Peran Zink Terhadap Pertumbuhan Anak

Zink adalah salah satu mikromineral esensial yang terpenting setelah besi. Tubuh memerlukan mikromineral ≤ 100 mg setiap harinya. Tubuh manusia diperkirakan mengandung 2-2,5 gram zink yang tersebar di hati, pankreas, ginjal, otot dan tulang. Jaringan yang kaya akan zink adalah bagian-bagian mata, kelenjar prostat, sprematozoa, kulit, rambut dan kuku. Zink memiliki peran penting dalam proses sintesis dan degradasi dari karbohidrat, lipid, protein serta asam nukleat. Selain itu zink juga berperan dalam aktivasi dan sintesis Growth Hormon (GH), menjaga kekebalan tubuh, sebagai antioksidan, fungsi pengecapan dan fungsi reproduksi, serta stabilisasi membran sel.

Penyerapan zink terjadi di usus halus, setelah diserap zink diangkut oleh albumin dan transferin masuk ke aliran darah dan dibawa ke hati. Kelebihan zink akan disimpan di hati dalam bentuk metalotionien, sedangkan sisanya akan dibawa ke pankreas dan jaringan tubuh lain seperti kulit, rambut, kuku, tulang, retina, dan organ reproduksi lain.

blank

Gambar Makanan yang Mengandung Zink

Baca juga: Plastik Bagi Kehidupan: Masalah dan Solusi Bagi Lingkungan

Sumber zink dapat diperoleh dari makanan dengan kandungan zink yang tinggi, sedang dan rendah. Adapun  makanan yang mengandung zink tinggi sekitar 25-50 mg/kg adalah daging merah tanpa lemak, sereal gandum, kacang-kacangan dan polongpolongan. Makanan dengan kandungan zink sedang sekitar 10-25 mg/kg seperti ayam, daging dengan kandungan lemak tinggi, untuk makanan dengan kandungan zink yang rendah <10 mg/kg seperti ikan, umbi-umbian, sayursayuran dan buah-buah.

Peningkatan kebutuhan zink harian terjadi terutama pada populasi balita, anakanak, remaja, dan wanita hamil. Anak-anak membutuhkan zink lebih banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan secara normal, melawan infeksi, dan penyembuhan luka. Anak-anak dengan defisiensi zink dapat mengalami pertumbuhan yang tidak optimal, mudah menderita diare, serta penurunan fungsi imunitas.

Adapun beberapa tanda dari kekurangan zink seperti gangguan pertumbuhan, kematangan seksual terganggu, fungsi pencernaan terganggu, gangguan fungsi kekebalan tubuh, gangguan nafsu makan dan penyembuhan luka yang melambat bahkan dapat mengganggu sistem saraf pusat dan fungsi otak dalam keadaan kekurangan zink kronis.

Baca juga: Lavender: Si Ungu Penyembuh Insomnia

Zink terutama dibutuhkan untuk proses percepatan pertumbuhan. Hal ini bukan saja disebabkan karena efek replikasi sel dan metabolisme asam nukleat, tetapi juga sebagai mediator dari aktivitas hormon pertumbuhan. Gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak dengan defisiensi zink disebabkan oleh terhambatnya  efek metabolit GH sehingga sintesis dan sekresi IGF-1  berkurang. IGF-1 memiliki fungsi untuk meningkatkan pertumbuhan sel.

Berkurangnya sekresi IGF-1 dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan anak menjadi pendek atau stunting. Penelitian yang dilakukan oleh Damayanti dkk tahun 2016 menyimpulkan bahwa balita dengan tingkat kecukupan zink yang tidak adekuat berisiko 7,8 kali lebih besar menjadi stunting dibandingkan dengan balita dengan asupan zink yang adekuat. Penelitian lain yang dilakukan pada anak-anak sekolah dasar di Thailand menyimpulkan bahwa faktor yang disebabkan oleh defisiensi zink dapat menjadi aktor yang membatasi pertumbuhan linier terutama di kalangan anak laki-laki. Pada tahun 2017 penelitian di Mesir juga menunjukkan bahwa kadar zink serum pada anak stunting mengalami penurunan yang signifikan di bandingkan dengan anak normal.

Baca juga: Rem Maxima (Trickstuff MAXIMA Hydraulic Bicycle Disc Brake)

Defisiensi zink dapat megganggu fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terkena infeksi. Penyakit infeksi berkaitan dengan pertumbuhan anak. Penyakit infeksi yang diderita anak menyebabkan absorpsi dan nafsu makan menurun sehingga asupan makanan berkurang serta kurangnya kemampuan anak menerima makanan sementara kebutuhan tubuh semakin meningkat. Hal ini yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan dengan ciri-ciri terhambat atau terhentinya pertumbuhan linier.

Defisiensi zink dapat megganggu fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terkena infeksi. Penyakit infeksi berkaitan dengan pertumbuhan anak. Penyakit infeksi yang diderita anak menyebabkan absorpsi dan nafsu makan menurun sehingga asupan makanan berkurang serta kurangnya kemampuan anak menerima makanan sementara kebutuhan tubuh semakin meningkat. Hal ini yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan dengan ciri-ciri terhambat atau terhentinya pertumbuhan linier.

Baca juga:

Sumber:

Artikel ini direview dari jurnal berjudul “Peran Zink terhadap Pertumbuhan Anak” yang ditulis oleh Maya Nurul Hidayati, Roro Rukmi Windi Perdani, dan Nisa Karima dalam Jurnal Majority Vol. 8 No. 1 Tahun 2019.

Anisatuz Zahro'
Follow me
Latest posts by Anisatuz Zahro' (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar