Apakah Menanam Pohon Dapat Memperbaiki Bumi?

Pada tanggal 25 oktober lalu, seorang YouTubers ‘MrBeast’ mengunggah sebuah video yang berjudul “Planting 20,000,000 trees, My Biggest Project Ever!”. Hal ini tentunya sangat mengundang banyak perhatian masyarakat dunia.

Proyek menanam pohon ini berawal dari sebuah challenge ketika MrBeast mencapai 20 juta subscribers maka dia harus menanam 20 juta pohon untuk merayakan pencapaiannya tersebut. Proyek ini dikelola oleh berbagai kalangan salah satunya Arbor Day Foundation yang menangani masalah donasi, Projek ini dinamai dengan #TeamTrees. Mulai dari masyarakat biasa hingga kalangan elit pun kini berlomba untuk mendonasikan harta mereka dalam proyek ini, tak mau kalah sang pemilik Tesla & SpaceX pun sampai ikut menyumbang 1 juta pohon demi suksesnya proyek #TeamTrees ini.

Elon Musk menyumbang 1 juta pohon

Apakah kamu tertarik? Ayo kunjungi teamtrees.org untuk donasi, $1 = 1 pohon.

Kunjungi www.teamtrees.org

Namun di artikel ini kita tidak akan bahas bagaimana #TeamTrees mendapatkan uang dan bagaimana caranya mereka menanam pohon. Pertanyaan dalam topik ini yang akan kita bahas adalah…

Apakah hanya dengan 20 juta pohon akan bisa menyelamatkan bumi dan perubahan iklim?

 

BUTUH BERAPA POHON? TRILYUNAN!

Dikutip dari artikel Livescience, bahwa butuh 1 trilyun pohon untuk mengatasi perubahan iklim. Walaupun kedengarannya itu kelihatan sangat banyak, namun bumi memiliki banyak sekali area yang dapat ditumbuhi pohon. Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Science pada 05 Juli 2019 menunjukkan bahwa bumi memiliki hampir 3,5 juta mil2 (9 juta km2) area untuk ditanami pohon (tidak termasuk area agrikultural dan area kota), Pohon yang ditanam ini dapat memangkas 25% jumlah emisi karbon dioksida di atmosfer. Kondisi ini dapat membawa bumi ke level yang tidak pernah diketahui umat manusia selama 100 tahun terakhir, begitulah yang dijelaskan dalam paper jurnal tersebut.

Studi yang berjudul “The global tree restoration potential” ini menunjukkan banyak area yang dapat ditanam, seperti Rusia memiliki area paling luas sekitar 583.000 mil persegi (1,5 juta km persegi), diikuti oleh Amerika Serikat dengan 397.700 mil persegi (1 juta km persegi). Pesaing teratas berikutnya adalah Kanada dengan 302.700 mil persegi (784.000 km persegi), Australia dengan 223.900 mil persegi (578.900 km persegi), Brasil dengan 191.900 mil persegi (497.000 km persegi), dan Cina dengan 155.200 mil persegi (402.000 km persegi) tersedia untuk lapangan hijau baru.

Foto total area, termasuk area hutan, yang dapat ditanami pohon baru. (Image credit: ETH Zurich/Crowther Lab)

“Kita tahu bahwa memulihkan hutan dapat berperan dalam mengatasi perubahan iklim, namun kita tidak memiliki pemahaman ilmiah tentang apa dampak yang akan terjadi setelahnya.” Kata Thomas Crowther, Asisten profesor ekologi di institut teknologi federal swiss, zurich (ETH Zurich).

Menanam Pohon untuk Penghijauan

Menanam pohon di area-area ini dapat meningkatkan sepertiga lahan yang tertutupi oleh hutan tanpa memepngaruhi lahan untuk perkotaan dan pertanian. Setelah pohon-pohon ini tumbuh, maka pohon-pohon ini dapat “menetralisir” 225 milyar ton (205 milyar metrik ton) karbon atau sebanyak dua pertiga dari 330 milyar ton (300 milyar metrik ton) karbon yang telah dilepas oleh manusia ke atmosfer sejak Revolusi Industri pertama dimulai.

Baca juga:

Penghijauan yang berlangsung dapat membatasi perubahan iklim yang terjadi. Menurut laporan IPCC (intergovernmental panel on climate change) yang terbaru, menambahkan area hutan seluas 3,8 juta mil persegi (10 juta km persegi) dapat membatasi perubahan iklim menjadi 2,5 derajat fahrenheit (1,5 derajat celcius) di tahun 2050. Namun jumlah ini juga dapat berubah karena faktor-faktor perubahan iklim pun berubah sangat cepat.

Dapat disimpulkan bahwa menanam lebih banyak pohon dapat mempercepat tercapainya tujuan ini. Bagaimanapun kita menanam banyak pohon, dampak ini tidak akan langsung kita rasakan, “Hal ini butuh beberapa dekade agar pohon baru menjadi dewasa hingga mencapai potensi mereka.” Kata Crowther. “Sangat penting bagi kita untuk melindungi hutan yang ada saat ini, mencari solusi untuk perubahan iklim lainnya dan terus meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil dari ekonomi kita untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya.”

 

Referensi:

Cefri Lupianto
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *