LISA, Si Cantik Penghasil Citra Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB

Berdasarkan artikel saya sebelumnya, saya telah menjelaskan secara global mengenai dua satelit karya anak bangsa yaitu satelit LAPAN-A2 dan LAPAN-A3. Kali ini saya akan memperkenalkan primadona cantik yang merupakan salah satu muatan dari satelit LAPAN-A3 yang bernama LISA. Nama LISA sendiri diambil dari nama instrument asli itu sendiri (Line Imager) dan juga dari aplikasinya (for Space Application). Yup, LISA merupakan kependekan dari Line Imager Space Application dari kepanjangan tersebut maka lahirlah sebuah kamera yang diberi nama LISA, sungguh cantik bukan?

LISA merupakan muatan utama dari satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB yang sejak sebelum diluncurkan sudah diamanatkan untuk mengemban sebuah misi utama, yaitu untuk observasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan memiliki misi utama sebagai pemantau wilayah NKRI, maka misi utama LISA dinamakan misi “NKRI Harga Mati”. Pada misi ini, LISA dituntut untuk menghasilkan citra seluruh wilayah NKRI sehingga terbentuklah peta wilayah NKRI secara utuh yang terbentuk dari citra satelit buatan anak bangsa.

LISA merupakan line scan camera, artinya kamera ini bekerja seperti layaknya sebuah scanner dimana untuk menghasilkan sebuah gambar kamera akan memindai garis per garis. Hal ini terlihat lebih rumit dibandingkan kamera pada umumnya (kamera matrix yang menghasilkan satu frame kamera dalam sekali pengambilan), akan tetapi jika kita ingin mengasilkan citra resolusi tinggi dengan objek memanjang, jenis kamera ini sangat cocok digunakan. Untuk mengetahui perbedaan kamera ini (line scan) dengan kamera pada umumnya (matrix kamera) dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 1. Cara kerja Kamera Frame dengan Kamera Line Scan

Contohnya saja, dengan LISA kita bisa mengambil secara penuh panjang pulau Kalimantan (hanya panjangnya saja loh) sementara lebarnya 120 km. Angka ini dihasilkan dari resolusi LISA yaitu 15 m dikalikan dengan jumlah pixel dalam satu baris (8002 pixel). Dengan kemampuannya tersebut saat ini LISA hampir memenuhi misi “NKRI Harga Mati”, hasilnya sebagai berikut.

Gambar 2. Misi NKRI Harga Mati (LISA LAPAN-A3)

Selain menghasilkan citra wilayah NKRI, terkadang LISA juga mengambil wilayah luar NKRI sebagai targetnya dan hasilnya sebagai berikut.

Gambar 3. Citra LISA LAPAN-A3 (Kagoshima-Jepang)

Secara spektral LISA merupakan kamera multispektral. LISA memiliki empat kanal yaitu, kanal merah (red), hijau (green), biru (blue), dan NIR (Near Infra Red). Keberadaan kanal NIR pada LISA, sejak sebelum peluncuran diharapkan LISA dapat memiliki manfaat yang luas khususnya di bidang pertanian. Sampai saat ini LISA terbukti telah menghasilkan citra yang telah termanfaatkan cukup luas diantaranya untuk mengidentifikasi jenis tanaman dan jenis pertumbuhan tanaman (Setiawan et al., 2017) (Wijayanto, et al., 2018), monitoring wilayah kekeringan (Amalo et al., 2018), estimasi jumlah klorofil tanaman (Permatasari, et al., 2018), pemantauan lahan sawah (Raimadoya, et al., 2011) (Setiawan, et al., 2018), dan analisis perubahan penggunaan lahan (Nugroho, et al., 2018).

Baca juga:

Spektral yang dimiliki LISA pada dasarnya mengacu pada muatan dari satelit Landsat 8 yaitu OLI (Operational Line Imager). LISA memiliki range panjang gelombang merah 630 – 700 nm, hijau 510 – 580 nm, biru 410 – 490 nm, dan NIR 770 – 900 nm. Sementara OLI memiliki range panjang gelombang merah 636 – 673 nm, hijau 533 – 590 nm, biru 452 – 512 nm, dan NIR 851 – 879 nm. Secara global tidak terlalu jauh berbeda ya, perbedaan nilai terjadi karena jenis sensor yang berbeda sehingga responsivitasnya berbeda. Dengan demikian mungkin bisa juga kita menganalogikan satelit LAPAN-A3 itu LANDSAT nya Indonesia.

Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Satelit LAPAN-A2 dan LAPAN-A3

Referensi :

[1] Amalo, L.F., et al., 2018. Drought Monitoring Using LISAT and LANDSAT 8 Satellite Imagery in Pakisjaya District, West Java, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018.

[2] Permatasari, P.A., et al., 2018. Comparison of LISAT and LANDSAT Imagery for Estimating Chlorophyl-a, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018.

[3] Raimadoya, M.A., et al., 2011. Analisis Misi dan Rancangan LAPAN-IPB Satellite (LISAT) untuk Pemantauan Kemandirian Pangan, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, ISSN : 0853-4217.

[4] Setiawan, Y., et al., 2017. An Evaluation of The Use of LAPAN-A3/IPB Spectral Features to Identify Agricultural Land Use Types in Java, Paper presented at the 4th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2017.

[5] Wijayanto, A.K., et al., 2018. The Characteristic of Spectral Reflectance from LAPAN-IPB Satellite and Landsat 8 over Agricultural Area in Probolinggo, East Java, Paper presented at the 5th Sympoium on LAPAN-IPB Satellite, 2018.

[6] Teledyne Dalsa. 2014. Understanding Line Scan Camera Application. Tersedia di https://www.inspect-online.com/file/track/7757/1+&cd=3&hl=en&ct=clnk&gl=id. Diakses pada November 2019.

Sartika Salaswati

Menamatkan pendidikan S1 Fisika di Universitas Indonesia (UI). Saat ini bekerja sebagai perekayasa di Pusat Teknologi Satelit, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Sartika Salaswati

Latest posts by Sartika Salaswati (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *