Benarkah MSG Menyedapkan Rasa Makanan?

MSG, Monosodium Glutamate seperti yang dipromosikan seringkali disebut sebagai “penyedap rasa” (flavour enhancer). Benarkah dengan menambahkan serbuk yang bernama MSG ini sepanci makanan bisa berubah menjadi lezat (sesuai dengan nama “penyedap rasa”)?

Pada prinsipnya MSG sama sekali tidak membuat sepanci sup panas berubah menjadi lezat. MSG murni sendiri tidak mempunyai rasa yang enak jika tidak dikombinasikan dengan bahan gurih yang sesuai. Sebagai pemberi cita rasa dan dalam jumlah yang tepat, MSG memiliki kemampuan untuk memperkuat senyawa aktif rasa lainnya, menyeimbangkan, dan menyempurnakan rasa keseluruhan pada masakan tertentu.

Yang mereka kerjakan tepatnya adalah mengintensifkan atau menguatkan rasa makanan yang sudah ada, tak peduli tidak enak, biasa-biasa saja, atau lezat. Dengan demikian, maka lebih pas jika kita menyebut MSG bukan sebagai penyedap rasa tetapi penguat rasa (flavour intensifier). 

Cara kerja dari MSG dapat terlihat jika zat tersebut dipadukan dengan zat lain yang memiliki rasa. Efeknya akan menguatkan rasa tersebut. Sementara jika sendirian MSG sama sekali tidak memiliki rasa yang berarti (eeeaaaa…). Tentu ini berbeda dengan R**ko atau M***ko rasa Sapi yang sudah diberi sari daging sapi. Tapi dapat Anda lihat dikemasan belakang, bisa jadi Anda menemukan unsur MSG sebagai penguat rasa juga disana.

Bagaimana tepatnya penguat rasa mengaktifkan indra pengecap kita masih diselidiki sampai saat ini. Namun, salah satu teori mengatakan bahwa penguat rasa membantu molekul-molekul rasa menempel lebih lama di indra pengecap.

MSG adalah turunan dari asam glutamat yang merupakan turunan asam amino alami yang terdapat di dalam jamur dan rumput laut. Jepang yang merupakan negara dengan komoditas rumput laut cukup besar, telah sejak lama menggunakan MSG sebagai penguat rasa di makanan mereka. Dan juga sebagai produsen MSG terbesar tentunya. Bicara soal MSG, kontroversi mengenai keamanan MSG sebenarnya mulai terangkat di tahun 1960-an, ketika badan keamanan pangan Amerika Serikat (FDA) menerima banyak laporan mengenai efek samping yang dialami banyak pengunjung restoran masakan Cina, sehingga menyeruaklah istilah Chinese Restaurant Syndrome. Orang-orang ini melaporkan bahwa mereka mengalami sakit kepala, mual, mati rasa yang menjalar dari belakang leher hingga ke seluruh lengan dan punggung, dada sesak, keringat deras, jantung berdebar, dan tubuh lemas setelah makan makanan ber-MSG.

Baca juga:

Menjawab fenomena ini, penelitian medis yang diterbitkan pada tahun 2011 dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan kaitan antara konsumsi MSG yang berlebihan terhadap peningkatan risiko obesitas di Cina. Peneliti juga menemukan bahwa individu yang mengonsumsi MSG dalam jumlah tinggi (4.2 gram per hari) lebih rentan terhadap obesitas daripada orang-orang yang mengonsumsi MSG masih dalam batas wajar atau malah sedikit sekali (0,4 gram per hari).

Simpang siur berita bahaya atau tidaknya MSG sudah terjadi cukup lama. Berdasarkan referensi yang diperoleh, pro kontra penggunaan MSG cukup banyak ditemukan. Berdasarkan referensi, MSG telah digunakan secara aman selama lebih dari 100 tahun untuk membumbui makanan. Selama jangka waktu ini, banyak penelitian telah dilakukan untuk memperjelas peranan, manfaat, dan keamanan MSG.

Pada saat ini, badan-badan internasional dan nasional untuk keamanan zat tambahan makanan menganggap MSG aman untuk dikonsumsi manusia sebagai penguat cita rasa. Akan tetapi sumber lain mengatakan MSG berbahaya khususnya jika dikonsumsi secara berlebihan.Tapi intinya, berbahaya atau tidak saya pun tidak bisa memastikan (karena lagi-lagi saya tidak cukup ahli untuk memastikannya). Tapi yang jelas segala yang berlebihan, bisa dipastikan tidak baik untuk kesehatan.  

Referensi :

[1] Wolke, Robert L. 2012. Kalo Einstein Jadi Koki : 130+ Sains Dibalik Urusan Dapur. Gramedia Pustaka Utama

[2] Wikipedia. 2019. Mononatrium Glutamat. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Mononatrium_glutamat, diakses pada Oktober 2019

[3] Quamilla, Ajeng. 2017. Pro Kontra MSG : Benarkah Buruk Untuk Kesehatan? Tersedia di https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/bahaya-msg-adalah-penyedap-masakan/,

diakses pada Oktober 2019

Sartika Salaswati

Menamatkan pendidikan S1 Fisika di Universitas Indonesia (UI). Saat ini bekerja sebagai perekayasa di Pusat Teknologi Satelit, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Sartika Salaswati

Latest posts by Sartika Salaswati (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *