Teknologi Kuantum dan Masa Depan Dunia Kedokteran

Ilustrasi Teknologi Kedokteran Masa Depan, Sumber : Vector Stock

Semakin berkembang zaman, teknologi akan semakin berkembang. Perkembangan ini memberikan dampak positif dan negatif untuk kehidupan kita. Salah satu dampak negatifnya adalah semakin banyaknya tuntutan. Seperti halnya dunia kedokteran, perkembangan teknologi menuntut rumah sakit untuk meningkatkan pelayanannya menjadi semakin efisien.

Kecepatan dan ketelitian merupakan dua unsur utama permasalahan teknologi rumah sakit. Teknologi kuantum dapat menjawab dua masalah tersebut. Saat ini, ternyata teknologi kuantum telah diterapkan di peralatan rumah sakit, peralatan apa sajakah itu? Untuk menjawabnya, mari kita kenal terlebih dahulu apa itu teknologi kuantum.

Mengenal Teknologi Kuantum

blank

Ilustrasi Teknologi Kuantum, Sumber : War on the Rocks

Teknologi kuantum merupakan sebuah konsep terbaru pemroresan data digital yang memanfaatkan prinsip dasar bagaimana alam bekerja. Teknologi kuantum saat ini telah mencapai tahap dimana kita bisa mengoperasikan, mengamati, dan mengisolasi partikel individu beserta sifat-sifat kuantumnya.[2]

Hubungan Teknologi Kuantum dan Dunia Kedokteran

blank

Teknologi MRI, Sumber : Industrytide

Teknologi kuantum memang tidak terlihat, sehingga tidak dapat secara langsung dirasakan. Namun tahukah anda, teknologi kuantum ternyata saat ini telah berkembang di dunia kedokteran. Dalam dunia kedokteran, komputer modern saat ini memiliki keterbatasan untuk mencapai hal-hal yang bersifat kompleks, sehingga diperlukan teknologi kuantum untuk mencapainya. Teknologi MRI dan teknologi laser merupakan salah satu contoh peralatan yang memanfaatkan teknologi kuantum dalam pengoperasiannya.[4]

Teknologi Kuantum dan Masa Depan Dunia Kedokteran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, teknologi kuantum merupakan teknologi yang sangat dibutuhkan di dunia kedokteran masa depan. Pemrosesan data yang besar dan machine learning merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan dokter di masa depan. Dengan kemampuan tersebut, dokter dapat dengan mudah menentukan metode terapi mana yang cocok untuk pasien berdasarkan riwayat kesehatan pasien, ras, umur, gen, dan data-data lain yang disediakan oleh teknologi kuantum.[4]

Selain itu, dalam hal teknologi MRI, teknologi kuantum juga diperkirakan dapat membantu dalam pemrosesan gambar medis. Dengan teknologi kuantum, pemrosesan gambar medis dapat membantu menghasilkan gambaran yang lebih jelas bahkan hingga ke bagian mikroskopis dalam tubuh.[3]

Dalam halnya terapi kanker, teknologi kuantum dipercaya dapat mengobati kanker dengan cermat. Selama ini, kesulitan dalam terapi kanker adalah tentang bagaimana cara membunuh sel kanker tanpa membunuh sel sehat lainnya. Teknologi kuantum dipercaya dapat membunuh sel-sel kanker  tanpa membunuh sel-sel sehat lainnya secara tuntas dan singkat menggunakan radiasi, yang pastinya akan menyelamatkan banyak jiwa.[5]

blank

Metode Terapi Kanker dengan Radiasi, Sumber : CancerQuest

Baca juga:

Dan masih banyak lagi hal-hal lain dalam dunia kedokteran yang bisa berkembang melalui teknologi kuantum.

Saat ini, teknologi kuantum memang masih sedikit diterapkan, dalam artian sebagian besar masih dalam tahap penelitian. Salah satu penyebabnya adalah dibutuhkan suhu super dingin untuk bisa mengoperasikan teknologi kuantum.[1] Tapi siapa yang tahu, bagaimana dunia kedepannya? Sehingga silahkan persiapkan diri anda, wahai para dokter muda.

Sumber :

[1] Devoret, MH, Martinis, JM. 2004. Implementing Qubits with Superconducting Integrated Circuits. Quantum Information Process 3 (1-5): 163-203

[2] N MA, C IL. 2010. Quantum Computation and Quantum Information. Cambridge : Cambridge University Press.

[3] Parson, DF. 2011. Possible Medical and Biomedical Uses of Quantum Computing. Neuroquantology vol 9(3) : 596-600

[4] Pariente P. 2015. Quantum Computing Set to Revolutionise the Health Sector. L’Aterlier BNP Paribas

[5] Solenov, D., Brieley, J., Scherrer, JF. 2018. The Potential of Quantum Computing and Machine Learning to Advance Clinical Research and Change the Practice of Medicine. Modern Medicine 115(5): 463-467.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar