Pikiran Merupakan Harta Karun yang Tersembunyi

Sobat Warstek, sadarkah anda jika kita memiliki sebuah harta karun yang luar biasa? Meski tidak bisa dilihat, namun sesuatu ini sangat mengendalikan perilaku dan tindakan kita sehari-hari. Ya, sesuatu ini adalah pikiran. Dimana letak pikiran? Apakah di otak?

Otak merupakan sebuah sistem yang diciptakan oleh Tuhan sebagai sarana dan prasarana untuk menerjemahkan pikiran. Ibaratkan otak dan pikiran merupakan sebuah produk komputer dari penciptaan teknologi yang paling modern dan canggih, otak adalah hardware dan pikiran adalah software. Kedua nya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Sebuah perangkat hardware dalam sistem komputer tidak akan berfungsi tanpa software, begitupun sebaliknya. Otak berwujud fisik, sedangkan pikiran berwujud metafisik. Namun jangan sampai keliru melalui analogi ini, Sobat Warstek. Secanggih apapun teknologi komputer yang berkembang dimasa depan, tidak akan mampu mengalahkan kecanggihan sistem teknologi otak dan pikiran manusia yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Agung.

Pikiran merupakan harta karun yang tersembunyi. Mengapa demikian?? Kata “harta karun” identik dengan sesuatu yang bisa membuat kita kaya atau memiliki banyak harta (uang). Sobat Warstek pasti saat ini sedang membaca artikel ini melalui smartphone, notebook, atau laptop.

Sadarkah sobat bahwa benda-benda tersebut merupakan buah dari pikiran. Sejatinya seluruh kecanggihan teknologi yang kita jumpai saat ini merupakan produk dari harta karun yang kita miliki. Berapa jumlah uang yang masuk ke rekening para pencipta teknologi tersebut? Pasti banyak, karena pengguna teknologi yang mereka ciptakan juga sangat banyak.

Pikiran tidak serta merta tentang karya cipta. Banyak konsep dan teori yang juga dicetuskan oleh para pemikir dihargai milyaran bahkan triliun-an. Bahkan uniknya, mereka akan tetap dibayar meski mereka (pencetus teori atau konsep) telah meninggal dunia. Bayangkan berapa kayanya mereka sebab pikiran yang mereka miliki.

Produk lain dari harta karun yang satu ini adalah kemampuan kita mengendalikan tindakan kita. Ketika kita mengalami bahaya, kita mampu mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri. Ketika kita mengalami kegagalan, kita mampu untuk bangkit dan meneruskan hidup. Bahkan melakukan sesuatu yang jauh lebih baik. Bukankah ini juga sebuah kekayaan untuk diri kita? Percuma kita memiliki uang melimpah tapi kita diterkam binatang buas, misalnya.

Sobat Warstek, pikiran kita sangat berhubungan dengan komponen-komponen lain dalam diri kita. Sama halnya dengan perangkat software, yang terdiri dari banyak komponen yang lebih kecil. Kesadaran, proses berpikir, ingatan, dan kecerdasan merupakan komponen-komponen dari pikiran.

  1. Kesadaran

Kesadaran merupakan keadaan dimana seseorang merasa lebih awas terhadap lingkungan sekitarnya dan terhadap energi dari stimulus yang diterima dibawah kondisi tergugah (sadar). Kesadaran ini menjadi dasar dari proses berpikir dan sebagian ingatan dalam diri seseorang. Aktivitas kesadaran ini lebih spesifik ditentukan oleh otak, sebagai hardware-nya.

Baca juga:

      2. Proses Berpikir

Proses berpikir merupakan proses penggunaan informasi yang diterima dengan membentuk konsep, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, secara kritis maupun kreatif. Jadi proses berpikir ini meliputi banyak hal yang sering kita lakukan sehari-hari. Jika Sobat Warstek mengatakan sedang “malas mikir”, pada dasarnya anda sedang melakukan proses berpikir, yaitu mengambil keputusan untuk “malas berpikir”. Intinya sama aja anda sedang dan telah berpikir. Terlebih lagi kalau Sobat Warstek merasa bingung membaca tulisan ini, itu artinya anda sedang berpikir pada level yang cukup tinngi, yaitu membentuk konsep mengenai tulisan ini untuk diri anda.

      3. Ingatan

Komponen ketiga dari pikiran adalah ingatan. Ingatan berada di dalam sebuah hardware yang bernama otak. Jelas saja, sebab ingatan masih termasuk komponen dari pikiran. Wilayah teritorial ingatan di dalam otak ada pada bagian hipocampus. Disinlah markas besar ingatan. Seperti yang kita ketahui pula, bahwa ingatan terbagi menjadi dua, yaitu ingatan jangka panjang (Long Term Memory) dan ingatan jangka pendek (Short Term Memory). Kedua nya memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol setiap memori yang masuk ke otak kita melalui aktivitas kita sehari-hari.

     4. Kecerdasan

Kecerdasan juga merupakan salah satu komponen dari software pikiran. Kecerdasan melibatkan banyak proses berpikir, dan banyak pula standar ukurannya menurut para ahli. Namun yang perlu kita ketahui, bahwa standar tes kecerdasan bagi orang barat tidak efektif jika digunakan untuk orang Indonesia, begitupula sebaliknya. Ini artinya, standar atau tolak ukur kecerdasan cenderung berbeda di sebagian belahan dunia dan kecenderungan dipengaruhi oleh faktor kebudayaan (indigenous).

 

Referensi:

King, Laura A. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Terjemahan oleh Petty Gina Gayatri. 2016. Jakarta : Penerbit Salemba.

depyrachmawaty

Mahasiswi S-1 Psikologi at Universitas Muhammadiyah Surakarta
Muslimah Bestari, Pembelajar Sepanjang Hayat
depyrachmawaty
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *