Awal Mula Munculnya Air Zam-Zam dan Fenomena Fisika

Gambar 1.  Fatamorgana di gurun pasir (idntimes)

Setiap kali diceritakan kisah perjuangan Siti Hajar dan Ismail as. yang kehausan di padang pasir yang terik, banyak yang ingat pasti bagaimana Siti Hajar berkeliling mencari air. Ia berlari dari bukit Shafa ke Marwa, bukit Marwa ke Shafa, dan begitu seterusnya. Setibanya di bukit Shafa Ia melihat genangan air yang ada di arah bukit Marwa, setibanya di bukit Marwa Ia melihat genangan air di arah bukit Shafa. Saat bertemu dengan kilatan, Ia langsung berlalu menuju tempat tampak genangan air tersebut. Entah kenapa mengingat itu aku selalu ingat dengan pembelajaran optik, salah satu ilusi optik dan fenomena fisika yang sekarang ini disebut fatamorgana. Lalu bagaimana fisika mengkajinya ? simak penjelasan berikut.

Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada [1]. Fatamorgana juga sering disebut ilusi optik akibat pembiasan sinar matahari oleh udara dengan tingkat kerapatannya berbeda [2].  Pada umumnya fatamorgana yang sering kita jumpai berupa genangan air dipermukaan jalan beraspal yang terkena panas terik matahari. Terjadinya fatamorgana menurut ilmuan bisa dibilang bayangan yang menipu, yang biasanya terjadi pada orang yang berpergian jauh melewati jalan raya, gurun pasir yang gersang dan panas. Hal ini dikarenakan karena adanya perbedaan suhu antara udara dan aspal itu sendiri. Lalu fatamorgana juga adayang inferior dan superior. Apalagi tuh?, yuk simak penjelasan berikut dan proses terjadinya.

  1. Fatamorgana Inferior

Gambar 2. Proses terjadinya fatamorgana inferior (http://www.world-mysteries.com/illusions/inferior_mirage.jpg)

Fatamorgana inferior adalah fatamorgana dari sebuah objek yang terlihat di bawah objek itu. Biasanya fatamorgana juga terbalik. Terlepas dari jalan dan tanah, fatamorgana inferior kadang-kadang juga dapat dilihat di atas danau atau lautan, karena permukaan ini sangat panjang dan rata [3]. Cahaya yang datang dari udara dingin ke udara panas dibiaskan ke arah garis horisontal pandangan. Saat cahaya berada dibatas medium, terbentuk banyaknya sudut, seperti sudut kritis dimana sinar datang membentuk sudut sinar bias sebesar 900. Fatamorgana akan terjadi jika sudut datang lebih besar dari sudut kritis. Sehingga sinar tidak dibiaskan melainkan dipantulkan kembali ke atas karena terjadi pemantulan sempurna

  1. Fatamorgana Superior

Gambar 3. Proses terjadinya fatamorgana superior (http://3.bp.blogspot.com/-as2MiN_z82s/UBja0k3Fs3I/AAAAAAAACgA/VPKzvttB5Gg/s320/fatamorgana4.jpg)

Baca juga:

Sebaliknya, fatamorgana superior: lapisan udara hangat berada di atas garis pandang Anda dengan lapisan dingin di bawahnya. Ini juga dikenal sebagai inversi suhu [4]. Seorang yang berada dipinggiran pantai sedang melihat sebuah kapal yang terletak jauh di atas laut. Udara dipermukaan laut lebih dingin dibandingkan dengan udara yang berada di sekitaranya. Dalam keadaan ini, udara dingin terperangkap oleh udara panas yang ada di atasnya. Kapal berada di atas laut yang artinya kapal berada di dalam udara dingin. Fatamorgana superior tak lepas dari pembiasan dan pemantulan sempurna. Sinar yang datang dari udara dingin menuju ke udara panas di atasnya melengkung atau terjadi pemantulan sempurna, sehingga terjadilah fatamorgana superior.

Jadi seperti itulah penjelasan tentang fatamorgana dalam fisika, menarik bukan?

Lalu awal munculnya air zam-zam itu sudah ada semenjak 2572 tahun sebelum kelahiran Rasulullah, atau sekitar 4000 tahun yang lalu. Berarti awal mula fenomena-fenomena fisika sudah muncul di zaman Rasulullah. Masya Allah. Semoga dengan secuil kisah fatamorgana dan air zam-zam ini menjadi pengingat bahwa untuk selalu mengAgungkan Allah SWT. Allah Maha Besar.

“Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.” (QS:Al-Jaatsiyah | Ayat: 3).

 

Referensi

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Fatamorgana

[2] Hartono. 2007. Geografi. Bandung. Citra Praya

[3] www.weatherscapes.com › album › subcat=mirages_inferior_water

[4] https://www.eoas.ubc.ca › sailing › met_concepts › 10-met-local-conditions

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *