius yang muncul karena vape, New York dan California melarang penggunaan vape yang memiliki rasa sejak tanggal 16 September 2019. Media Esquire bahkan memprediksi bahwa pelarangan ini akan segera diterapkan untuk seluruh Amerika.

Berapa banyak orang yang sakit dan siapa yang meninggal?

Hingga hari Selasa ini, 18 September 2019, ada lebih dari 450 kasus penyakit paru-paru yang terkait dengan penggunaan vape yang dilaporkan ke CDC. Sebelum kematian ketujuh di California (untuk kedua kalinya), enam kematian dilaporkan di California, Illinois, Indiana, Minnesota, Oregon, dan Kansas.
Kematian pertama akibat penyakit paru-paru terkait dengan vape di Amerika Serikat dilaporkan di Illinois pada bulan Agustus. Orang yang meninggal adalah orang dewasa. Oregon menjadi tempat pelaporan kematian kedua , kemudian Minnesota, Indiana, dan California . Kematian keenam, dilaporkan pada 10 September 2019 adalah di Kansas .

Apa yang sudah ditemukan terkait investigasi penyakit akibat vape?

Investigasi tiga lembaga yang telah dijelaskan sebelumnya terhadap hubungan antara aktivitas memakai vape dan penyakit paru-paru yang parah masih sedang dilaksanakan dan belum dirilis hasilnya. Namun semua kasus yang dilaporkan telah mengindikasikan penggunaan vape dan beberapa pasien telah melaporkan menggunakan vape yang mengandung produk cannabinoid, seperti Tetrahydrocannabinol (THC) .
Pejabat kesehatan New York mengatakan bahwa kadar vitamin E asetat yang sangat tinggi ditemukan di hampir semua produk vape korban kematian yang menjadi bagian dari penyelidikan. Bahan vitamin E adalah ‘fokus utama’ dalam penyelidikan penyakit vaping, kata pejabat CDC.
Vape rasa permen

Vape rasa permen

Baca juga:
Beberapa produk yang ditemukan mengandung vitamin E asetat adalah vape rasa permen. Gubernur New York Andrew Cuomo langsung turun tangan dan memerintahkan departemen kesehatan Amerika untuk mengeluarkan panggilan pengadilan ke tiga perusahaan yang memasarkan bahan kimia pengental untuk perusahaan yang memproduksi cairan vape. Kedepannya akan lebih banyak perusahaan yang diselidiki. Pusat Kesehatan di New York memperoleh sampel pengental dari ketiga perusahaan tersebut dan menentukan bahwa komposisi pengental hampir 100% minyak vitamin E asetat.

Apa kata Dokter?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau disingkat CDC) mengatakan vape tidak boleh digunakan oleh remaja, dewasa muda, wanita hamil, atau orang dewasa yang saat ini tidak menggunakan produk tembakau.
Sementara penyelidikan terhadap wabah penyakit paru-paru akibat vape masih sedang berlangsung, masyarakat harus mempertimbangkan untuk tidak menggunakan produk-produk vape.  Pengguna vape  harus memantau diri mereka sendiri dan segera melaporkannya ke rumah sakit terdekat jika muncul gejala-gejala yang berkaitan dengan paru-paru. .
Vaping remaja terus meningkat sementara penggunaan narkoba menurun, menurut survei

Himbauan untuk tidak menggunakan rokok elektronik hingga investigasi selesai

“Sudah waktunya untuk berhenti menggunakan Vape,” kata Dr. Lee Norman, sekretaris Departemen Kesehatan dan Lingkungan Kansas setelah mengumumkan korban kematian keenam akibat vape.
“Jika Anda atau orang yang dicintai menggunakan vape, tolong hentikan. Kematian dan ratusan kasus cedera paru-paru bisa terus meningkat. Saya sangat prihatin dengan kesehatan dan keselamatan warga Kansas yang menggunakan produk vape dan mendesak mereka untuk berhenti sampai kita dapat menentukan hubungan antara vape, cedera paru-paru, dan kematian” lanjut Norman.
Sebelumnya, asosiasi kesehatan paru-paru di Amerika Serikat memperingatkan bahwa vape tidak aman dan dapat menyebabkan kerusakan serta penyakit paru-paru yang tidak dapat disembuhlkan.
“Tidak seorang pun boleh menggunakan vape atau produk tembakau lainnya. Pesan ini bahkan lebih mendesak hari ini menyusul meningkatnya laporan penyakit dan kematian terkait vape secara nasional di Amerika,” kata Harold Wimmer pemimpin asosiasi tersebut.
“Asosiasi medis Amerika merekomendasikan siapa pun yang baru-baru ini menggunakan produk-produk vape untuk mencari perawatan medis segera jika mereka mengalami efek kesehatan yang merugikan, terutama batuk, sesak napas atau sakit dada,” kata Dr. Patrice Harris, presiden asosiasi.
“Kami mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) untuk mempercepat regulasi rokok elektronik dan menghapus semua produk yang tidak diregulasi dari pasar,” kata Harris menambahkan. “Kami juga meminta FDA untuk segera melarang rasa, serta praktik pemasaran, yang meningkatkan daya tarik produk-produk vape kepada kaum muda.”
Bagaimana dengan di Indonesia?
Sementara penyelidikan ini sedang berlangsung, maka Warstek menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan rokok elektronik atau vape.
Referensi:
1.New York Just Banned Flavored Vapes. Is All of America Next? . Disadur dari Esquire. Diakses pada 18 September 2019.
2. TERRIFYING VAPE DISEASE HAS NOW KILLED FIVE PEOPLE. Disadur dari Futurism. Diakses pada 13 September 2019.
3. A sixth person died from vaping-related lung disease. Here’s what you need to know. Disadur dari CNN. Diakses pada 13 September 2019.
4. A 7th person has died from vaping-related causes. The CDC is stepping up its probe of e-cigarette illnesses. Disadur dari CNN. Diakses pada 18 September 2019.

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan