PERANAN NANOTEKNOLOGI DALAM TERAPI SEL PUNCA

Sel punca merupakan sel yang mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang berfungsi dalam memperbaiki jaringan tubuh yang telah rusak. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian mengenai sel punca telah berkembang pesat. Hal ini disebabkan karena sumber sel punca yang beragam. Sel punca dapat bersumber dari sumsum tulang, plasenta, darah dan lain sebagainya. Pada dasarnya, sumsum tulang yang ada di dalam tubuh kita mampu memproduksi sel punca. Namun, seiring bertambahnya usia produksi sel punca semakin lama semakin menurun. Sehingga kemampuannya untuk memperbaiki jaringan yang telah rusak pun berkurang. Oleh sebab itu, diperlukan sel punca yang masih embrionik sebagai pengobatan masa depan. Salah satunya yaitu bersumber dari plasenta.

Sel punca yang berasal dari plasenta merupakan salah satu sumber sel punca yang mudah didapatkan baik dari persalinan nomal maupun sesar karena sebagian plasenta tersebut akan dibuang sehingga dapat kita manfaatkan sebagai sumber sel punca baik untuk dirinya maupun orang lain. Namun, dalam suatu pengobatan kita memerlukan vektor dalam menstranfer obat tersebut agar mencapai target yang akan diobati. Salah satu cara agar obat tersebut mencapai targetnya adalah menggunakan nanoteknologi yaitu sebuah nanopartikel yang diselipkan ke dalam sel punca. Perkembangan nanoteknologi telah merangsang penggunaan nanopartikel dalam mentransfer sel punca ke dalam tubuh yang digunakan sebagai terapi pengobatan masa depan.

Gambar 1. Interaksi sel punca dengan berbagai permukaan nanotopografi. (a) Interaksi sel induk dengan perancah struktur nano, (b) Permukaan nano berpola untuk memediasi sel induk (1).

Nanomaterial mampu mempengaruhi sifat dari sel punca karena ukurannya yang kecil sehingga sangat efektif digunakan sebagai vektor dalam drug delivery. Selain itu, penggunaan nanomaterial lainnya mampu mempengaruhi sel punca dalam berdiferensiasi menjadi osteogenik, adipogenik dan lainnya. Dengan adanya nanomaterial, terapi sel punca diharapkan mampu menjadi alternatif dalam berbagai pengobatan.

blank

Gambar 2. Skema ilustrasi interaksi nanomaterial dengan sel induk. Interaksi ini dapat merangsang diferensiasi sel induk berbagai jaringan termasuk saraf, otot, kulit, hati dan tulang (1).

Kombinasi nanoteknologi dan sel punca dalam nano medis (terapi berbasi sel punca dan nano) merupakan peluang dalam mengobati berbagai macam penyakit seperti saraf, tulang dan lain sebagainya (2). Salah satu contoh penggunaan nanoteknologi dalam medis adalah nanopartikel perak (Ag-NP). Ag-NP sangat berkembang pesat dalam pengobatan nano. Berbagai macam alat medis telah banyak dilapisi oleh Ag-NP. Contoh penggunaan Ag-NP dalam biomedis seperti alat-alat bedah, implan tulang dan pembalut luka (3). Dengan perkembangan nanoteknologi dalam dunia pengobatan yang sangat pesat, merupakan peluang bagi kita dalam menjadikan pengobatan yang efektif dan efisien, terutama dalam terapi sel punca.

Referensi

Baca juga:
  1. Zhou,X., Yuan, L., Wu, C., Chen, C., Luo, G., Deng, J dan Mao, G. 2018. Recent review of the effect of nanomaterials on stem cells. Review Article.RSC Adv, 8, 17656–17676. DOI: 10.1039/c8ra02424c.
  2. Zhang, G., Khan, A. A., Wu, H., Chen, L., Gu, Y., dan Gu, N. 2018. The Application of Nanomaterials in Stem Cell Therapy for Some Neurological Diseases. Review Article.Current Drug Targets, 2018, 19, 279-298. DOI: 10.2174/1389450118666170328115801.
  3. Sengstock, C., Diendorf, J., Epple, M., Schildhauer, T. A dan Köller, M. 2014. Effect of silver nanoparticles on human mesenchymal stem cell differentiation. Beilstein J. Nanotechnol. 2014, 5, 2058–2069. doi:10.3762/bjnano.5.214.
Sisca Dwi Yarni
Latest posts by Sisca Dwi Yarni (see all)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar