Sampah Plastik Sahabat Baru Masyarakat?

Masalah sampah dalam kehidupan masyarakat yang meresahkan

 Sampah adalah satu hal yang tidak dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sampah merupakan segala peralatan dan benda-benda disekitar kita yang telah dibuang karena dianggap tidak memiliki kegunaan lagi. Segala lini kehidupan masyarakat pasti sangat akrab dan sudah tidak asing dengan benda-benda tersebut. Tak terkecuali dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dimana penggunaan plastik sekali pakai masih sangat lumrah digunakan, dan bahkan menjadi sahabat sehari-hari masyarakat Indonesia. Dikutip dari CNN Indonesia, bahwa berdasarkan data Jambeck (2015) Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Ini adalah suatu tamparan keras bagi Indonesia dimana Indonesia merupakan negara kelautan.

Kenapa sampah plastik ini menjadi sesuatu yang sangat menghawatirkan bagi keberlangsungan hidup manusia? Menurut Nurhenu Kariastuti bahwa plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui dihampir setiap barang. Dari hasil penelitian, penggunaan plastik tidak sesuai persyaratan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh manusia (kesinogenik). Selain itu plastik  pada umumnya sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme.

Dalam tulisan yang sama Nurhenu juga menjelaskan bahwa sampah plastik dapat bertahan hingga bertahun-tahun sehingga menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Sampah plastik tidaklah bijak jika dibakar karena akan menghasilkan gas yang akan mencemari udara dan membahayakan pernafasan manusia, dan jika sampah plastik ditimbun dalam tanah maka akan mencemari tanah, terkhusus air tanah. Oleh karena itu pemakaian plastik dalam jumlah yang besar maka akan sangat signifikan dampaknya terhadap lingkungan dan juga tentunya untuk kesehatan manusia.

Hal yang seperti inilah yag masih sangat kurang dipahami oleh sebahagian masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Hartutu Purnaweni dalam tulisannya bertajuk “Bom Waktu Sampah” bahwa masyarakat masih menganggap enteng masalah sampah,, hanya mengandalkan petugas sampah. Masyarakat masih lemah tanggung jawabnya terhadap sampah yang mereka hasilkan, minim usaha mengurangi dan mengelolanya.

Segala sampah plastik yang dihasilkan tentunya tidak dapat dibiarkan begitu saja. Sampah plastik memerlukan penanggulangan segera. Mengubur dan membakarnya bukanlah suatu solusi yang baik. Menurut Reni Silvia Nasution Selain mengubur dan membakar sampah plastik, terdapat cara lain untuk menanggulanginya. Yakni, mengganti plasyik dengan alat (kain) untuk membungkus barang atau dikenal dengan furoshiki ; pengolahan sampah plastik menggunakan metode fabrikasi; dan penggunaan plastik biodegradable yang mudah terurai dialam.

  1. Penggunaan Furoshiki untuk mengurangi limbah kantong plastik

Furoshiki merupakan teknik membungkus dan membawa barang dengan menggunakan sehelai kain persegi. Ukuran Furoshiki atau biasa disebut boenthelan oleh orang Jawa bervariasai tergantung pada ukuran barang yang akan dibungkus atau dibawa. Boenthelan ini dapat digunakan untuk membungkus atau membawa barang. Selain itu, dengan mengguakan boenthelan sebagai gaya hidup modern kita pun turut serta melestarikan bumi tercinta.

  1. Pengolahan limbah plastik mengguakan metode Fabrikasi

Penanggulangan limbah plastik dengan cara melakukan daur ulang merupakan salah satu solusi yang baik, dimana limbah plastik yang diolah selain meminimalkn penumpukannya di alam juga produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis. Salah satu cara proses daur ulang limbah plastik yaitu dengan metode fabrikasi. Metode fabrikasi adalah metode pembuatan material plastik yang terdiri dari banyak teknik seperti pemotongan (cutting), pemanasan (heating), pelunakan (softening), pembengkokan (bending), pembentukan (forming), pengerjaan menggunakan mesin (maching), pencampuran (bonding), dan penghalusan (finishing) material plastik dengan atau tanpa bahan tambahan menjadi produk jadi. Semua teknik pembuatan material daur ulang menggunakan peralatan sederhana sehingga memungkinkan untuk diaplikasikan pada industry daur ulang sampah plastik berskala rumah tangga.

Baca juga:
  1. Penggunaan plastik Biodegradable

Penggunaan plastik Biodegradable merupakan salah satu cara yang juga ampuh untuk menanggulangi limbah plastik, dimana sifat dari plastik Biodegradable yang ramah lingkungan menjadikannya pilihan yang tepat sebagai solusi untuk ketergantungan kita terhadap penggunaan kantong plastik.

Itulah beberapa solusi dari sekian solusi yang bisa ditawarkan. Penanggulanag sampah plastik harus segera ditangani dengan cepat dan benar. Sebelum penyebaran-penyebaran plastik itu tak bisa terkontrol lagi. Jadilah masyarakat cerdas yang mampu menjaga lingkungan meskipun itu hanya kesadaran akan pentingnya bagaimana penggunaaan dan pengolahan sampah plastik.

Warung Sains Teknologi

Latest posts by Warstek Media (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *