Berbagai Teori tentang Asal Usul Tata Surya

Dewasa ini, ilmu astronomi semakin berkembang di Indonesia. Maka, tak jarang dari beberapa orang yang baru mengenal astronomi banyak menanyakan hal-hal seperti apakah Bumi itu bulat? Dari mana asal mulanya terciptanya Bumi? Apakah tata surya kita adalah satu-satunya tata surya yang ada di alam semesta ini? Dan salah satunya adalah pertanyaan yang akan saya bahas kali ini, bagaimanakah asal-usul tata surya kita?

Ada yang beranggapan bahwa tata surya ini memang ada sudah sejak lama, dan akan terus ada selamanya. Tapi, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka munculah beberapa teori yang mengemukakan asal-usul pembentukan tata surya.

1. Teori Nebulae (Kant dan Leplace)
Menurut teori ini, tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bentukan bulat seperti bola yang besar. Makin mengecil bola itu, makin cepat pula pilinannya.

Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian ekuatornya, bahkan sebagian massa gas di ekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya yang kemudian membentuk gelang-gelang dan berubah menjadi gumpalan padat. Itulah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian inti kabut tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat seperti sekarang ini.

2. Teori Awan Debu (van Weizsaecker)
Teori ini mengemukakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Sekarang ini di alam semesta bertebaran gumpalan awan seperti itu. Salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu, membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.

Lama-kelamaan gumpalan gas itu memipih menyerupai bentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu kemudian saling menekan, sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar. Bagian inilah yang disebut Matahari. Bagian yang lebih luar berputar sangat cepat, sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini juga berpilin. Bagian ini kemudian membeku dan menjadi planet-planet dan satelit-satelitnya.

3. Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlin)
Teori ini mengatakan Matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang. Pada suatu masa, ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan Matahari maupun bintang itu. Sebagian dari massa Matahari tertarik kearah bintang.

Pada waktu bintang itu menjauh, sebagian dari massa Matahari itu jatuh kembali ke permukaan Matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa sekitar Matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang akan beredar pada orbitnya.

4. Teori Pasang-Surut (Jeans dan Jeffreys)
Jeans dan Jeffreys melukiskan bahwa setelah bintang itu berlalu, massa Matahari yang lepas itu membentuk bentukan cerutu yang yang menjorok kearah bintang. Kemudian, akibat bintang yang semakin menjauh, massa cerutu itu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar Matahari.

Gumpalan-gumpalan itulah yang kemudian membeku menjadi planet-planet. Teori ini menjelaskan, apa sebab planet-planet di bagian tengah, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus merupakan planet raksasa, sedangkan di bagian ujungnya, Merkurius dan Venus di dekat Matahari berukuran lebih kecil.

Baca juga:

5. Teori Bintang Kembar
Teori ini hampir sama dengan teori planetesimal. Dahulu Matahari mungkin merupakan bintang kembar, kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena ada pengaruh gaya gravitasi bintang, maka kepingan-kepingan yang lain bergerak mengitari bintang itu dan menjadi planet-planet. Sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi Matahari.

Dari berbagai teori yang ada kita meyakini bahwa sistem tata surya kita terdiri dari Matahari dan sejumlah benda langit lainnya yang saling terikat sebgai akibat dari pengaruh gaya gravitasional. Benda-benda langit itu diantaranya yaitu asteroid, komet, satelit, gas, dan mikroskopik antar-planet. Dengan mengacu pada prinsip hukum gaya gravitasi Newton maka Matahari sebagai pusat tata surya kita.

Nah, sahabat pembaca dari kelima teori ini, mana yang paling memungkinkan penjelasan asal-usul pembentukan tata surya menurut kamu?

Sumber :

  • Riswanto dan Suseno, Nyoto. 2015. Dasar-Dasar Astronomi dan Fisikan Kebumian. Metro: Lembaga Penelitian UM Metro Press
Follow me

Remilda Agustina

Mendapat peringkat-9 pada Olimpiade Sains Kabupaten Astronomi. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Fisika. Berbakat dalam menyanyi, menari, dan bermain piano.
Remilda Agustina
Follow me

Latest posts by Remilda Agustina (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *