Nanoteknologi Pangan: “Kemasan Bergizi” Untuk Pangan Sehat

Teknologi yang sedang berkembang pesat dan berkontribusi besar dalam pasar dunia terutama di bidang pangan adalah nanoteknologi. Nanoteknologi merupakan kegiatan pembuatan, memanipulasi dan mengkarakterisasi  struktur, perangkat atau material pada skala nano dengan ukuran sekitar 1-100 nm [1]. Perubahan partikel hingga ukuran dan struktur nano dapat memungkinkan terbentuknya material-material yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan, salah satunya di bidang pangan yaitu pada kemasan makanan.

Nanoteknologi menawarkan peluang untuk pengembangan yang inovatif pada kemasan makanan yang dapat menguntungkan konsumen dan industri. Penerapan nanoteknologi menunjukkan keuntungan yang cukup besar dalam meningkatkan sifat bahan kemasan. Beberapa keuntungan aplikasi nanoteknologi pada kemasan makanan adalah memperpanjang masa simpan, meningkatkan kualitas kemasan, dan dapat memantau kondisi makanan dengan nanosensor [2]. Pada artikel ini, akan dibahas nanoteknologi pada pengemasan makanan.

Gambar 1. Pengemasan makanan bebasis nanoteknologi [3]

Aplikasi teknologi nano dalam pengemasan dibagi menjadi tiga, yaitu 1) Peningkatan kemasan seperti membantu kemasan menjadi lebih ringan, lebih kuat dan tahan panas, dan meningkatkan fungsi hambatan pertukaran gas, kelembaban dan pengaruh dari sinar uv. 2) Kemasan aktif yaitu penggunaan nanoteknologi dapat melepaskan bahan kimia yang memungkinkan kemasan berinteraksi dengan makanan di dalamnya. Kemasan dapat melepaskan antimikroba, antioksidan, rasa dan aroma dalam skala nano ke makanan sehingga dapat memperlama masa simpan dan menambahkan rasa dan aroma. 3) Kemasan pintar yaitu kemasan dengan nanosensor. Penambahan nanosensor pada kemasan makanan dapat memantau kondisi makanan, seperti perubahan warna, kelembaban, dan temperatur [3],[4].

Hilir dari aplikasi nanoteknologi pada kemasan makanan adalah bisa digunakan untuk masyarakat luas. Integrasi material skala nano pada kemasan akan menghasilkan produk kemasan yang menarik dan menguntungkan. Namun, potensi bahaya penggunaan nanoteknologi harus ditanggapi dengan bijak yaitu dengan lebih banyak penelitian dan pengembangan. Oleh karena itu, penerapan aplikasi nanoteknologi akan membutuhkan komunikasi secara berkelanjutan antara para peneliti dan perusahaan yang menciptakannya serta konsumen. Jika berhasil, maka nanomaterial pada kemasan makanan dapat memainkan peran penting dalam pasokan makanan lebih sehat, lebih aman, lebih bergizi dan ramah lingkungan.

Referensi

[1]     Masyarakat Nano Indonesia. 2018. Manfaat Nanoteknologi Pada Kemasan Makanan. http://www.nano.or.id/manfaat-nanoteknologi-pada-kemasan-makanan/ (diakses pada tanggal 02 Desember 2019).

[2]     GoUKM.id. 2016. 4 Manfaat Nanoteknologi untuk Kemasan Pangan. https://goukm.id/4-manfaat-nanoteknologi-untuk-kemasan-pangan/ (diakses pada tanggal 02 Desember 2019

[3]     Kuswandi, B. 2016. Nanotechnology in Food Packaging. https://www.researchgate.net/publication/306300440_Nanotechnology_in_Food_Packaging/citation/download (diakses pada tanggal 01 Desember 2019).

Baca juga:

[4]     Anonymar. 2018. 7 Manfaat Nano Teknologi Bagi Kehidupan Manusia. https://www.kompasiana.com/anonymar/5c04e3ff6ddcae7ad947865c/7-manfaat-nano-teknologi-bagi-kehidupan-manusia?page=1 (diakses pada tanggal 02 Desember 2019)

Fauziyah Rizki Mareta Bagus
Latest posts by Fauziyah Rizki Mareta Bagus (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar