Bagaimana Jika Membuang Sampah di Bumi ke Black Hole?

Semakin banyak populasi manusia, maka semakin meningkat juga produksi sampah. Karena semakin banyak aktivitas manusia maka semakin banyak pula sampah sisa aktivitas tersebut. Automatis, saat ini sampah menjadi masalah yang tak terelakkan di Bumi. Di sungai, sampah-sampah membendung membuat air berwarna cokelat keruh. Bahkan tak jarang lagi bencana banjir terjadi karena saluran yang seharusnya dapat dilalui air menjadi tersumbat oleh sampah.

Baca juga: Pertanyaan Besar Fisika: Apakah Lubang Hitam Berisi Energi Gelap?

Sering kita jumpai, setiap lahan kosong diisi dengan tumpukan sampah. Masyarakat membuang sampah sehari-hari bahkan sampah rumah tangga di lahan kosong tersebut hingga sampah nampak menggunung dan meimbulkan bau dan nyamuk yang menggangu masyarakat sekitar. Di pinggir jalan raya kita juga sering menemukan sampah berceceran. Apalagi di Tempat Pembuangan Akhir, sampah bak gunung-gunung yang menjulang tinggi.

Apabila sampah kita buang ke sungai sama saja mencemari kejernihan air, merusak kualitas air, dan bahkan menyebabkan banjir. Apabila sampah kita bakar, tidak semua sampah dapat habis dibakar seperti halnya sampah bekas alat elektronik. Serta polusi dari membakar sampah dapat sangat mencemari udara dan membuat lapisan ozon semakin tipis.

Apalagi sampah plastik, karet, tak jarang menimbulkan bau yang mengganggu apabila dibakar.  Bayangkan di satu kampung ada 10 orang yang membakar sampah setiap harinya? Ada banyak perkampungan di dunia ini. Belum lagi polusi udara dari kendaraan bermotor. Akan semakin menipis saja lapisan ozon dan membuat Bumi semakin panas.

Ketika lapisan ozon kita semakin menipis, maka Kutub Utara dan Kutub Selatan perlahan akan mencair. Juga, lapisan ozon berfungsi untuk melindungi Bumi dari gangguan benda luar angkasa, seperti asteroid dan meteor.

Banyak dampak dari tindakan akhir yang kita lakukan untuk memberantas sampah. Alternatif yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah adalah melalui tangan para seniman kita bisa mendaur ulang sampah menjadi barang yang antik dan bermanfaat. Lalu, kita bisa mengganti benda-benda yang bersifat sulit terurai menjadi benda yang mudah terurai. Dan, kita bisa mengubah benda yang sekali pakai dapat digunakan berkali-kali atau bahkan tidak ada batas penggunaannya.

Akan tetapi, bagaimana jika sampah sudah menggunung seperti saat ini?

Black hole, ya lubang hitam ini bisa menjadi alternatif untuk kita membuang sampah yang terlanjur menggunung di Bumi. Bagaimana bisa kita membuang sampah-sampah ini ke black hole?

Ini baru pendapat atau sebuah perencanaan bagaimana prosesnya jika kita membuang sampah ke Lubang Hitam. Pertama-tama, dari seluruh kota harus ada organisasi atau suatu instansi yang mengumpulkan seluruh sampah masyarakat. Di mulai dari tingkat kecamatan, lalu kabupaten, provinsi. Sampah-sampah tersebut di kemas atau dimasukkan ke dalam satu kapsul besar pengangkut sampah dari setiap kota/kabupaten  yang berisi kapsul-kapsul sampah kecil dari setiap kecamatan.

Kapsul tersebut tentunya tidak sembarangan. Kapsul tanpa awak yang dapat dikendalikan dari Bumi, atau kapsul yang sudah di set untuk menuju black hole. Tentu saja, kapsul tersebut tidak dibuat sembarangan. Kapsul tersebut harus dibuat dengan bahan yang anti panas dan anti gesekan. Untuk bahan pembuatan kapsul sebisa mungkin dibuat dengan bahan yang tidak terlalu mahal, sebab sayangnya kapsul pengangkut sampah tersebut akan hancur bersama sampah-sampah yang diangkutnya ke dalam lubang hitam.

Setiap negara diusahakan memiliki astronom yang mampu memberangkatkan kapsul sampah tersebut ke lubang hitam. Untuk pemberangkatan kapsul dari setiap negara bisa kita jadwal pertanggal akhir bulan. Setiap bulannya kita akan membuang sampah-sampah di Bumi ke lubang hitam.

Para astronom dari setiap negara akan mengirimkan kapsul tanpa awak tersebut ke lubang hitam untuk memberantas sampah di Bumi ini. Mengapa tanpa awak? Bagaimana jika dikendalikan oleh astronot? Tidak akan ada yang dapat melewati lubang hitam, kecuali kecepatannya melebihi kecepatan cahaya.

Dan faktanya, tidak ada kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Maka, para astronom yang akan mengendalikan kapsul tersebut dari Bumi, dengan teknologi yang tentunya harus sudah sangat maju.

Mengapa harus kita kirim ke lubang hitam? Kenapa tidak kita buang saja ke luar angkasa, di luar angkasa tidak ada gravitasi jadi sampah tersebut akan mengambang bebas. Belum lagi luar angkasa yang teramat luas, sampah di Bumi tidak akan menghalangi.

Betul memang di luar angkasa sampah akan mengambang bebas, dan perlu kita ketahui bahwa sebelum kita membuang sampah ke luar angkasa, di luar sana sudah banyak sampah. Sampah bangkai satelit yang mengapung bebas di angkasa. Sampah yang terapung-apung bebas di sana, dikhawatirkan dapat memecahkan kaca ISS (International Space Station) dan kejadian tersebut dapat membahayakan para astronot yang berada di dalam ISS.

Baca juga:

Mengapa lubang hitam? Apa itu lubang hitam?

Lubang hitam (black hole) adalah bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat, bahkan cahaya tidak bisa kabur. Teori relativitas umum memprediksi bahwa butuh massa besar untuk menciptakan sebuah lubang hitam yang berada di ruang waktu. Di sekitar lubang hitam disebut horizon peristiwa. Objek ini disebut “hitam” karena menyerap apapun yang berada di sekitarnya dan tidak dapat kembali lagi, bahkan cahaya.

Untuk saat ini yang memiliki kecepatan tercepat adalah cahaya, yaitu 300.000.000 m/s. Cahaya yang memiliki kecepatan tercepat saja tidak bisa melalui lubang hitam, bagaimana dengan benda-benda lainnya yang memiliki kecepatan jauh di bawah kecepatan cahaya.

Mengapa harus lubang hitam?

Dengan sebuah lubang hitam, segala materi yang mendekat akan tercabik-cabik, terurai, hancur, hingga menjadi sub-partikel, dan akhirnya bisa dikatakan terhisap lubang hitam. Tetapi, proses makan dan mencerna lubang hitam tidak sesederhana itu. Partikel bahkan sub-partikel sampah tadi akan dipaksa mengelilingi lubang hitam sangat dekat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan energi yang luar biasa yang membentuk piringan akresi.

Piringan partikel yang berputar ini akan menghasilkan suhu dan radiasi elektromagnetik berenergi tinggi ke sekitar yang bisa dimanfaatkan sebagai energi (kalau proyek ini serius dikerjakan). Hanya akan sedikit materi berenergi tinggi yang ditelan lubang hitam, 90% nya akan terlepas dengan kecepatan dan energi yang tinggi yang dipercaya bisa dimanfaatkan jika teknologi kita sudah lebih tinggi dalam hal konversi energi.

Menyelesaikan sampah dengan lubang hitam benar-benar sangat menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Energi yang dihasilkan sangat luar biasa hanya dengan sampah yang tersedia di mana-mana. Ini karena lubang hitam mengubah materi menjadi yang paling dasar beserta energi.

Kendala kita saat ini adalah alat yang belum mampu kita ciptakan untuk bisa sampai ke dalam lubang hitam dengan waktu yang cepat, dengan bahan yang tidak terlalu mahal tetapi berkualitas kuat. Tetapi dari berita yang saya dapat, LHC di CERN dapat menciptakan lubang hitam mini. Mungkin ini bisa dimanfaatkan untuk proyek ini.

Referensi:

[1] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lubang_hitam

[2] https://images.app.goo.gl/H1DfGW4zV29ytjc68

[3] https://id.quora.com/Jika-memungkinkan-di-masa-depan-apakah-sampah-bisa-dibuang-ke-dalam-lubang-hitam

Follow me

Remilda Agustina

Mendapat peringkat-9 pada Olimpiade Sains Kabupaten Astronomi. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Fisika. Berbakat dalam menyanyi, menari, dan bermain piano.
Remilda Agustina
Follow me

Latest posts by Remilda Agustina (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *