Iradiator Gamma Merah Putih: Sumbangsih Iptek Nuklir untuk Sterilisasi dan Pengawetan

Gambar 1 Gedung Iradiator Gamma Merah Putih

Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) merupakan iradiator multifungsi berskala industri yang terletak di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Serpong, Tangerang Selatan. Fasilitas IGMP merupakan hasil kerja sama antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dengan pihak Izotop Hongaria, dan dibangun sejak 2014 serta diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada November 2017[1]. Latar belakang pembangunan IGMP yaitu untuk menjawab kondisi pengolahan pascapanen Indonesia sebagai negara agraris maritim dengan potensi produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang sangat melimpah, namun karena sistem pengelolaan pascapanen serta transportasi darat dan antar pulau yang kurang memadai, menyebabkan 60-70% produk tersebut cepat membusuk [2]. Adapun tujuan utama pembangunan IGMP adalah untuk memfasilitasi komunitas bisnis di Tangerang Selatan dan sekitarnya agar produk-produk komoditasnya dapat diiradiasi guna mempertahankan kualitas, meningkatkan keamanan, mutu, dan daya simpan[3].

Peran Iradiasi dalam Sterilisasi dan Pengawetan

Iradiasi secara umum didefinisikan sebagai paparan radiasi terhadap materi. Iradiasi memiliki kemampuan untuk mengionisasi atom dan molekul penyusun materi, sehingga menyebabkan perubahan sifat fisika, kimia, dan biologis suatu materi [4]. Kemampuan iradiasi tersebut dapat digunakan untuk menonaktifkan mikroorganisme (bakteri patogenik, bakteri non-patogenik, parasit, maupun virus) dengan cara merusak materi genetiknya. Hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme (digunakan dalam pengawetan) hingga dapat menyebabkan kematian mikroorganisme (digunakan dalam sterilisasi)[5].  Proses pengawetan diterapkan untuk produk yang berupa makanan dan herbal, sedangkan sterilisasi diterapkan untuk produk yang berupa alat kesehatan, tutup botol, dan kemasan produk. Produk yang diiradiasi tidak akan menjadi radioaktif, sehingga tetap aman untuk digunakan maupun dikonsumsi[6].

Iradiasi biasanya dilakukan menggunakan radiasi gamma, karena radiasi gamma memiliki energi yang cukup besar untuk merusak ikatan molekul dan mengionisasi atom-atom penyusun materi. Radionuklida cobalt-60 (60Co) merupakan sumber radiasi gamma yang umumnya digunakan untuk iradiasi karena memiliki energi yang cukup besar (1.17 MeV dan 1.33 MeV), waktu paro yang cukup lama (5.27 tahun), dan tidak larut dalam air sehingga dapat disimpan dalam penyimpanan basah (wet storage[6].

Cara Kerja Iradiator Gamma Merah Putih

Gambar 3 Sumber 60Co (Warna Biru) yang Disimpan dalam Kolam Air Demineral

Iradiator Gamma Merah Putih didesain dengan kapasitas sumber radioaktif hingga 2 MCi (mega currie). Pada 2017, IGMP diisi dengan sumber radiasi gamma berupa 60Co dengan kapasitas 300 kCi [7]. Sumber 60Co ini berbentuk pelet yang dimasukkan ke dalam tabung logam tertutup yang disebut “pensil”, kemudian pensil-pensil tersebut disusun pada rak sumber[4]. Saat tidak dioperasikan, sumber 60Co disimpan dalam kolam air demineral dengan ukuran 3.6 × 2.8 × 6 m3. Air demineral berfungsi sebagai perisai (shielding) sekaligus pendingin sumber radioaktif[7].

Gambar 4 Tote di Kerangka-Gerak Posisi Iradiasi

Proses iradiasi di IGMP dimulai dengan pengangkutan produk iradiasi menggunakan tote (kotak aluminium dengan ukuran 48,6 × 48,6 × 91,5 cm3). Dalam sekali proses iradiasi, IGMP memiliki kapasitas 72 tote. Supaya mendapatkan dosis yang seragam, tote-tote tersebut menjalani mekanisme laluan iradiasi dengan lintasan mengitari sumber radioaktif seperti pada Gambar 5. Setiap tote akan menempati 72 posisi yang berbeda dengan durasi yang sama di masing-masing posisi [7]. Energi radiasi yang mencapai produk akan diserap, yang kemudian disebut sebagai “dosis serap” atau “dosis”. Jumlah dosis yang diperlukan untuk menimbulkan efek yang diinginkan pada setiap produk berbeda-beda, dan sudah ditentukan melalui penelitian. Dosis iradiasi yang diberikan pada setiap produk harus sesuai dengan rentang yang sudah ditentukan agar tidak menimbulkan degradasi dan perubahan warna produk[4].

Baca juga:

Gambar 5 Mekanisme Laluan Iradiasi [7]

Keuntungan Penggunaan Iradiator Gamma Merah Putih

Keuntungan penggunaan IGMP untuk sterilisasi dan pengawetan adalah prosesnya yang efektif dalam membunuh bakteri pembusuk pada bahan makanan, tidak ada residu zat kimia beracun, tidak merusak kandungan gizi pada bahan pangan, dapat digunakan untuk mengawetkan produk kemasan, dapat digunakan untuk sterilisasi, serta produk yang diiradiasi aman dikonsumsi karena pemberian dosis iradiasi telah sesuai dengan Permenkes Nomor 701/Menkes/Per.VIII/2009.[2]

Referensi :

[1] Anonim, “Wapres RI, Jusuf Kalla Resmikan Iradiator Gamma Merah Putih dan Laboratorium Radiofarmaka BATAN”, tersedia di www.batan.go.id. Diakses pada Oktober 2019.

[2] Anonim, “Iradiator Gamma Merah Putih Bakal Rampung Tahun Ini”, tersedia di www.batan.go.id. Diakses pada Oktober 2019.

[3] Wina, “Iradiator Gamma Merah Putih Siap Bantu Pebisnis Lokal”, tersedia di www.batan.go.id. Diakses pada Oktober 2019.

[4] Technical Reports Series No.481 Manual of Good Practice in Food Irradiation, Vienna: International Atomic Energy Agency,2015.

[5] N.Grecz, D.B.Rowley, dan A.Matsuyama. 1983. The Action of Radiation on Bacteria and Viruses. Boca Raton: CRC Press.

[6] Gamma Irradiators for Radiation Processing, Vienna: International Atomic Energy Agency,2005.

[7] A.Satmoko dan H.A.Gunawan, “Sistem Pneumatik Mekanisme Laluan Iradiasi pada Iradiator Gamma Merah Putih”, PRIMA,vol.14,no.1,p.39,2017.

Rahmatika Intan Ali
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *